fasilitas yang ada di restoran
Secaraumum, terdapat tiga komponen produk yang dipasarkan oleh restoran, yaitu: Makanan dan minuman. Pelayanan (service) termasuk cara pelayanan, keramah-tamahan karyawan, valet parking, perhatian khusus seperti ulang tahun, hiburan, dan komplimentari foto untuk pelanggan.
Sebabdi Sentul Anda bisa menikmati indahnya pemandangan melalui cafe resto yang banyak tersaji di sana. Sebenarnya ini adalah restoran dan ada coffee shop-nya. Berbagai macam fasilitas juga tersedia mulai dari paket camping ground dan paket outbond. Karena tempat ini restoran, ada berbagai paket liwetan dari harga Rp100 ribu sampai Rp800 ribu.
Berikutadalah jawaban yang paling benar dari pertanyaan "sebagai guru baru, anda ditempatkan di suatu sekolah yang minim fasilitas pembelajaran serta belum tersedia buku - buku paket yang dapat digunakan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. apa yang anda lakukan dalam mengatasi keterbatasan disekolah tersebut?" beserta pembahasan dan penjelasan lengkap.
GardeManger. Garde manger atau biasa dikenal dengan sebutan cold kitchen section adalah bagian dapur yang biasa mengelola makanan dingin , makanan pembuka (appetizer), sandwich, canape , dan masih banyak lagi. Dan juga menyiapkan berbagai hidangan dengan bahan tidak dapat bertahan lama , seperti fruit salad, salad bar, caesar salad dan lain-lain.
Kalausaya agak risih dengan pertanyaan yang memuat kemutlakan seperti "tidak ada restoran di Indonesia yang memberikan air putih gratis" ini, karena cukup dengan menunjukkan satu saja bukti adanya restoran diantara 514 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia melakukan ini, maka pertanyaan ini menjadi invalid, dan tidak usah dijawab.
mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Apakah Anda sedang memikirkan tentang lokasi mana yang harus dipilih untuk restoran Anda? Lokasi adalah salah satu faktor terpenting untuk kesuksesan restoran mana pun. Faktanya, banyak orang mengatakan bahwa lokasi adalah segalanya bagi sebuah restoran. Kami setuju dengan itu. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memilih lokasi yang tepat untuk restoran Anda. Jadi pertanyaan utamanya adalah 'Bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk restoran Anda?' Pada artikel ini, kami akan memberi tahu Anda caranya. Apa Lokasi Yang Buruk Untuk Sebuah Restoran? Pakar restoran mengatakan bahwa lokasi yang buruk adalah salah satu alasan terbesar kegagalan restoran. Jadi mari kita bahas tiga hal yang harus Anda ingat saat memilih situs 1. Visibilitas Restoran Yang Buruk Jika restoran Anda tidak dapat dengan mudah dilihat dari jalan, itu adalah kerugian besar bagi restoran Anda. Pikirkan hal ini dengan hati-hati sejenak. Bagaimana biasanya kami menemukan restoran baru? Kemungkinan besar, kita sedang berjalan di jalan atau mengendarai mobil, dan kita melihat sebuah restoran yang menarik perhatian kita. Jika kami menyukainya, kami mengunjungi restoran. Sekarang tentu saja jika makanannya enak umumnya teman dan keluarga kami merekomendasikannya kepada kami dan kami mencari tahu restoran baru. Namun, jika lokasinya tidak bagus, akan sulit untuk mendapatkan beberapa pelanggan pertama Anda, yang akan menyulitkan untuk mendapatkan referensi seperti itu. Jadi jadikan prioritas untuk mendapatkan lokasi yang mudah terlihat oleh pejalan kaki dan penumpang. Catatan penting Jika karena alasan tertentu, mendapatkan lokasi yang baik tidak mungkin, Anda harus memperbaiki keberadaan online Anda. Daftarkan restoran Anda di Google Bisnis , buat situs web untuk restoran Anda, dan mulai terima pesanan online. 2. Fasilitas Parkir Jika banyak pelanggan Anda menggunakan mobilnya untuk mengunjungi restoran, Anda perlu menawarkan fasilitas parkir. Meskipun restoran Anda tidak memiliki tempat parkir sendiri, harus ada tempat parkir di suatu tempat di dekatnya di mana mereka dapat memarkir mobilnya. 3. Lokalitas Buruk Dua alasan utama mengapa lokalitas bisa menjadi salah untuk sebuah restoran Tingkat kejahatan tinggi Ini membuat pelanggan Anda tidak nyaman mengunjungi lokasi. Ini juga bisa berisiko bagi anggota staf dan restoran Anda. Lokalitas yang tidak rapi Tidak perlu dikatakan bahwa lokalitas harus bersih. Jadi sebaiknya jangan letakkan restoran Anda terlalu dekat dengan tempat yang bau seperti pasar. Selalu Tanyakan Hal Ini Sebelum Memilih Lokasi Sebelum memilih lokasi, jawab pertanyaan ini "Apakah restoran lain di daerah ini berhasil?" Jika Anda mengetahui bahwa ada banyak restoran di area ini yang gagal atau tidak terlalu sukses, sebaiknya jangan memilih lokasi tersebut . Namun, penting untuk diperhatikan bahwa jika satu atau dua restoran tidak berhasil, bukan berarti lokasinya tidak bagus. Ini juga dapat berarti bahwa restoran memiliki makanan yang buruk, layanan yang buruk, atau suasana yang tidak menyenangkan. Ada banyak alasan lain juga. Tetapi jika beberapa restoran gagal sebelumnya, maka itu berarti ada yang salah dengan lokasinya. Bagaimana Cara Memilih Lokasi Terbaik Untuk Restoran Anda? 7 Hal Yang Harus Anda Ketahui Sekarang mari kita ke fokus utama artikel ini. Ya, memilih lokasi restoran bisa jadi sangat menantang. Jadi kami akan membantu Anda. Berikut tujuh faktor terpenting yang perlu Anda pertimbangkan 1 Kenali Pelanggan Potensial Anda Sebelum Anda memulai restoran, mengetahui pelanggan Anda adalah salah satu hal terpenting. