federasi arung jeram indonesia
FederasiArung Jeram Indonesia (FAJI) berminat mengkaji pengembangan potensi wisata arung jeram alias rafting di Kalimantan Selatan.Menurut Kepala Bidang Kompetisi FAJI, Hadi Wiranata, Kalsel punya banyak potensi rafting yang bisa dioptimalkan sebagai wahana sport tourism.
Danpada tanggal 29 Maret 1996 akhirnya didirikan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang dibidani oleh 30 klub arung jeram. Saat ini kegiatan arung jeram tidak hanya dapat dinikmati segelintir kelompok pencinta alam. Sejak 1990 di berbagai daerah kegiatan ini telah berkembang menjadi satu atraksi wisata yang sangat digemari. Sejalan dengan
BANYUWANGI IndonesiaPos - Atlet Arung Jeram Kabupaten Banyuwangi menunjukkan prestasinya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur tahun 2022 yang digelar di Sungai Bondoyudo Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang (28 Juni s.d 1 Juli 2022).Meskipun hanya sebatas pertandingan eksebisi, namun sejumlah 16 atlet dibawah binaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten
Dalamupaya meningkatkan kualitas dan menggairahkan olah raga arung jeram di Kota Medan, Federasi Arung Jeram Indonesia Medan menggelar kejuaraan arung jeram antar wilayah Medan di Sungai Deli. Tiga kategori lomba digelar oleh FAJI Medan yang terdiri dari kategori sprint, head to head dan slalom. Kategori ini dibagi dalam dua kelas putra dan putri yang di ikuti oleh 10 klub arung jeram.
ANALISNEWS ACEH TENGAH - Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Tengah berhasil lolos mewakili Propinsi Aceh mengikuti kejuaraan tingkat Nasional (Kejurnas) Arung Jeram yang dipusatkan di Kabupaten Waykanan, Lampung Barat yang berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 9 Desember 2021 mendatang. Mewakili Bupati Aceh Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah Subhandhy
mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Ardiyansyah MEDAN - Federasi Arung Jeram Indonesia FAJI Sumatera Utara menyosialisasikan tentang peraturan pelaksanaan kompetisi pada masa pandemi. Elwin Reza Pahlevi, Sekretaris Umum Federasi Arung Jeram Indonesia FAJI Sumut mengatakan, sosialisasi menyasar operator dan penyedia wisata arung jeram. "Saat ini kan masih pandemi Covid-19, jadi dari PB FAJI ada program dan regulasi yang mengatur pelaksanaan kompetisi di tengah pandemi begini. Targetnya, kami akan sosialisasikan ke FAJI kabupaten/kota," ujarnya, Minggu 16/5. FAJI Sumut, katanya, mendorong pelaksanaan lomba arung jeram yang sesuai dengan protokol mengingat PON ke-21 akan dilaksanakan di Aceh-Sumut. Pada PON ke-20 yang akan diselenggarakan di Papua pada Oktober nanti, arung jeram tidak dimasukkan dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan. Selain itu, dalam waktu dekat, KONI Sumut telah membuat program untuk Seleksi Daerah dan Pekan Olahraga Kabupaten/Kota untuk menyeleksi atlet Sumut untuk PON Aceh-Sumut mendatang. "KONI Sumut juga sudah buat program, dalam waktu dekat untuk persiapan sumber daya jelang PON Aceh-Sumut 2024 nanti. Ada agenda Selekda dan Porkot/kab. Tapi itu setelah kami adakan sosialisai. Targetnya, kalau bisa sosialisasi ini selesai secepatnya, karena bakalan ada selekda, porkotkab, dan pelatda," katanya. Tambahnya, untuk jadwal pelaksanaan kompetisi arung jeram di Sumut, FAJI Sumut menunggu izin dari PB FAJI. "Mengenai jadwal kompetisi di Sumut, kita akan menunggu izin dari PB FAJI. Kalau di rekom dan di izinkan, kita laksanakan. Prosedurnya memang begitu," ucapnya. Sebelum pelaksanaan PON ke-21 Aceh-Sumut, ungkap Elwin, FAJI Sumut akan melaksanakan pelatihan pelatih, atlet, dan wasit. Selain untuk menambah kualitas, agenda ini dibuat untuk memenuhi sumber daya manusia saat PON Aceh-Sumut nanti. cr12
Dengan terus berkembanganya Arung Jeram di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Arung Jeram Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia FAJI, yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara. Federasi Arung Jeram Indonesia FAJI antara lain bertujuan mengembangkan Arung Jeram sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan safety codes, standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai. Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mar Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mar Safzen Nurdin. Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional IRF serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia. Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4. Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh – Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network GRN dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias. Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda. Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya, dan meluncurkan Web Site from
SGRWC 2019 Donation Bantu kami mewujudkan silokekforfuture agar Batang Kuantan dapat dimanfaatkan untuk generasi mendatang $
