foto baju belanda di volendam
CariSeleksi Terbaik dari fashion baju batik wanita Produsen dan Murah serta Kualitas Tinggi fashion baju batik wanita Produk untuk indonesian Market di alibaba.com
Dalamsuhu udara yang menunjukkan 19 derajat celcius, rombongan langsung menuju destinasi sebuah desa bernama Volendam, desa nelayan yang tak jauh dari kota Amsterdam. Perjalanan menuju Volendam ditempuh sekitar 30 menit. Hamparan parit menghijau sesekali terdapat gerombolan sapi menjadi pemandangan di sepanjang jalan.
Hariini terakhir di Belanda. Pilihannya saat itu antara pergi ke Zaansche Hans (desa kincir angin, 21 km dari Amsterdam) atau Volendam (kota Nelayan kuno, 20 km dari Amsterdam dan juga tempat foto dengan baju Belanda). Berhubung gw perginya sendiri banget, kayaknya kok agak geje ya kalau foto pakai baju belanda sendirian, hehehe.
Niatke Amsterdam cuma mau foto-foto suasana kotanya sama foto di Volendam pake baju khas Belanda. Bawa duitnya cuma 60 euros. Perkiraan adalah, buat foto 10 euros, naik bus ke Volendam 12 euros (hasil dari googling), tapi pada kenyataannya dan pada prakteknya tidaklah sama dengan angan-angan.
ApakahAnda mencari gambar tentang Gambar Wirausaha Animasi? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar.
mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Foto Menggunakan Pakaian Tradisional Belanda di Volendam Di Volendam Belanda, ada studio foto yang bernama Zwarthoed, yang berdiri sejak tahun 1920. Studio ini, spesialis foto yang menyediakan pakaian tradisional Belanda. Kita bisa pilih pakaian tradisional yang kita inginkan, yang paling banyak dipilih adalah pakaian tradisional Volendam, berupa celanjang panjang gombrang hitam dipadu dengan baju merah plus peci tinggi. Banyak juga peminatnya, foto di Studio ini, saya lihat di dalamnya terpampang banyak orang terkenal dari Indonesia, diantaranya dua mantan presiden yaitu Almarhum Abdurrahman Wahid Gusdur dan Megawati Soekarno Poetri, juga artis Maya Rumantir dan Ruth Sahanaya. Selain dari Indonesia, juga dipajang foto orang-orang terkenal dari seluruh penjuru dunia, salah satunya Ronaldo, pemain sepak bola Brazil. Oh yaa, harga fotonya cukup mahal, yaitu sekali jepret 8 euro atau kalau dikurskan sebesar Rp 96 ribu. Backdrop, bisa kita pilih ada berupa pemandangan seperti pinggir pantai atau di dalam khas rumah Belanda.
Volendam Destinasi Favorit di Belanda – Memang tidak bisa dipungkiri bahwa tempat ini jadi favorit bagi banyak orang. Sekalipun disebut desa nelayan tapi panorama dan berbagai budaya yang hidup disini telah menarik ribuan turis setiap tahun datang ke Volendam. Selain menikmati panorama cantik kita juga akan menemukan toko sovenir, pusat kuliner dengan makanan khas Ikan Herring, menyewa baju tradisional, sampai melihat pembuatan keju dan bakiak. Volendam lokasinya tidak jauh ibukota Belanda Amsterdam. Yang saya rekam dalam video ini adalah desa nelayan tua yang terletak di tepi danau Ijsselmer. Selain memiliki pelabuhan yang indah, di sana juga terdapat perdagangan ikan dengan karakter Belanda yang otentik. Teman-teman yang menyukai berfoto dengan kostum tradisionalnya bisa menyewa di studio foto yang telah menyediakan. Foto Orang Terkenal Indonesia Dengan Baju Tradisional Belanda Begitu sukanya orang Indonesia berwisata ke Volendam ini. Saat berada di sana saya menemukan banyak orang berkeliling dan mengobrol dengan bahasa Indonsia. Itu juga terlihat dari penawaran tour travel Indonesia ke Eropa Barat yang tak satupun yang tak memasukan Volendam ke dalam itinerary mereka. Volendam jadi tempat wisata favorit orang Indonesia juga terlihat di studio foto yang menawarkan sewa baju tradisional Belanda. Terlihat wajah-wajah penting dan terkenal di Indonesia. Terlihat mantan artis tahun 80-an, Maya Rumantir, Ruth Sahanaya dan beberapa artis papan atas lainnya. Dari tokoh politik terlihat Bu Megawati Soekarnoputri bersama suami. Video Volendam Wisata Favorit Orang Indonesia untuk Melihat Otentik Belanda Berjalan-jalan di desa volendam ini kita akan menemukan