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab Apa demografi pelanggan ideal Anda? Siapa yang akan menjadi pelanggan biasa Anda? Demografi Usia Kekayaan Jenis kelamin Apa yang mereka suka? Penting Pastikan lokasi Anda sesuai dengan demografis pelanggan Anda . Misalnya misalkan Anda berencana meluncurkan restoran mahal. Bisakah Anda menebak lokasi mana yang harus Anda pilih? Sederhana pilih lokasi di mana penghuni atau pengunjung kaya secara finansial. Itu juga harus sesuai dengan preferensi mereka. Jadi, inilah beberapa pertanyaan penting yang perlu Anda jawab Apakah lokasi tersebut memiliki cukup banyak penghuni atau orang yang mengunjunginya? Bisakah orang-orang ini membeli makanan di restoran Anda? Apakah lokasi Anda sesuai dengan demografi pelanggan Anda? Ringkasan Akan lebih bagus jika Anda memilih lokasi tempat tinggal atau kunjungan demografis target Anda. Cobalah untuk tetap berada dalam radius 3 kilometer dari tempat-tempat seperti itu. Bagian ini juga termasuk dalam rencana bisnis Anda. Baca artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara menulis rencana bisnis untuk restoran Anda . Tujuan Jangka Panjang Menganalisis Psikografik Memahami demografi sangat penting untuk kesuksesan restoran Anda. Tapi ada satu hal penting yang perlu Anda pahami - psikografis. Sementara demografi memberi tahu Anda siapa yang mengunjungi restoran Anda, analisis psikografis memberi tahu Anda mengapa mereka mengunjungi restoran Anda. Mari saya tunjukkan sebuah contoh. Misalkan Anda meluncurkan sebuah bar dan usia rata-rata pelanggan Anda adalah 40 tahun. Namun, Anda perhatikan bahwa selama 'Happy Hours', restoran Anda dikunjungi oleh banyak pasangan muda. Setelah melakukan beberapa penelitian, Anda menemukan bahwa mereka mengunjungi bar Anda karena mereka menyukai makanan dan harganya terjangkau. Jadi Anda memutuskan untuk mempromosikan ini lebih banyak, dan Anda meningkatkan diskon. Ini meningkatkan pendapatan Anda secara signifikan. Mendapatkan wawasan bisnis semacam ini akan membantu Anda meningkatkan skala bisnis Anda. 2 Analisis Pesaing Anda Sama seperti mengenal pelanggan Anda, mengetahui pesaing Anda juga penting untuk kesuksesan restoran Anda. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan Berapa banyak restoran populer yang ada di lokasi Anda? Berapa banyak restoran yang menjadi pesaing langsung Anda? Misalkan Anda menjalankan sebuah restoran Cina. Jika ada restoran Cina lain di wilayah itu, maka restoran itu akan menjadi pesaing langsung Anda. Apakah pesaing Anda sukses? Sekarang setelah Anda memiliki jawaban ini, berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui Jika ada terlalu banyak pesaing terutama pesaing langsung, sebaiknya tidak memilih lokasi tersebut. Ini karena pasar sudah jenuh. Lebih baik jika ada lebih sedikit pesaing, tetapi restoran yang ada berkembang pesat. Tip Pikirkan tentang bagaimana Anda bisa menonjol dari pesaing Anda. "Mengapa pelanggan Anda memilih Anda daripada pesaing Anda?" Itulah dasar-dasar strategi pemasaran apa pun. 3 Analisis Lokasi Ada dua hal utama untuk menganalisis lokasi Aksesibilitas lokasi Bisnis pelengkap A. Aksesibilitas lokasi Ini berarti betapa mudahnya mengakses lokasi Anda untuk pejalan kaki dan kendaraan. Lalu lintas pejalan kaki Metrik ini berarti jumlah orang yang berjalan kaki di sekitar restoran Anda dalam sehari. Lebih banyak 'pejalan kaki' meningkatkan pelanggan Anda. Lalu lintas kendaraan Metrik ini berarti berapa banyak kendaraan yang melewati restoran Anda dalam sehari. Lebih banyak lalu lintas kendaraan selalu diinginkan. B. Bisnis pelengkap Bisnis pelengkap berarti bisnis yang bukan pesaing Anda, tetapi memengaruhi bisnis Anda secara positif. Misalnya, jika ada gedung perkantoran di dekat restoran Anda, restoran Anda akan mendapatkan keuntungan darinya karena, selama jam makan siang, beberapa pekerja kantor mungkin mengunjungi restoran Anda. Beberapa bisnis pelengkap lainnya adalah Stasiun kereta Bioskop Stadion olahraga Pusat perbelanjaan Tip Penting Jangan lupa bagian ini saat bekerja menganalisis pelanggan Anda. Anda dapat menggunakan Google Maps untuk mencari tahu semua bisnis lokal terdekat. 