fasa dalam instalasi listrik yaitu
Padaartikel sebelumnaya sudah dijelaskan tentang mengenal instalasi starting motor star - delta, saat ini saya akan coba jelaskan tentang motor listrik 3 fasa forward reverse atau bisa juga disebut sebagai motor 3 phasa putar kanan dan putar kiri. Dalam aplikasinya, metoda memutar balikan arah putaran pada sebuah motor sering digunakan pada mesin mesin produksi baik dalam industri kecil
InstalasiPenerangan Listrik kelas XII Wednesday, August 25, 2021 Menunjukkan Prosedur pemasngan Instalasi Penerangan 3 fasa sesuai dengan PUIL PHB memiliki banyak arti dalam bahasa Indonesia yaitu panel hubung bagi, papan hubungan bagi, selain itu biasanya disebut juga dengan perangkat hubung bagi. Pada umumnya PHB (panel hubung bagi
GAMBARINSTALASI FASA 1 DAN FASA 3. 6.1. Pengertian Listrik 1 Phasa. Listrik 1 phasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kawat penghantar yaitu 1 kawat phasa dan 1 (bertegangan) kawat 0 (netral). Umumnya listrik 1 phasa bertegangan 220 volt yang digunakan banyak orang. Biasanya listrik 1 phasa digunakan untuk listrik perumahan, namun
Padaartikel ini kita akan membicarakan tentang Perencanaan Instalasi Listrik 3 Phase. Pengertian dari listrik 3 phase adalah suatu listrik AC (Alternating Current) yang menggunakan 3 penghantar dengan tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut fasa 120 o. Dalam koneksi penghantar tersebut terdapat 2 macam hubungan, yaitu hubungan bintang dan
motorinduksi tiga fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan jarak antara 0,4 mm sampai 4 mm. tipe dari motor induksi tiga fasa berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor
mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Pernahkah anda mendengar tentang instalasi listrik fasa? Phase? Atau fase?. Istilah phase, fasa, atau fase itu sendiri yang seutuhnya adalah arus listrik “positif” saja. Tidak ada embel-embel arus netral maupun arde. Kata phase itu sebenarnya sama dengan arus listrik positif. Banyak orang mengartikannya fasa sebagai sebuah bentuk instalasi dari aliran listrik yang terpasang seutuhnya, bukan hanya arus listrik “positif” saja. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa kata fase, fasa, atau phase sebagai sebuah aliran listrik yang terdiri dari arus positif, netral dan arde. Kerancuan istilah tersebut bertambah luas karena tidak ada pemahaman sejauh mana pemakaian istilah phase itu berlaku. Apakah hanya sebatas instalasi listrik yang dikerjakan oleh PLN dari kabel tiang listrik ke meteran di rumah? Atau, berlaku juga pada instalasi jaringan kabel di dalam rumah. Sebenarnya ruang lingkup pengertian pemakaian istilah fasa pada sebuah instalasi listrik dengan menggunakan sebutan phase-input dan phase-output. Pengertian instalasi listrik fasa, pada dasarnya dapat di cek dari pihak PLN sendiri, karena PLN menyediakan jasa pemasangan instalasi listrik mulai dari 1 hingga 3 phase. Semakin banyak jumlah phase yang dipasang pada sebuah instalasi listrik, semakin besar daya yang di distribusikan. Dalam penerapan-nya, instalasi listrik yang dipasang untuk kebutuhan bangunan rumah tinggal memiliki jumlah phase sebanyak satu satu phase. Sedangkan, untuk kebutuhan bangunan industri memiliki jumlah phase sebanyak tiga tiga phase. Untuk kebutuhan rumah tinggal, besaran daya listrik Watt tertinggi 1 satu phase yang sering saya temukan adalah 6600 Watt. Mungkin ada yang melebihi dari angka tersebut, saya kurang mengetahui batasan akhir besaran daya listrik per 1 phase. Jadi, pemahaman istilah phase pada instalasi listrik yang dipasang oleh PLN dapat dikatakan sebagai pengadaan arus listrik positif oleh pihak PLN pada Instalasi listrik satu phase-input dari PLN yang terpasang di bangunan rumah tinggal akan menghasilkan keluaran satu phase juga satu arus positif. Namun demikian, jika kita hendak menggunakan lebih dari satu arus positif di dalam rumah mis. bangunan bertingkat, keluaran satu arus positif ini dapat dipecah menjadi beberapa arus positif. Caranya dengan menggunakan beberapa unit MCB yang dikumpulkan dalam satu kotak dinamakan box MCB. Beberapa unit MCB ini dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan potongan kawat tembaga. Kemudian, salah satu dari unit MCB tersebut dihubungkan dengan arus positif yang terdapat pada kabel keluaran meteran PLN. Maka, arus listrik positif akan mengalir ke setiap unit MCB melalui perantaraan potongan kawat tembaga yang terhubung di setiap MCB. Dengan demikian, setiap unit MCB akan memiliki keluaran arus positif berdasarkan kapasitas yang dimiliki oleh setiap unit MCB itu sendiri. Seperti itulah pemahaman dari istilah phase-output, yaitu