bahwa hampir semua bangunannya menggunakan gaya tradisional Belanda. Rumah-rumah papan dengan atap meruncing ke atas. Pada bagian yang dekat ke pelabuhan tokoh-tokoh souvenir berjajar dengan rapi juga dengan desain yang sama. Baca juga 8 Tempat Wisata Paris dan Ceritanya Wisata Brussels Dalam Satu Hari Tiket Turkish Airlines, Penerbangan Berkelas dan Favorit untuk Tujuan Eropa Holland dan keju saling terkait. Makanya di desa ini juga menyediakan tempat untuk melihat pembuatan keju. Seumur-umur saya baru tahu bahwa rasa asin dari keju memang datangnya dari garam. Salah satu agen yang bisa mengawetkan makanan yang terbuat dari kepala susu ini. Begitu pun pabrik sepatu kayu yang dalam bahasa Belanda disebut KLOMPEN. Mereka juga menyediakan workshop agar wisatawan mengenal cara pembuatannya. Kebetulan klompen atau kelom di Indonesia juga dapat dijadikan suvenir khas Belanda. Sepatu kayu yang sebenarnya dulu merupakan sepatu kerja orang Belanda. Dan di Volendam yang moderen masih terlihat beberapa orang Belanda masih sering memakai klompen sehari-hari. Jadi silahkan ditonton Video Volendam Wisata Favorit Orang Indonesia di Belanda ini . Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang berencana akan ke sana 🙂 Baca Cerita Jalan-jalan ke Netherlands lainnya Mengintip Orang Belanja di Roermond Designer Outlet Van Der Valk Hotel Volendam Related Post
Holanda es uno de esos países que histórica y culturalmente nos ofrece grandes aspectos tradicionales y curiosos sobre los que siempre despierta la curiosidad. Los Países Bajos no tienen un traje tradicional nacional, aunque sí que nos ofrece una mezcla de trajes diferentes que se encuentran en diferentes regiones de los Países Bajos. El más famoso es el conocido como traje “Vollendame”, que consiste en una falda negra, un delantal despojado, un chal y un sombrero de encaje, junto con unos zapatos de madera Klompen son lo que la mayoría de la gente cree o considera que es el vestido tradicional de Holanda y el resto de países. Índice1 Componentes de los trajes típicos holandeses2 Los Kraplaps cómo está hecho3 Cuando es el turno de la falda4 Los zapatos de estos trajes tradicionales Componentes de los trajes típicos holandeses ¿Por qué es tan conocido el traje “Volendam”? Mucha gente piensa en el traje Volendam cuando piensan en Holanda o los Países Bajos. Este es el traje que se replica en todo tipo de etiquetas bajo Dutch Maid’, con la gorra de visera y alas. De hecho, el traje solamente se lleva en el pueblo de Volendam, y no es representativo o típico de los Países Bajos en su conjunto, sin embargo, es muy famoso. Existen tres variantes del traje, por lo que es posible que se haya preguntado por qué se ve en diferentes imágenes que no tienen el mismo aspecto. No es el traje de todos los días, ni el traje elegido para ir un domingo al mercado, pero sí el traje para ocasiones especiales, que es el que más a menudo se ve en estos días. Existe un tipo de traje que se llama el Bruiloftsgast o un disfraz huésped de la boda’. Es lo que se conoce como una camisa, que no tiene mangas y una falda. El traje tradicional es de aproximadamente la altura del tobillo. La camisola no se muestra cuando se ha completado el traje. Encima de la camisola es usado un kraplap, también llamado koplap kralap o kroplap, un tipo de doble babero, similar a un accesorio también encontrado en algunos trajes alemanes. Se abrocha en el cuello y se sujeta en la parte inferior por cintas en el panel frontal con hilo a través de bucles unidos al panel posterior. Los Kraplaps cómo está hecho El kraplap se encuentra en muchos trajes holandeses, ya que a menudo está decorado de una manera muy conseguida, ya que pueden estar bordados o con tela impresa con diferentes adornos. Se hacen en dos piezas, delantera y trasera, un hombro se cose cerrado, y el otro tiene una fijación. Hay un trozo de cinta o el cordón alrededor de la abertura del cuello. Hoy en día, el kraplap por lo general tiene un diseño de flores de la puntada de satén bordados a