4. Visibilitas restoran Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, pilihlah lokasi yang mudah terlihat dari jalan. Ini harus dengan mudah ditemukan di Google Maps . Tempat dengan lalu lintas tinggi cocok untuk restoran. Ada banyak teknik yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan visibilitas restoran Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakan papan nama elektronik yang menarik untuk menarik perhatian. Cara hebat lainnya untuk menarik perhatian adalah memiliki desain eksterior yang menarik. Saat ini, pemasaran online adalah cara terbaik untuk meningkatkan visibilitas restoran Anda. Itulah mengapa mendaftarkan bisnis Anda di Google sangat penting. Untuk melangkah lebih jauh, Anda dapat memulai halaman Facebook dan mulai menjalankan kampanye iklan Facebook skala kecil. Jika Anda bisa membuat video tentang restoran Anda, menjalankan iklan Youtube bisa sangat menguntungkan untuk bisnis restoran Anda. Untuk meningkatkan visibilitas online, pelajari bagaimana Anda dapat membangun situs web untuk restoran Anda dan mulai menerima pesanan pengiriman online. 5. Ukuran Area Itu Penting Seringkali, calon pemilik restoran baru meremehkan ruang yang dibutuhkan untuk sebuah restoran. Bukan hanya ruang makan saja yang butuh ruang. Bahkan bistro kecil atau kedai kopi membutuhkan banyak ruang untuk dapur, peralatan, dan penyimpanan. Bahkan ruang makan pun mungkin membutuhkan ruang ekstra untuk ruang tunggu. 6. Keamanan Dan Fasilitas Selalu pastikan bahwa bangunan yang Anda gunakan untuk restoran Anda memiliki fasilitas yang memadai. Berikut beberapa hal penting yang harus Anda periksa Kabel listrik yang tepat Keamanan kebakaran yang tepat Pipa yang tepat Fasilitas untuk orang cacat Apakah Anda menyewa tempat di gedung atau membangun restoran Anda sendiri, harap periksa hal-hal ini. 7. Tempat Parkir Pentingnya tempat parkir tergantung pada demografi pelanggan Anda. Anda perlu bertanya 'Apakah sebagian besar pelanggan saya akan menggunakan mobil untuk berkendara ke restoran saya?' Jika Anda tidak tahu jawabannya, periksa restoran lain di daerah tersebut. Cari tahu bagaimana sebagian besar pelanggan mereka mengunjungi restoran ini. Ini akan memberi Anda gambaran tentang apa yang terjadi. Itu juga tergantung pada lokasinya. Misalnya, jika restoran Anda terletak di dekat jalan raya atau pinggiran kota, maka jelas Anda harus menawarkan fasilitas parkir. Namun, di kota-kota yang sibuk, restoran Anda mungkin paling banyak dikunjungi oleh pejalan kaki, sehingga tempat parkir mungkin menjadi pengeluaran yang tidak perlu. Juga, periksa apakah ada tempat parkir umum yang tersedia di dekatnya. Jika tersedia, maka Anda tidak perlu berinvestasi di tempat parkir untuk restoran Anda. Beli atau Sewa? Pertanyaan umum yang ditanyakan sebagian besar pemilik restoran baru adalah “Haruskah saya membeli atau menyewa lokasi?” Tergantung. Ini jelas merupakan keputusan yang baik untuk membeli lokasi jika Anda punya cukup uang. Anda juga harus berniat menjalankan bisnis restoran untuk jangka panjang. Dalam jangka panjang, membeli properti mungkin lebih ekonomis daripada menyewa. Namun, membeli lokasi restoran membutuhkan uang yang sangat besar sebagai uang muka. Selain itu, karena ini adalah aset, Anda mungkin tidak akan mendapatkan potongan pajak. Di sisi lain, mengambil sewa hanya membutuhkan sedikit uang deposit biasanya sewa beberapa bulan. Ini bagus untuk wirausahawan yang memiliki anggaran rendah. Juga, perhatikan bahwa beberapa lokasi tidak dapat dibeli karena batasan pemerintah. Jadi, dalam hal ini, menyewa adalah satu-satunya pilihan. Plus, jika Anda menggunakan lokasi sewaan, Anda mungkin juga memenuhi syarat untuk potongan pajak. Bonus Jaringan restoran besar seperti McDonald's mengikuti strategi cerdas. McDonald's tidak hanya dalam bisnis makanan; mereka juga berkecimpung dalam bisnis real estat. Ia membeli properti, membangun restoran, dan kemudian menyewakannya kepada pewaralaba. Contoh Persyaratan Lokasi Restoran Ini adalah contoh praktis dari analisis lokasi. Anda dapat menggunakan ini sebagai template saat memilih lokasi restoran Anda. Persyaratan lokasi Contoh Populasi minimum Kota dalam radius 5 km / 3 mil Luas minimum kaki persegi / meter persegi Parkir jika ada 15 slot Lokasinya harus mudah dijangkau Kecepatan lalu lintas maksimum yang disukai 35 mil per jam / 60 km / jam Memiliki setidaknya satu bisnis pelengkap di dekatnya Tidak boleh memiliki lebih dari 3 pesaing langsung di wilayah tersebut Pendapatan rumah tangga yang diinginkan $ - $ Catatan Ini tidak berarti persyaratan lokasi Anda harus persis sama dengan ini. Ini untuk memberi Anda perkiraan kasar. Restoran Bagus Di Lokasi Buruk? Lokasi memang penting, tetapi bukan berarti lokasi yang salah akan selalu menyebabkan restoran gagal. Meski sukses akan menantang tapi bukan tidak mungkin. Misalnya, sebuah restoran bernama ' Kopi Underdog ' menjadi sukses meski lokasinya buruk. Bagaimana? Mereka menggunakan biji kopi berkualitas tinggi, yang lebih baik dari pesaing mereka. Juga, mereka menciptakan rambu-rambu backlit yang menarik untuk menarik perhatian pelanggan. Tip Cara terbaik untuk membuat restoran Anda sukses meskipun lokasinya buruk adalah dengan membangun keberadaan online dan memulai layanan pengiriman. Namun, cobalah untuk mendapatkan lokasi terbaik yang Anda bisa.