arus listrik positif keluaran dari meteran PLN sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Jadi, walau pun ada penambahan kata “input” atau “output” di belakang kata phase, keduanya tetap mengacu pada pengertian arus listrik “positif”. Penambahan kedua kata tersebut bertujuan hanya untuk mempermudah pemahaman sebaran arus listrik positif sesuai dengan tempat pemasangannya. Phase-input untuk menyatakan arus listrik “positif” pada jalur kabel mulai dari tiang listrik ke meteran di rumah bagian PLN. Sedangkan phase-output untuk menyatakan arus listrik “positif” pada jalur kabel dari box MCB ke dalam rumah. Terdapat satu karakteristik utama dari pasokan listrik arus bolak-balik atau AC yang memerlukan penjelasan, yaitu “fase”. Pada dasarnya pasokan listrik AC dibagi kedalam sirkuit satu fase dan tiga fase. Sirkuit AC satu fase memiliki dua buah kawat yang dihubungkan ke sumber listrik. Tidak seperti sirkuit DC yang arah arus listrik nya tidak berubah, maka dalam sirkuit AC arah arus berubah berkali-kali tiap detiknya tergantung pada frekuensi pasokan. Listrik 220 volt V yang dipasok ke rumah kita merupakan listrik AC satu fase dan memiliki dua buah kawat aktif’ dan netral’ . disitulah kejelasan dari instalasi listrik fasa. Published by niayupita Membahas tentang Kawat Nikelin serta jenis kawat lainnya View all posts by niayupita Published January 2, 2018January 17, 2018 Post navigation
100% found this document useful 2 votes561 views8 pagesDescriptionmateri instalasi listrik 1 fasaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes561 views8 pagesMateri Instalasi Listrik 1 FhaseJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Selain memahami tentang peralatan dan perencanaan instalasi listrik, seorang teknisi juga perlu memahami tentang kemampuan dalam membaca gambar kerja instalasi. Pada dasarnya, gambar kerja instalasi memiliki peranan yang vital dalam perencanaan instalasi. Hal tersebut dikarenakan hanya dengan menggunakan bantuan gambar, suatu proyek pemasangan instalasi dspan dilakukan. Dalam hal ini, gambar kerja atau gambar teknik adalah suatu bentuk perpaduan antara gambar sains dan gambar seni yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya di bidang mengetahui lebih lanjut mari kita mengetahui terlebih dahulu simbol-simbol dari gambar teknik untuk instalasi listrik Gambar Kerja Instalasi Listrik 1 FasaGambar teknik memiliki fungsi sebagai bahasa tertulis dalam bentuk gambar antara perencana dan pelaksana. Seorang ahli listrik harus dapat membuat, membaca, dan mengoreksi gambar. Gambar teknik juga mengandung unsur seni, tetapi juga harus memperhatikan aturan-aturan tertentu, seperti di Indonesia dalam dunia teknik listrik aturan yang ada antar lain PUIL Persyaratan Umum Instalasi Listrik.Produk yang dihasilkan dalam suatu perencanaan, yaitu gambar dan analisis. Gambar merupakan bahasa teknik yang diwujudkan dalam simbol-simbol. Gambar tersebut dapat berupa gambar sketsa, gambar proyeksi, gambar perspektif, gambar denah, serta gambar denah ruangan atau bangunan rumah gedung sangat diperlukan dalam pemasangan instalasi listrik, yaitu sebagai acuan pemasangan instalasi listrik pada rumah atau bangunan tersebut. Ada beberapa jenis gambar yang harus dikerjakan dalam tahap perancangan suatu proyek pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga yang baku menurut PUIL 2000. Rancangan instalasi listrik tersebut terdiri beberapa hal, yaitu sebagai Gambar SituasiGambar situasi harus menunjukkan dengan jelas letak gedung atau tempat, dimana instalasinya akan dipasang, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN. Keterangan-keterangan ini diperlukan PLN atau perusahaan listrik lainnya untuk dapat menentukan kemungkinan penyambungan dan SituasiYang menunjukkan gambar posisi gedung/bangunan yang akan dipasang instalasi listriknya ter-hadap saluran/jaringan listrik ter-dekat. Data yang perlu ditulis pada gambar situasi ini adalah alamat lengkap, jarak terhadap sumber listrik terdekat tiang listrik/ bangunan yang sudah berlistrik untuk daerah yang sudah ada jaringan listriknya. Bila belum ada jaringan listriknya, perlu digambar-kan rencana pemasangan tiang-tiang listrik. Keterangan A Lokasi bangunan B Jarak bangunan ke tiang C Kode tiang/transformator U Menunjukkan arah utara Pada dasarnya gambar tersebut memperlihatkan dimana letak suatu gedung yang akan kita pasang Instalasi Gambar InstalasiGambar Instalasi meliputi hal, yaitu berikut1 Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya pelayanannya, seperti titik lampu, kotak kontak sakelar, motor listrik, PHB, dan Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan penghasutnya, dan dengan gawai pengatur kecepatan yang merupakan bagian dari sirkuit akhir atau cabang sirkuit Gambar hubungan antara bagian sirkuit akhir tersebut dalam butir 2 dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut4 Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan Instalasic. Gambar Diagram Garis Tunggal dan Diagram Garis GandaDiagram garis tunggal biasanya disebut diagram perencanaan instalasi listrik, sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis tunggal diterapkan pada instalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung-gedung sederhana hingga gedung besar Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran nominal Keterangan mengenai jenis besar beban yang terpasang dan Ukuran dan besar penghantar yang dipakai4 Sistem Instalasi dengan Diagram Garis Tunggald. Gambar perincian atau keterangan yang diperlukan misalnya 1 Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung Cara pemasangan alat-alat listriknya3 Cara pemasangan Cara kerja instalasi kontrolnya kalau PerincihanSelain gambar-gambar diatas, dalam merancang atau menggambar instalasi listrik penerangan dan tenaga, juga dilengkapi dengan analisis data perhitungan teknis mengenai susut tegangan. Selain itu, perlu juga dilengkapi dengan daftar kebutuhan bahan instalasi, dan utmraian tekniks sebagai perlengkap, meliputi penjelasan tentang cara pemasangan peralatan atau seperti rumah tinggal, kantor, maupun sekolah yang dilengkapi sarana pendukung listrik dalam membangun. Hal tersebut supaya dapat berpungsi dan dihuni dengan baik, nyaman, serta memenuhi keselamatan. Dengan demikian diperlukan perencanaan gambar instalasi listrik yang cermat dengan mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan dalam dunia teknik instalasi listrik memegang peranan yang sangat vital dan menentukan dalam suatu perencanaan instalasi. Hal itu karena hanya dengan bantuan gambar suatu pekerjaan pemasangan instalasi dapat dilaksanakan. Instalasi bpeneramgan yang kecil dengan nilai daya pasang 450 VA, disebut instalasi listrik penerangan satu fasa, 1 grup dengan pengaman arus MCB 2 Ampere. Pelayanan tenaga listrik dari tiang jaringan listrik ke pemakai kWh + MCB merupakan tugas PLN. Adapun dari panel bagi kotak sekring sampai pemasangan titik nyala lampu dan kotak kontak dan satu unit grounding pentanahan merupakan tugas Biro Teknik Listrik BTL. Penempatan sakelar dekat pintu dan mudah dicapai oleh tangan. Arah tuas kutub sakelar harus sama baik saat menghidupkan ataupun dimatikan. Adapun pemasangan dan penempatan kotak kontak disesuaikan dengan beban yang akan disambung. Tinggi penempatan sakelar dan kotak kontak 150 cm di atas Syarat-syarat Instalasi ListrikPersyaratan umum instalasi listrik memiliki tujuan dan maksud untuk terselenggaranya instalasi listrik dengan baik. Peraturan tersebut lebih lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik, beserta perlengkapannya dan keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat Persyaratan Instalasi ListrikPersyaratan instalasi listrik berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan, pengujian, pelayanan, pemeliharaan, pengawasannya. Namun, ada beberapa persyaratan umum instalasi listrik ini tidak berlaku untuk beberapa hal sebagai Bagian dari instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan Bagian dari instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta api3 Instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara Instalasi listrik dibawah tanah dalam Instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 volt danbdayajyabtidak melebihib100 Syarat-syarat Instalasi ListrikSelain persyaratan umum instalasi listrik PUIL dan peraturan mengenai kelistrik yang berlaku, harus diperhatikan juga syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, yaitu sebagai Syarat EkomonisInstalasi listrik harus dibuat dengan baik, sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu mulai dari perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaannya semurah mungkin. Selain itu, kerugian daya listrik harus sekecil Syarat KeamananInstalasi listrik harus dibuat baik, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal tersebut berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan benda-benda disekitarnya dari kerusakan. Kerusakan tersebut akibat dari adanya gangguan masalnya tegangan lebih, gangguan hubung singkat, kelebihan beban, dan Syarat Keandalan Kelangsungan KerjaKelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin dengan baik. Dengan demikian, instalasi listrik harus direncanakan dengan baik, sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran listrik relatif kecil.