máquina, por lo general rosas. Alrededor de 1930, una familia de apellido Tol desarrolló una forma de aerosol de pintura mecánicamente Rose diseña en un fondo de seda utilizando una serie de plantillas; este parece ser el precursor de la máquina de bordados que se utilizan hoy por hoy para fabricar los kraplaps. Cuando es el turno de la falda La falda se pone entonces en adelante, la falda de rayas blanco y rojo para el traje conocido como huésped de la boda’, de lo contrario una falda larga en un color oscuro liso, más comúnmente negro o azul marino. Las mujeres en Marken, a pocos kilómetros de distancia de Volendam, usan una falda de rayas muy similares, pero siempre bajo la topskirt. Encima de esta falda, es puesto lo conocido como kletje’, una blusa o chaqueta de lana negra en la parte trasera, y un par de orejeras de ancho en la parte delantera. Cuenta con un escote de corte cuadrado tanto delante como detrás, que se superó con el ajuste; la parte frontal se cierra con ganchos. Los zapatos de estos trajes tradicionales Klompen, o zapatos de madera, son una conocida tradición holandesa, al igual que los tulipanes y los molinos de viento. El zapato de madera más antigua que se ha encontrado fue descubierto en Ámsterdam en 1979 y data todo el camino de vuelta a 1230 Los zapatos eran caros y usados sólo por los ricos para proteger sus pies y demostrar que podían permitirse tal lujo, de ahí surgió Klompen, un zapato de madera que era una alternativa más segura más barato para los zapatos de cuero cosida a mano. Las primeras versiones de los zapatos de madera destacados suela de madera y las tapas de cuero, sin embargo, finalmente el zapato entero era de madera para proteger mejor a los pies, como muchas personas que los llevaban eran trabajadores pescadores, agricultores y fábrica ya que ofrecen una barrera contra peligros tales como anzuelos de pesca, clavos y otros objetos afilados. No se pueden utilizar para ir a la iglesia ni dentro de la casa pero si para asistir a algunos bailes. El contenido del artículo se adhiere a nuestros principios de ética editorial. Para notificar un error pincha aquí.
Family Picture Pagi itu waktu setempat kami berangkat dari hotel menuju desa Kincir Angin Zaanse Schans. Karena kami tidak dapat makan pagi dari hotel, kami pun mencari makan di Zaandam. Zaandam station Dari Golden Tulip Amsterdam West Hotel seperti biasanya kami naik tram dulu 1x ke stasiun kereta Amsterdam Sloterdjik. Setelah itu kami naik kereta Sprinter ke Zaandam. Karena kami sudah mempunyai Amsterdam & Region Travel Ticket, kami tidak perlu lagi membeli tiket kereta. Perjalanan dari Sloterdjik ke Zaandam membutuhkan waktu hanya 6 menit saja. Begitu sampai di Zaandam, kami langsung disambut oleh angin yang kenceng banget dan udara yang dingin. Kami pun segera mencari cafe untuk makan pagi. Akhirnya kami memilih sebuah cafe yang bernama Wonder’s To Go. Setelah mengganjal perut, kami pun menikmati keindahan bangunan unik yang ada di Zaandam ini. Persis di depan cafe, ada satu hotel yang bangunannya unik sekali, seperti rumah yang bertumpuk-tumpuk. Pastikan kamu foto-foto di depan hotel ini ya, karena hotel ini merupakan salah satu hotel yang paling unik di Di Zaandam memang ada begitu banyak bangunan unik yang Instagrammable banget. Sayangnya karena anginnya yang super kenceng dan dingin banget, saya pun cuma jepret jepret asal doang dan hasil foto nya kurang maksimal Ÿ™ Unique buildings in Zaandam Inntel Hotel, one of the world’s most unusual and unique hotel Tidak mau berlama-lama disini, kami pun segera masuk ke dalam stasiun untuk melanjutkan perjalanan kami ke Zaanse Schans, yang merupakan desa kincir angin di sebelah utara nya Zaandam. Zaanse Schans adalah gambaran kehidupan Belanda pada abad 18 dan 19. Perumahan hingga kincir anginnya masih lestari hingga saat ini. Zaanse Schans Dari Zaandam ke Zaanse Schans kami naik Sprinter lagi dan memakan waktu sekitar 5-10 menit. Sesampainya di Zaanse Schans kami jalan menyusuri perumahan, pabrik coklat, dan