Jakarta - Restoran harus menyesuaikan operasional mereka pascapandemi COVID-19. Salah satu hal utama, menghadirkan pengalaman minim sentuhan bagi COVID-19 membuat banyak hal berubah hingga akhirnya muncul istilah new normal atau kenormalan baru. Kini semua bisa kembali beroperasi atau berjalan dengan semestinya, namun dengan mengikuti serangkaian protokol guna mencegah penyebaran virus kuliner, khususnya restoran, harus menyiapkan berbagai hal untuk bisa menyambut pengunjung kembali bersantap di tempat. Protokol minim sentuhan perlu diterapkan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan pegawai restoran. Binwise 18/6 merangkum hal-hal apa saja yang perlu dilakukan pengelola restoran untuk menghadirkan pengalaman minim sentuhan. Mulai dari soal reservasi tempat sampai mekanisme pembayaran ReservasiCara Restoran Hadirkan Pengalaman Minim Sentuhan Bagi Pengunjung Foto Getty Images/iStockphoto/gerenmeReservasi adalah hal penting sebelum bersantap di restoran. Pihak restoran kini sebaiknya menggunakan aplikasi atau fitur yang memungkinkan pengunjung bisa reservasi untuk meminimalisir pengunjung tak datang nantinya, pihak restoran perlu berstrategi. Caranya dengan mengonfirmasi kembali ketika waktu reservasi mereka segera tiba. Hal ini untuk mengingatkan mereka dengan reservasi yang sudah dibuat. Pihak restoranpun bisa dapat reservasi secara fisik, pastikan pihak restoran memiliki tempat yang berjarak sehingga pengunjung tidak berkerumun. Kalaupun ada bangku untuk menunggu, bisa diberi jarak supaya tidak terlalu dekat satu sama Juga 5 Protokol Minim Sentuhan di Restoran, Pindai Menu sampai Robot Pelayan Simak Video "Catat! Aturan Baru Jika Mau Makan di Mal Kota Kasablanka" [GambasVideo 20detik]
D. French Service Bentuk service ini bisa juga dinamakan dengan gueridon service atau continental service. Makanan dapat di masak di depan tamu kemudian dihidangkan di platter diperlihatkan kepada tamu sebelum disajikan kemudian diletakkan di atas kereta dorong dan chief de rang memindahkan ke piring tamu yang di bantu oleh commis de rang. Pelayanan jenis ini menempati urutan pertama, merupakan kombinasi antara Russian Service dengan American Service. Special Service Pelayanan Special Khusus Pelayanan spesialkhusus adalah pelayanan restoran yang menyajikan makanan khas dan diikuti dengan sistem penyajian yang khas dari suatu negara tertentu, seperti restoran Chinese, Jepang, Korea, Italy, dan sebagainya. Klasifikasi Metode Pelayanan di Restoran Pada dasarnya metode pelayanan makanan dan minuman direstoran dibagi menjadi tiga yaitu, Self Service melayani sendiri, waiteress service pelayanan pramusaji dan special service pelayanan khusus. Pelayanan jasa hotel tidak terlepas dari contact personal yang sangat penting dalam menentukan karakter pelayanan, setiap perusahaan memerlukan service excellence pelayanan yang unggul, yakni suatu sikap atau cara karyawan waiteress dalam melayani tamu secara memuaskan. “ Secara garis besar ada 4 empat unsur pokok dalam konsep kualitas pelayanan, yaitu Kecepatan,.Ketepatan, Keramahan, Kenyamanan”. Universitas Sumatera Utara Keempat komponen tersebut merupakan satu kesatuan pelayanan yang terintegrasi, maksudnya pelayanan atau jasa menjadi tidak excellence bila ada komponen yang kurang. Untuk mencapai tingkat excellence setiap waiteress harus memiliki keterampilan tertentu dan caranya berpenampilan baik dan rapi, bersikap ramah, memperlihatkan gairah kerja dan sikap selalu siap untuk melayani, tenang dalam bekerja, tidak tinggi hati karena merasa dibutuhkan, menguasai pekerjaannya yang berkaitan pada bagian atau departemennya maupun bagian lain, mampu berkomunikasi dengan baik, dapat memahami bahasa isyarat gesture, dan memiliki kemampuan menangani keluhan tamu secara profesional. Kualitas pelayanan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan tamu serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Fasilitas yang Dimiliki Sebuah Restoran Secara Umum Restoran adalah ruangan yang dijadikan sebagai sarana perjamuan umum di hotel. Dalam sebuah restoran harus tersedia perlengkapan dan peralatan dalam jumlah yang memadai yang akan menunjang kelancaran operasional di restoran, serta mempunyai mutu dan penampilan yang baik karena citra restoran dapat dibangun melalui kualitas perlengkapan dan peralatan yang disediakan. Tanpa adanya perlengkapan dan peralatan, restoran tidak bisa memenuhi kebutuhan makanan dan minum tamu. Agar kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik, pihak FB Department harus memperhatikan perlengkapan dan peralatan yang disediakan seperti Perlengkapan restoran meja,kursi,side stand, dispencer counter,gueridon; Perlengkapan meja makan ashtray,saltpaper Universitas Sumatera Utara shaker,napkin,sugar bowl sugar spoon,tootholder; peralatan makan silver ware,china ware,glass ware; Linen meja makan moulten,place mats, tablecloth, guest napkin, skirting, cleaning towels. Fasilitas yang di gunakan di restoran umum adalah 1. Perlengkapan Restoran a. Meja dengan berbagai ukuran dan bentuk yang bervariasi. b. Kursi yang disesuaikan dengan jenis restoran. c. Side standboard adalah perlengkapan yang berbentuk meja atau lemarirak. Fungsinya sebagai alat bantu pelayanan yaitu tempat penyimpanan alat-alat pelayanan dan bumbu-bumbu. Memiliki banyak kotak atau laci sehingga peralatan dapat disimpan sesuai kelompoknya. d. Dispencer counter berupa sebuah meja panjang counter desk yang biasanya diletakkan ditempat yang strategis disudut ruangan restoran. Fungsinya tempat menyimpan berbagai peralatan juga di gunakan tempat meletakkan sementara makanan yang baru diterima dari dapur atau meletakkan peralatan kotor sebelum di kirim ke diswashing area. e. Gueridon adalah kereta dorong untuk membawa makanan dalam jumlah yang banyak juga untuk keperluan clear-up peralatan dari meja tamu. Universitas Sumatera Utara 2. Perlengkapan Meja Makan Table Accessories Yang termasuk perlengkapan meja makan ini adalah salt and pepper shaker, ashtray, flower vase, table number, cremermilk jug, napkin, sugar bowl sugar spoon, tootholder, candle holder, jam dish and spoon. 