Jakarta ANTARA - Kejuaraan Nasional Arung Jeram 2022 yang berlangsung pada 30 November - 4 Desember 2022 di Sungai Pekalen, Probolinggo, Jawa Timur bakal menjadi bagian dari seleksi atlet menuju World Rafting Championships 2023 mendatang. Selain itu, Kepala Bidang Kompetisi Federasi Arung Jeram Indonesia PB FAJI Jony Kurniawan mengatakan Kejurnas kali ini sekaligus menjadi kompetisi untuk mengukur kekuatan daerah menjelang babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional PON yang dimulai pada tahun depan. “Kejurnas ini juga menjadi tolok ukur pembinaan di daerah. Karena perlu diingat, Kejurnas ini juga bagian dari seleksi untuk mencari wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung jeram tahun depan. Sebab, tim pemenang dari tiap kategori di Kejurnas ini berhak mengikuti World Rafting Championships 2023,” ujar Jony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa. Dia menyebut pada Kejurnas 2019 misalnya, juara junior putri dari Jawa Barat terpilih mewakili Indonesia di World Rafting Championships 2021 di Bosnia dan membawa pulang gelar juara dunia dengan raihan tiga medali emas. Namun Federasi Rafting Dunia WRC saat ini belum menetapkan jadwal untuk Kejuaraan Dunia Arung Jeram tahun depan. Baca juga Tim dayung Indonesia patut waspadai China di Asian Games 2023 Selain ajang seleksi atlet, PB FAJI juga perlu menggelar Kejurnas itu sebagai persiapan menatap PON Aceh-Sumatera Utara 2024 mendatang, mengingat arung jeram perdana akan dipertandingkan pada kejuaraan multicabang olahraga terbesar nasional tersebut. Kejurnas Arung Jeram 2022 diikuti 41 tim dari 14 provinsi. Ada empat nomor lomba yang akan dipertandingkan yaitu sprint, head to head, slalom, dan down river race, dengan kategori kelas R4 empat pendayung open putra dan putri untuk kategori remaja U-19, junior U-23, open, serta kelas R4 ekshibisi untuk kategori campuran. Untuk menghadapi faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini, tim PB FAJI telah menetapkan jam perlombaan yang dimulai pukul hingga paling lambat pukul WIB guna menghindari hujan di sore hari. Lalu, tim PB FAJI bersama Pengprov FAJI Jawa Timur dan pengelola wisata arung jeram Sungai Pekalen juga akan menempatkan pemantau di hulu sungai untuk memberikan peringatan apabila ada indikasi air sungai naik. Baca juga Arab Saudi tuan rumah Asian Winter Games 2029 di megacity NEOMPewarta Shofi AyudianaEditor Aditya Eko Sigit Wicaksono COPYRIGHT © ANTARA 2022
Jakarta ANTARA - Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia PB FAJI menggelar Kejuaraan Nasional Arung Jeram 2022 pada 30 November hingga 4 Desember di Sungai Pekalen, Probolinggo, Jawa Timur sebagai persiapan menyongsong Pekan Olahraga Nasional PON Aceh-Sumatera Utara 2024 mendatang. Kepala Bidang Kompetisi PB FAJI Jony Kurniawan mengatakan Kejurnas tersebut nantinya bakal menjadi bahan evaluasi bagi PB FAJI untuk mempersiapkan PON 2024 mengingat arung jeram perdana dipertandingkan pada multievent olahraga terbesar nasional tersebut. “Karena ini bagian dari persiapan untuk menuju PON 2024, maka nomor-nomor perlombaan pun disamakan dengan kategori yang akan dipertandingkan di PON Aceh-Sumut nanti,” ungkap Jony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa. Ada empat nomor lomba yang akan dipertandingkan dalam Kejurnas kali ini, yaitu sprint, head to head, slalom, dan down river race, dengan kategori kelas R4 empat pendayung open putra dan putri untuk kategori youth U-19, junior U-23, open, serta kelas R4 ekshibisi untuk kategori campuran. Baca juga Tim putri juara dunia arung jeram tiba di Tanah Air “Nomor sprint itu jarak pendek, kemudian head to head berpasangan sistem gugur di mana ada pelampung di sungai yang harus dilewati peserta. Slalom yakni melintasi gawang-gawang di sungai yang ditempatkan pada 200-300 meter. Ada gawang up stream melawan arus dan gawang down stream searah aliran sungai. Lalu, terakhir nomor lomba down river race yakni marathon atau jarak jauh, dengan jarak tempuh 20-60 menit," ujar Joni menjelaskan. Sementara untuk menghadapi faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini, tim PB FAJI telah menetapkan jam perlombaan yang dimulai pukul hingga paling lambat pukul WIB guna menghindari hujan di sore hari. Lalu, pihak PB, bersama Pengprov FAJI Jatim, dan pengelola wisata arung jeram Sungai Pekal juga menempatkan pemantau di hulu sungai. "Pemantau di hulu sungai ini sebagai sistem peringatan kami. Jika di hulu hujan, meski di tempat perlombaan tidak hujan dan ada indikasi air naik, maka kami akan berhentikan dulu perlombaan. Ini bagian dari antisipasi keselamatan atlet yang harus kami lakukan," ucapnya. "Kalau hujan kelihatannya cukup deras jangan dipaksakan. Lebih baik perlombaan dihentikan, dan bisa diulang hari lainnya nanti. Ini demi keselamatan atlet," pungkas dia. Mengingat Kejurnas ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk kesiapan PON, Pengurus Provisi Aceh juga hadir memantau. Mereka mengirimkan timnya untuk melakukan supervisi dengan tugas memberikan masukan ke daerah nanti. Baca juga Ajang arung jeram "GEO-FUN Rafting 2021" di Merangin siap digelarPewarta Shofi AyudianaEditor Teguh Handoko COPYRIGHT © ANTARA 2022
federasi arung jeram indonesia