kami juga menikmati awal musim gugur yang dedaunannya sudah mulai berwarna kuning. Cuaca saat itu juga bagus, walau anginnya kencang dan awannya mendung, namun ada matahari nya. Otw Zaanse Schans Setelah melewati sebuah jembatan, kami pun tiba di kawasan wisata Zaanse Schans nya. Disini kita bisa mengunjungi pabrik keju, coklat, sepatu clogs khas Belanda, toko souvenirs, bahkan ada juga toko yang menjual barang-barang antik dan unik. Zaanse Schans ini merupakan desa kecil nan indah. Saya suka menjelajahi tiap sudut di Zaanse Schans. Tidak terasa sudah 2 jam kami keliling desa Zaanse Schans ini. Karena waktu yang sudah menunjukkan sekitar waktu setempat, kami pun segera balik ke Amsterdam lagi untuk makan siang. Zaanse Schans In front of the museum of Dutch watch and Clook in Zaanse Schans Random pic I took when in Zaanse Schans. According to a Dutch friend, “VREDE” in Dutch means “Peace” Antique things I found in Zaanse Schans Traditional Dutch shoes / clogs Some pics of mine and my family in Zaanse Schans Ÿ™‚ Dari Zaanse Schans sebetulnya ada bus yang langsung ke Volendam yaitu bus no. 891. Tapi bus ini hanya beroperasi dari tanggal 16 Juli sampai 28 Agustus jam 10am – 3pm, setiap 20 menit sekali. Info lengkapnya bisa dicek disini. Karena kami kesananya bulan Oktober, jadi tidak ada transportasi langsung dari Zaanse Schans ke Volendam. Oleh karena itu kami harus ke Amsterdam dulu baru melanjutkan perjalanan ke Volendam. Kami pun naik Sprinter lagi, dan memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di Amsterdam. Siang itu kami mencari makan siang di area Amsterdam’s China Town. Teman kami yang orang Belanda menyarankan kami makan di restaurant Thailand favorit dia, yang bernama Thaise Snack Bar Bird. Namun karena tempatnya kecil, kami tidak dapat tempat duduk disini. Untungnya diseberang jalan terdapat sister restaurant nya yang bernama Bird Thais Restaurant. Bedanya di restaurant ini tempatnya lebih besar dan harganya juga lebih mahal, tapi katanya makanannya sama-sama enak. Amsterdam’s China Town Saya pun seperti biasanya memesan Pad Thai, dan ini adalah Pad Thai terenak yang pernah saya makan. Porsi nya besar sekali, ini harusnya untuk porsi 2 orang, tapi karena enak banget saya hampir bisa menghabiskannya. Saya rasa porsi segitu dengan rasa yang luar biasa enak sangat pantas juga dengan harganya, yaitu 15 Euro atau sekitar Thaise Snackbar Bird Bird Thais Restaurant Setelah puas makan siang di Restaurant Thailand tersebut, kami pun segera menuju stasiun Amsterdam Centraal dengan berjalan kaki. Sesampainya di Amsterdam Centraal, kami mencari halte bus yang ke Volendam. Sekitar waktu setempat, kami naik bus nomor 316 dari Amsterdam Centraal ke Volendam. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Volendam. Amsterdam Centraal Bus no. 316 from Amsterdam Centraal to Volendam Berkunjung ke Belanda tidak lengkap rasanya jika tidak ke Volendam ini. Volendam merupakan desa nelayan kuno yang terletak di kotamadya Edam-Volendam, di provinsi North Holland, Belanda, 20km ke utara dari Amsterdam. Disini kita bisa menikmati indahnya pelabuhan, mengunjungi pabrik dan toko keju, belanja souvenirs, dan yang paling menariknya dan tidak boleh dilewatkan ialah berfoto memakai pakaian tradisional Belanda. The beauty of Volendam Sesampainya di Volendam, ada begitu banyak studio foto yang menawarkan jasa foto pakaian tradisional Belanda ini. Dari hasil research saya, photo studio yang recommended dan yang terkenal di kalangan orang Indonesia itu ialah Foto De Boer. Harganya ialah 42 Euro untuk 7 orang. Kalau mau tambah USB jadi ada softcopy nya juga itu tambah 5 Euro. Karena menurut kami softcopy itu sangat penting, kami pun bersedia untuk nambah 5 Euro lagi, jadi totalnya 47 Euro untuk 7 orang. Foto de Boer Pricelist Foto de Boer October 2017 Studio foto ini ada 4 lantai, dimana lantai ketiga nya ialah tempat untuk memilih kostum pria, dan lantai keempat nya ialah tempat untuk memilih kostum wanita sekaligus tempat foto studio nya juga. Ketika naik