3. Peralatan Makan Equipment a. Silver ware adalah peralatan makan yang terbuat dari bahan perak atau stainless steel, bentuknya berupa sendok makan, garpu, pisau makan dan lain-lain b. China Ware yaitu peralatan makan yang bisanya terbuat dari bahan keramik atau porselin. Alat ini berupa piring plate, cangkir cup sauce disk,coucer dan lain-lain c. Glass Ware adalah peralatan yang terbuat dari bahan kaca seperti gelas. 4. Linen Meja Makan a. Moulten Silencer • Agar permukaan meja tidak rusak akibat hidangan yang disajikan dalam keadaan panas. • Meredam bunyi yang timbul akibat terbenturnya alat makan dengan permukaan meja. • Agar permukaan meja terhindar dari noda akibat sauce yang tumpah b. Place mats Fungsinya sebagai pengganti table cloth tetapi ada kalanya di pergunakan sebagai alas c. Table cloth berfungsi sebagai penutup badan meja alas meja. d. Guest napkin Fungsi utamanya adalah untuk membersihkan mulut. Universitas Sumatera Utara e First towel Fungsi utama untuk membersihkan muka selesai makan. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Memiliki sebuah cafe atau coffee shop adalah salah satu usaha yang sangat tenar sekarang ini. Banyak sekali pengusaha-pengusaha, baik itu yang sudah berumur maupun yang masih muda mulai menjalankan usaha dengan membuka sebuah cafe. Karena hal itulah, usaha wiraswasta dengan membuka sebuah cafe mempunyai banyak sekali saingan akhir-akhir ini. Para pengusaha atau pemilik cafe berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas cafe terbaik untuk dapat unggul dari cafe saingan mereka. Fasilitas Yang Harus Ada Pada Cafe1. Wifi2. Stop Kontak3. AC atau Pendingin Ruangan4. Spot Foto5. Toilet6. Smoking Room atau Outdoor Area7. Kursi Anak-Anak8. Permainan9. Koran Atau Novel10. Halaman ParkirFasilitas Cafe Mana yang Kamu Perlukan?Pertanyaan yang Sering Diajukan? Fasilitas Yang Harus Ada Pada Cafe Fasilitas ini biasanya tersedia secara gratis untuk para pelanggan yang membeli makanan ataupun minuman. Nah, inilah 10 fasilitas cafe yang bisa kamu sediakan agar dapat mendongkrak bisnismu! 1. Wifi Fasilitas pertama dan paling utama dari semuanya adalah Wifi. Sekarang ini tidak perlu ragu lagi untuk membuat fasilitas wifi gratis dan cepat untuk tempat bisnis kamu. Layanan ini memang sangat penting dan terkadang menjadi tolak ukur orang dalam menilai sebuah cafe maupun tempat nongkrong. Selain untuk makan dan mencicipi hidangan, banyak orang yang menjadikan cafe sebagai tempat belajar ataupun bekerja. Mereka biasanya melakukan ini karena identitas cafe yang akrab dengan ketenangan. Tidak sedikit juga orang yang gagal untuk memesan dan nongkrong pada sebuah cafe yang tidak memiliki fasilitas wifi. Kamu tentunya tidak ingin dong para pelanggan pergi hanya karena hal ini? 2. Stop Kontak Nah untuk fasilitas kedua ini berhubungan erat dengan fasilitas sebelumnya. Hal ini penting kamu sediakan pada setiap meja yang ada pada cafe kamu. Pasti ada diantara para pengunjung cafe milikmu yang membutuhkan pengisi daya untuk gadget mereka. Fasilitas cafe satu ini juga dapat memanjakan para pengunjung karena mereka dapat menggunakan internet gratis dari wifi cafe dan bisa terus menerus internetan tanpa harus memikirkan bagaimana jika baterai gadget mereka habis. Mungkin kamu akan memikirkan dampak lain dari memasang stop kontak beserta wifi pada cafemu. Seperti bagaimana jika para pengunjung cafe mu terlalu nyaman berada pada cafe mu sampai mereka tidak ingin pulang padahal mereka hanya memesan makanan yang murah? Kamu bisa mengakalinya dengan hanya membuat satu colokan stop kontak pada setiap meja yang ada. 3. AC atau Pendingin Ruangan Banyak orang yang mendatangi wifi dengan harapan dapat mendinginkan diri pada siang hari yang terik. Hal ini juga berdasar dari kenyataan bahwa banyak cafe-cafe yang buka dan ramai pada waktu siang hari. Maka dari itu, fasilitas cafe selanjutnya yang bisa kamu adakan pada cafe kamu adalah membuat pendingin ruangan AC atau Kipas Angin. Pendingin ruangan itu tidak perlu terlalu banyak, yang penting cukup untuk melawan teriknya matahari. 4. Spot Foto Fasilitas cafe keempat yang bisa kamu pikirkan adalah membuat spot foto. cafe-cafe unik dan aesthetic memang sangat dicari oleh para pengunjung belakangan ini. Banyak sekali orang yang bertemu sapa ataupun berkumpul dengan teman-teman lama mereka pada cafe yang menurut mereka cantik. Usahakan membuat eksterior cafe milikmu secantik mungkin namun tetap dalam citra yang ingin kamu tampilkan. Misalnya jika kamu ingin membuat cafe minimalis dengan tema retro yang notabene kental dengan vibe vintagenya, namun kamu malah mendekorasi cafe dengan warna-warna cerah dan nabrak. 5. Toilet Fasilitas ini juga cukup penting untuk menambah nilai citra cafe kamu di mata pelanggan, loh. Kebersihan adalah salah satu faktor utama yang harus ada pada setiap rumah makan publik. Bukan hanya kebersihan dalam segi makanan dan dekorasi cafe, kamu juga harus menetapkan kebersihan pada toilet cafe. Kamu tidak mau kan citra baik yang kamu bangun dengan dekorasi-dekorasi yang menarik mata akan terhapus karena kamu mempunyai toilet yang jorok? Selain itu, hiaslah toiletmu sedemikian rupa karena para pengunjung khususnya yang wanita senang untuk berfoto dalam toilet. Hal ini pasti hanya akan terjadi jika toilet cafe kamu dinilai cukup menyenangkan mata. 6. Smoking Room atau Outdoor Area Fasilitas cafe yang keenam yang wajib ada pada cafe kamu adalah adanya tempat bebas rokok. Kamu perlu tahu bahwa akan kamu tidak mungkin memberi peraturan pada pengunjung cafe untuk tidak merokok. Selain itu, kamu juga perlu menjaga para pelanggan yang lain yang kemungkinan tidak menyukai asap rokok. Apalagi jika cafe mu mempunyai pendingin ruangan, biasanya asap rokok yang terhembus akan terhisap ke dalam Air Conditioner dan akan membuat seluruh ruangan cafe kamu berbau asap rokok. Maka dari itu, sediakanlah ruangan khusus bebas asap rokok atau smoking room pada cafe kamu. Kamu juga bisa membuat area outdoor untuk para pengunjung kamu yang ingin merokok dengan bebas. 7. Kursi Anak-Anak Selanjutnya, kamu bisa menyediakan kursi khusus untuk anak-anak pada cafe milikmu. Para pelanggan yang datang ke cafe mu tentunya berasal dari kalangan mana saja. Bisa dari anak sekolahan, pekerja kantoran, ataupun keluarga yang membawa serta anak mereka. Untuk anak-anak kecil, memakai bangku normal akan membuat mereka kesulitan dalam mengambil makanan mereka karena tubuh mereka yang notabene masih mungil. Maka dari itu, kamu bisa menyediakan kursi tinggi khusus anak-anak agar mereka dapat menyantap hidangan mereka dengan nyaman. 8. Permainan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cafe mempunyai banyak sekali fungsi selain untuk memesan makanan. Banyak orang yang pergi ke cafe untuk berkumpul bersama dengan teman-teman mereka, ataupun untuk menghabiskan waktu sendiri. Untuk itu, kamu perlu menyediakan fasilitas yang dapat mengurangi rasa bosan dan meningkatkan kebersamaan. Permainan-permainan yang kamu sediakan tidak perlu harus mahal ataupun besar sampai kamu harus merogoh kocek yang dalam. Kamu bisa menyediakan permainan-permainan simple seperti kartu uno, atau balok. Bisa juga kamu menyediakan dam batu yang terkenal akan keseruannya jika dimainkan secara bersama. Selain itu, menyediakan fasilitas permainan juga berguna agar para pengunjung cafe mu dapat sabar menunggu saat kamu menyiapkan pesanan mereka. 9. Koran Atau Novel Fasilitas cafe ke Sembilan yang bisa kamu sediakan saat ingin membuka cafe baru adalah bahan-bahan bacaan seperti Koran atau novel. Tidak sama dengan permainan-permainan yang biasanya dimainkan secara berkelompok dengan para sahabat ataupun teman lain. Menyediakan bahan bacaan bisa membuat pengunjung cafe mu yang datang sendirian juga bisa meluangkan waktu mereka tanpa harus memakai gadget. Kamu bisa menyediakan Koran pada hari itu, ataupun novel-novel seru dengan banyak genre. Fasilitas cafe seperti ini sudah banyak diterapkan oleh para pemilik rumah makan. 10. Halaman Parkir Nah, fasilitas terakhir yang bisa kamu sediakan adalah lahan parker yang mumpuni dan cukup untuk menampung banyak kendaraan. Banyak sekali cafe-cafe tidak terlalu mementingkan adanya lahan parkir untuk cafe mereka dan selalu terfokus pada dekorasi dan hal-hal lain. Padahal memiliki halaman parkir luas juga sebuah fasilitas untuk para pelanggan, loh. Bayangkan jika kamu ada pada posisi pelangganmu, kamu ingin datang ke sebuah cafe yang terkenal nyaman dan makanannya yang enak, tapi ternyata tempat tersebut sangat sempit sehingga kamu harus memarkirkan kendaraanmu agak jauh dari cafe tersebut. Tentu kamu akan pikir dua kali untuk kembali, kan? Itulah mengapa pentingnya mempunyai halaman parkir yang luas. Pastikan bahwa halaman parkir milikmu dapat menampung beberapa kendaraan sesuai dengan berapa orang yang dapat kamu tampung untuk makan di cafemu. Selain itu, pastikan juga halaman parkir cafe mu tersebut sudah aman dengan mempekerjakan beberapa orang penjaga atau dengan menggunakan tiket karcis. Hal ini supaya menjaga pengunjungmu agar tidak khawatir sehingga tidak dapat menikmati makanan mereka dengan santai. Fasilitas Cafe Mana yang Kamu Perlukan? Seperti itulah 10 fasilitas cafe yang wajib ada jika kamu ingin membuat tempat makan baru yang berkualitas. Tetap pastikan bahwa para pelanggan mu dapat mengakses fasilitas yang kamu beri dengan gratis tanpa harus mengurangi biaya tambahan. Fasilitas yang unggul dapat menjadikanmu sebagai cafe yang lebih unggul dibanding para sainganmu. Hal ini pastinya akan membuat para pelanggan senang untuk kembali. Semoga bermanfaat! Dapatkan berbagai informasi maupun tips bisnis kuliner untuk membesarkan bisnis kulinermu tentunya hanya di Pertanyaan yang Sering Diajukan?
Montréal suscite l’appétit des fins gourmets et des restaurateurs. Si certains se lancent tête baissée en affaires au risque d’y laisser des plumes, d’autres ont choisi de ne rien laisser au hasard pour faire vivre leur restaurant d’une main de maître. C’est le cas de Jérôme Ferrer, Frédéric Coupard du Breizh Café et Imad Nabwani du Pois Penché il gère aussi l’Hôtel Chez Swann et Henri Brasserie française qui soignent quotidiennement leurs tablées à Montréal. Selon les plus récentes données de Statistique Canada, la ville de Montréal compte plus de 6 450 bars et restaurants, soit 600 bars, 3 500 restaurants à service complet et 2 350 établissements de restauration à service restreint incluant les cafés et les établissements de restauration rapide. “En ce qui a trait aux ouvertures et fermetures de ces établissements, la Ville de Montréal ne dispose pas de données sur les taux de roulement. Cependant, puisque le nombre d’établissements de ce secteur est en croissance au cours des dernières années, il est juste d’affirmer qu’un établissement de restauration qui ferme est rapidement remplacé par un nouvel établissement”, nous a confié Jules Chamberland-Lajoie, attaché de presse de la Ville, interrogé sur le nombre de restaurants qui ferment chaque année dans la métropole. Sur le site de l’Association des restaurateurs du Québec, on apprend qu’en 2017, 263 restaurants ont fait faillite au Québec et sur celui du MAPAQ, responsable de l’octroi de permis d’exploitation pour les établissements des secteurs de l’alimentation, on lit que la valeur estimée des ventes du secteur de la restauration était de 16 milliards de dollars en 2017, soit une croissance de 7% par rapport à 2016. Alors comment se faire une place et résister dans un secteur en mouvement permanent ? Éléments de réponses et conseils de pros. 1- Trouver un concept qui tient la route et qui répond à un réel besoin La première clef pour réussir ? Se démarquer de la concurrence. “Avoir une bonne idée c’est bien, mais il faut évaluer sa viabilité du point de vue financier. L’élaboration d’un plan d’affaires est primordiale car cela permet de se poser les bonnes questions”, confie Frédéric Coupard, le Breton à la tête du Breizh Café sur le boulevard