tangga, di dinding nya itu di pajang hasil foto yang sudah pernah foto di studio tersebut. Yang paling menarik ialah foto Ibu Megawati dan Pak Gusdur ada juga disitu! Mereka memakai baju tradisional Belanda dan berfoto di Foto De Boer ini. Foto Ibu Megawati dan Pak Gusdur beserta foto-foto lainnya yang dipajang di Foto de Boer. Dan bahkan disini ada tulisan dalam bahasa Indonesia, “Hati-Hati Melangkah” Tempat Foto Studio de Boer Pakaian tradisional Belanda ini sangat unik. Kami semua sekeluarga ketawa ngakak melihat satu sama lain memakai pakaian tradisional Belanda ini. Teman kami yang asli Belanda itu juga baru pertama kali nya memakai pakaian tradisional negara nya sendiri. Ia juga merasa agak aneh memakai pakaian tradisional tersebut. Karena ini foto keluarga, teman kami yang orang Belanda tersebut telah kami anggap sebagai anggota keluarga kami juga. What a precious and heart-warming moment! We’re such a happy family Ÿ˜€ “Happy Family will change the world” Ÿ™‚ Foto studio di De Boer ini memang tidak mengecewakan. Pelayannya ramah, bahkan ia tak segan-segan mengijinkan kami untuk berfoto memakai kamera kami sendiri di luar foto yang telah ditetapkan, tapi ambil fotonya tidak boleh di area tempat foto nya ya. Hasil fotonya juga bagus. Ketika foto juga, mereka yang mengarahkan gayanya. Lalu menyuruh kami untuk bilang “Cheers!” Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menyusuri Volendam. Kami pun berhenti di salah satu pabrik keju di Volendam, yang bernama Cheese Factory Volendam. Di setiap toko keju pasti ada tester nya, dan saya langsung jatuh cinta sama keju yang ada di toko ini. Enaaaakkk banget! Kalau keju Belanda aku suka yang Smoked Cow Cheese nya. Aku juga beli Crispy Gouda Cheese nya disana, semacam biskuit keju Gouda gitu. Super Lekker! Strolling around Volendam Souvenir shops in Volendam And here it is! We found “Cheese Factory Volendam”, a recommended one in Volendam Ÿ˜‰ This is Marken Express. So, from Volendam you can take ferry directly to Marken Typical houses in the Netherlands.. So pretty! And oh, they also put a Buddha statue in front of their house. This is so interesting Ÿ˜€ Love the typical houses in this flat country Setelah puas belanja Keju, kami pun melanjutkan perjalanan ke desa Edam. Dari Volendam ke Edam itu, kami naik bus 316 lagi dan memakan waktu sekitar 25 menit. Akhirnya sekitar kami pun sampai di desa Edam, yang merupakan desa penghasil keju Pada Abad Pertengahan, pasar keju di Edam merupakan pusat kegiatan masyarakat, dimana para petani membawa keju hasil buatan mereka untuk ditimbang, dijual dan kemudian diekspor ke seluruh dunia. Karena itulah, kami pun mengunjungi toko keju yang bernama Wijn&Kass disini. Karena sudah sore, kami harus segera pulang ke Amsterdam. Walaupun di Edam ini kami tidak sempat explore banyak, tapi saya mendapat kesan dari desa ini, yaitu tenang dan Dari Edam, kami naik Bus ke Amsterdam. Perjalanan memakan waktu sekitar 35-45 menit. Edam, a small and beautiful village in the Netherlands with the famous Edam Cheese Carriers Statue Sesampainya di Amsterdam, karena kami masih belum puas belanja keju, kami pun mencari toko keju lagi. Akhirnya kami menemukan toko keju bernama Amsterdam Cheese Deli, dan disinilah saya menemukan Truffle Cheese! Saya suka sekali dengan Truffle, begitu saya melihat ada Truffle Cheese, saya langsung excited untuk membelinya. Enjoying Amsterdam city Jadi ceritanya, saya lagi mau foto bus di Amsterdam, eh tau2nya ada bule yang mau ikut di foto juga bulenarsis, lalu papa saya juga jadi ikutan foto bareng si bule. LOL Amsterdam Cheese Deli Setelah itu, kami makan malam di sebuah restoran Indonesia yang bernama Aneka Rasa. Karena saya masih berasa kenyang banget gara-gara Pad Thai siang itu, saya pun tidak mau makan, hanya minum saja disini. Tapi keluarga saya sih makan, dan mereka bilang masakannya sih biasa saja, jauh lebih enak di Indonesia deh. Akhirnya sekitar waktu setempat kami pulang ke hotel. Dan itulah pengalaman singkat nan padat saya selama di Belanda.