Saint-Laurent depuis 6 ans. “Ici, les banques sont frileuses à l’idée de prêter aux gérants de restaurants parce qu’il y a beaucoup de faillites ! À Montréal, un restaurant sur deux qui ouvre ne survit pas plus de 3 ans il y a trop de concurrence et trop de gens qui se lancent sans avoir de compétences de gestion. Ça ne marche pas comme ça!”, nous racontait déjà le patron en 2017. De son côté, en janvier 2019, Jérôme Ferrer a lancé son nouveau restaurant sobrement nommé “Jérôme Ferrer” pour se concentrer sur une seule et même affaire. “On a mis mon nom en avant avec un concept complètement nouveau bistrot le midi, grande table en soirée, salon de thé en après-midi, comptoir à emporter et lounge-bar aussi. C’est tout un petit complexe réuni sous le même toit, c’est mieux mais ça n’empêche pas d’avoir peur c’est un investissement plus que majeur”, nous a confié le chef français qui doute quotidiennement. “On a toujours peur que ça ne fonctionne pas, que les clients ne soient pas au rendez-vous, etc. Il n’y a rien d’acquis dans notre métier !”, a rappelé le restaurateur qui ne voit pas la concurrence d’un mauvais oeil, au contraire. “Mais il ne faut pas oublier que le parc clientèle reste le même donc les parts de tarte sont plus petites. La clientèle locale se dilue de plus en plus avec le nombre de belles tables existantes, tant mieux ! Il y a un nettoyage qui se fait tout seul les tables les plus stables vont tenir, les autres disparaîtront”, a expliqué Jérôme Ferrer saluant au passage le savoir-faire remarquable de la gastronomie montréalaise. 2- Savoir bien s’entourer et souvent de meilleurs que soi Ouvrir un restaurant est avant tout un travail d’équipe. Frédéric Coupard l’a bien compris en cuisine, il a pris soin de faire appel à un “vrai” crêpier pour confectionner les assiettes qu’il propose à ses clients. “Il a lui-aussi tenu une crêperie à Rennes pendant 7 ans, il a donc une solide expérience de travail. Certaines personnes n’arrivent pas à faire des crêpes, c’est manuel, c’est toute une gestuelle !”, nous confiait le gérant du Breizh Café, toujours entouré de “bons” employés qui ont à coeur la réussite de l’entreprise. En ouvrant son nouveau restaurant, Jérôme Ferrer avoue qu’il a pu renouer avec sa première passion la cuisine. “À un moment donné, dans mon ancien établissement, je consacrais plus de temps à l’administration qu’à la cuisine, je n’étais plus dans mon élément. J’ai voulu me recentrer”, raconte celui qui a toujours su bien s’entourer et reconnaître les compétences de ses employés. Pour Imad Nabwani aussi, sa team est sacrée. “Pour réussir, il n’y a pas de secret, il faut engager la meilleure équipe ! Vous avez de grande chance de réussir si vous êtes bien entouré. Le reste, c’est facile rires”, nous a confié celui qui est “parti de 0” et qui a gravi les échelons un à un à force de persévérance. “C’est aussi grâce à mes collègues et à mes associés que j’y suis arrivé”. 3- Cibler l’emplacement idéal Être vu de tous et donner envie d’entrer, cela coule de source mais on l’oublie parfois. C’est la manière la plus efficace de rejoindre sa clientèle cible. “Personne n’aurait l’idée d’aller ouvrir une boutique de climatiseurs à Iqaluit, par exemple !”, lance le crêpier breton avec ironie. Autre astuce avant d’acheter un établissement, il est bon de questionner le voisinage sur la tendance du quartier mais aussi de “flâner” de jour comme de nuit pour éviter une erreur de positionnement. Mieux vaut prévenir que guérir. 4- Travailler dans le domaine avant de se lancer “C’est en forgeant qu’on devient forgeron”. L’adage est aussi valable pour le métier de restaurateur, en particulier au service et en cuisine. “Si vous voulez ouvrir une pizzeria, allez travailler dans une pizzeria un an ou deux avant de vous lancer en affaires. Cela permet de comprendre le comportement de consommation de la clientèle qui peut être très différent de ce que l’on imagine au départ, surtout si l’on vient d’une autre ville ou d’un autre pays”, explique Frédéric Coupard. 5- Savoir compter ses dépenses et ses recettes mais pas ses heures Un restaurant est un commerce comme les autres avec les dépenses et les recettes plus ou moins bonnes qui vont avec. “À la fin de l’année, si vous n’êtes pas rentable, vous allez y laisser votre chemise ! C’est important d’avoir des compétences en gestion. En restauration, il y a des ratios à respecter seuil de rentabilité, “food cost”, etc. Mieux vaut s’y connaître”, rapporte le Breton de Montréal qui conseille aussi de garder des économies au frais, “au cas où”. “Attendez-vous à ne pas vous verser de salaire pendant la première année, voire plus… J’ai vécu la première année avec seulement les pourboires que je faisais durant le service, par exemple”, se souvient celui qui suit maintenant ses ventes tout au long de l’année pour prévoir ses stocks et son personnel en fonction de l’occupation. Jérôme Ferrer non plus ne compte plus les heures passées dans son établissement de 8h à 1h du matin, il est aux fourneaux entre autres. “Il n’est pas rare que je travaille 15 à 16 heures par jour ! Physiquement et mentalement, je suis brûlé. C’est inhumain !”, nous a confié le chef français qui consacre sa vie à la restauration. “Nombreux sont les restaurateurs qui ne perçoivent pas de salaire lorsqu’ils se lancent. Après avoir payé ses fournisseurs, ses charges et ses employeurs, il suffit de regarder ce qu’il reste…”, explique Jérôme Ferrer qui, malgré tout, encourage les passionnés à ne pas lâcher et à se battre pour embrasser cette vocation de restaurateur qui n’est pas un “métier” selon lui. “Il faut être prêt à se sacrifier pour le plaisir des autres, il faut être dévoué et aimer ça”. Imad Nabwani n’y va pas par quatre chemins “Est-ce que vous êtes capable de sacrifier votre temps, votre énergie et votre argent ? C’est la première question que je poserais à quelqu’un qui voudrait ouvrir un restaurant ici ou ailleurs”, lance le restaurateur avant de rappeler qu’être restaurateur c’est aussi travailler pendant que les autres sont en vacances. “Ça joue aussi sur le côté personnel et familial, il faut s’y préparer”. 6- Ne pas mélanger travail et famille “Si vous prenez un ou plusieurs associés, évitez de prendre votre meilleur ami en règle générale, l’amitié et l’argent font rarement bon ménage”, lance Frédéric Coupard, en toute franchise. Même son de cloche du côté de Nicolas Letenneur qui, lors de la fermeture de son établissement, nous confiait “Et surtout, évitez de vous associer ou de faire affaire avec vos proches, cela finit rarement bien”, confiait celui qui en avait fait les frais à ses dépens. 7- Être polyvalent Savoir tout faire, c’est peut-être le secret le mieux gardé de ces couteaux suisses qui réussissent dans le milieu. “Peut-être pas tout mais le plus de choses possibles, c’est déjà bien ! Dites-vous que si vous ne savez pas faire quelque chose, vous allez devoir payer quelqu’un pour le faire à votre place !”, lance Frédéric Coupard, qui n’a pas les deux pieds dans le même sabot. 8- Miser sur l’expérience-client Maintenir une constance dans la qualité de l’expérience vécu par le client, autant dans l’assiette que dans le service, tel est le credo du patron breton. Un concept que partage totalement Jérôme Ferrer. “Quand on va au restaurant, on recherche avant tout une expérience. Que ce soit dans un fast food ou dans une grande table, l’expérience client est primordiale ! Le show dure deux heures mais il y a dix heures de travail derrière”, raconte le chef qui invite les intéressés à être de plus en plus à l’écoute des consommateurs et de comprendre leurs besoins. “Il faut arrêter de rester trop terre à terre, on travaille pour les clients !”, rapporte celui qui a pris soin d’adapter ses menus aux véganes et aux allergiques au gluten/lactose, par exemple. “Personne n’est allergique au bonheur ! Tout le monde a le droit de vivre une expérience et de ne pas se contenter d’une simple salade ou d’un potage.” D’après lui, la restauration c’est aussi et surtout du marketing il y a toujours des parts de marché à aller chercher. “Il y a encore des carences, à nous d’aller chercher une nouvelle clientèle”, nuance Jérôme Ferrer. Dans le restaurant de Jérôme Ferrer, il est possible de déguster quelques huîtres en arborant fièrement un casque de réalité virtuelle où l’on plonge dans une pêche aux huîtres à Caraquet, comme ici. Expérience client mémorable ! 9 – S’adapter aux conditions météorologiques parfois difficiles au Canada La restauration est une activité en montagne russe, avec des périodes très occupées et d’autres beaucoup moins. Savoir pourquoi on a des moments plus occupés dans l’année permet d’anticiper pour les fois suivantes. “Au Breizh café, on a pris l’habitude d’écrire la météo du jour sur le livre de réservations cela explique souvent pourquoi on a eu du monde ou pas ce jour là.” Pour Jérôme Ferrer aussi, la météo est un facteur crucial qui change la donne. “Ici, le climat est un adversaire redoutable ! Quand il fait -30° avec des tempêtes de neige en prime, je peux comprendre les clients qui n’ont pas envie de sortir pour aller au restaurant”, rapporte le chef français qui s’est fait une raison. 10- Fidéliser sa clientèle régulière “On a mis en place un “cardex client” un petit carnet où on note le nom des clients habitués avec ce qu’ils ont l’habitude de commander. Cela permet aux nouveaux employés d’être au courant et aux petits soins”, confie le patron du Breizh Café qui bichonne ses habitués. Imad Nabwani prévient aussi celles et ceux qui voudraient se lancer “Aimez-vous suffisamment le contact humain, le rapport avec les clients ? Car cela fait partie de notre travail au quotidien, il faut le savoir avant d’ouvrir un restaurant”, rapporte le Montréalais d’adoption qui conseille aux intéressées de développer leur capacité de communication et de diplomatie. “Il faut être capable de dealer » avec tout le monde”. 11- Être là Être présent, cela peut sembler évident et pourtant, rares sont les chefs à parader dans leur restaurant. “En général, les clients apprécient quand le patron/la patronne est là !”, lance Frédéric Coupard qui le constate régulièrement. Même son de cloche du côté de Jérôme Ferrer qui a fait en sorte d’aménager son nouveau restaurant pour être vu par ses clients. “La cuisine est vitrée, on me voit en action ! C’est la première fois que je fais ça, c’était un peu déstabilisant au début ! Maintenant, c’est ce qui me fait carburer. Tout le monde peut venir me voir, me parler et même parfois me remercier. Aujourd’hui, on doit la transparence à nos clients”, raconte Jérôme Ferrer qui n’hésite pas à comparer les chefs cachés en cuisine à des chanteurs qui feraient du playback en concert. “Tu as envie de le voir transpirer l’artiste ! C’est pareil en cuisine et c’est un privilège pour les gens de pouvoir jaser avec moi pendant leur pause lunch ou autre.” 12- Acquérir une notoriété “En Europe, acquérir une notoriété, ça peut prendre des années. En Amérique du Nord, il y a toujours ce phénomène de buzz médiatique qui est très présent et de foodies qui se déplacent …. Il suffit que tu aies un bon article publié dans la presse ou un buzz créé autour de toi pour que ton établissement décolle”, raconte Jérôme Ferrer qui estime que l’effet “buzz” peut durer 4 mois maximum. Et après ? “Il faut parvenir à durer dans le temps et ne pas surfer sur une vague. On ne rentabilise pas un établissement en 3 mois ni en 3 ans”, explique le chef avant de rappeler que 3 restaurants sur 5 font faillite en moins de 5 ans. “Et sur les deux qui restent, il y en a un qui va fermer dans les années qui suivent. Au bout de 10 ans, seul un restaurant survit !”. Selon lui, il n’y a pas de secret pour tenir il faut de la persévérance, du courage, de la ténacité. Bonus enfin, pour les superstitieux, rien ne vous empêche de coller un billet de 1$ US au dessus de votre caisse. “Il paraît que cela porte bonheur !”, a confié Frédéric Coupard, qui ne décollera pas son billet de sitôt.
fasilitas yang ada di restoran