Tak ada kunjungan ke Amsterdam yang lengkap tanpa mampir ke Volendam. Berjarak sekitar 20 km ke arah utara Amsterdam, desa kecil nelayan itu merupakan salah satu destinasi wisata populer di negeri kincir angin. Selain pesona alamnya, Volendam memikat para pelancong oleh kultur berpakaiannya. Desa Volendam Dalam kartu-kartu pos Belanda tercetak foto barisan perahu nelayan tradisonal tertambat di pelabuhan, kemudian ada pula yang menggambarkan para wanita mengenakan kostum Belanda yang khas dengan baju bergaya celemek dan topi runcingnya. Ikon pariwisata negeri keju itu bisa dilihat di Volendam. Kini hanya sedikit wanita penduduk desa nelayan indah tersebut yang masih mempertahankan tradisi berpakaian leluhur mereka, sebagian besarnya malah lansia. Volendam secara harfiah berarti bendungan yang diisi’, karena menurut sejarah para petani dan nelayan menempati bekas pelabuhan yang dibendung untuk reklamasi tanah tersebut. Awalnya Volendam adalah pelabuhan terdekat dari Kota Edam dan terletak di muara sungai Ij baca aiy. Namun kemudian penduduk Edam memutuskan untuk membangun kanal baru yang lebih dekat ke Zuiderzee. Hal tersebut membuat pelabuhan lama tidak berfungsi yang akhirnya dibendung. Keindahan alam desa nelayan itu juga menarik perhatian para seniman kelas dunia, seperti Pablo Picasso dan Pierre-Auguste Renoir yang kerap berkunjung ke sana. Bersepeda Di Volendam Ramainya wisatawan menaikan kehidupan perekonomian desa. Begitu masuk kita dapat melihat jajaran toko suvenir, café, juga bar. Berkeliling desa paling nikmat menggunakan sepeda. Kita bisa menikmati udara segar serta arsitektur rumah-rumah khas Volendam. Beberapa museum juga layak dikunjungi, seperti Museum Volendam yang menceritakan sejarah serta kehidupan masyarakat Volendam. Belum lagi foto studio yang siap mengabadikan moment Anda mengenakan pakaian tradisional Belanda. Jangan lupakan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah, mereka dengan senang hati akan bercerita mengenai Volendam lebih detail. Ternyata desa tersebut tak hanya terkenal akan tradisi dan keindahan alamnya. Pakaian Tradisional Belanda Warga Belanda justru lebih mengenal Volendam sebagai “penghasil” uskup serta penyanyi terbaik. Banyak artis-artis terkenal Belanda yang berasal dari Volendam. Apabila ingin menikmati nature beauty-nya Volendam, jangan jauh-jauh dari pelabuhan. Di sana adalah lokasi paling tepat untuk menikmati salah satu sunset terbaik Belanda. Berangkat dari Amsterdam, kita bisa menjangkau Volendam dengan bus 110, 112, 118, atau 373. Dibutuhkan waktu selama 35 hingga 45 menit untuk sampai di Volendam. Belanda merupakan negara di Eropa yang mempunyai kedekatan dengan Indonesia, Belanda juga mempunyai banyak destinasi seru yang wajib dikunjungi. Cheria Holiday punya semua informasi tentang perjalanan ke negara ini, jika Anda ingin liburan di negara Belanda segera hubungi Cheria Holiday, untuk mengikuti keseruan Paket Tour Muslim dan Umroh Eropa ala Cheria Holiday.
foto baju belanda di volendam