Listrik 1 phasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kawat penghantar yaitu 1 kawat phasa dan 1 kawat 0 netral. Pengertian sederhananya adalah listrik 1 phasa terdiri dari dua kabel yaitu 1 bertegangan dan 1 netral. Umumnya listrik 1 phasa bertegangan 220 volt yang digunakan banyak orang. Biasanya listrik 1 phasa digunakan untuk listrik perumahan, namun listrik PLN di jalanan itu memiliki 3 phasa, tetapi yang masuk ke rumah kita hanya 1 phasa karena kita tidak memerlukan daya besar. Misalnya yang ke rumah kita adalah Phase R, tetangga kita mungkin Phase S, dan tetangga yang lain Phase T.
Kabel fasa adalah salah satu jenis kabel yang biasa digunakan, kabel ini sendiri harus digunakan bersama dengan kabel netral dan kabel ground. Dan ketiga jenis kabel ini tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena ketiga kabel ini hanya akan berfungsi apabila digunakan secara bersamaan dan tidak akan memiliki fungsi apapun jika tidak bersama-sama. Apa sih itu Kabel Fasa ?. Kabel fasa adalah salah satu dari jenis tiga kabel yang akan kami bahas pada artikel berikut ini secara lengkap beserta fungsinya. 1. Jenis dan Pengertian Fasa 2. Penerapan dan Pemasangan pada Instalasi Listrik 1. Pemasangan pada Lampu 2. Pemasangan pada Stop Kontak Istilah ini digunakan untuk menyebutkan kabel aliran listrik yang di dalamnya terdapat tegangan dan hanya bisa diukur dengan menggunakan tespen. Jika di dalam kabel terdapat aliran listrik maka tespen pun akan menyala. Jika berdasarkan pada aturan instalasi listrik secara umum yang diberikan pada tahun 2011 maka kabel berwarna hitam untuk L1, lalu kabel berwarna coklat untuk L2 lalu kabel berwarna abu abu untuk L3. Baik fasa, netral dan ground sendiri adalah nama-nama yang dipergunakan untuk membedakan fungsi dari ke semua kabel tersebut di dalam instalasi listrik yang ada di rumah. Oleh sebab itu ketiganya berjalan bersamaan pada instalasi. Namun hanya kabel ground yang beriringan dengan kedua kabel lainnya di instalasi stop kontak. Ketiga kabel ini harus berjalan beriringan untuk menuju ke komponen yang sama. Sehingga pada saat memasang kabel, jangan sampai tidak bisa membedakan ketiga kabel tersebut ya. Tentu saja karena fungsi kabel fasa dari kabel lainnya sangat berbeda dan jika salah saat memasangkan pada instalasi listrik. Maka aliran listrik tidak akan berjalan atau bahkan bisa mengalami konslet. Penerapan dan Pemasangan pada Instalasi Listrik Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Anda tidak bisa membedakan kabel fasa dengan kedua kabel lainnya yakni kabel netral dan kabel ground maka bisa berakibat fatal. Dan berikut ini adalah contoh penerapan dan pemasangannya Jika Anda salah menentukan jenis kabel instalasi, akan bisa berakibat fatal, seperti contoh ini 1. Pemasangan pada Lampu Untuk memasangkan kabel ini pada lampu maka fasa harus diletakkan pada sambungan tengah fitting lampu. Kemudian ambil dari keluaran saklar. Anda juga bisa mengambilnya langsung dari inti listrik. Kemudian yang masuk pada saklar merupakan saklar netral. Sehingga saat melakukan perbaikan, Anda harus off-kan saklar agar arus aliran listrik tetap masuk pada fitting lampu. Dan jika Anda menyentuh fitting lampu tanpa pengaman, maka bisa saja Anda akan tersetrum karena tidak ada pengaman. Oleh sebab itu bagi seorang teknisi yang sudah andal, mereka tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. 2. Pemasangan pada Stop Kontak Apabila Anda salah menerapkan ketiga kabel ini untuk stop kontak, hasilnya pemasangannya menjadi kurang tepat. Maka stop kontak pastinya tidak akan bisa bekerja atau tidak bisa dihidupkan. Sehingga tidak bisa digunakan untuk menyalurkan aliran listrik. Stop kontak pun tidak akan bisa digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik karena tidak ada sambungan listrik. Misalnya pada saat Anda menghubungkan fasa pada area yang tidak seharusnya karena sebenarnya kontak hubung itu harus dihubungkan ke kabel netral atau ground. Maka sudah pasti stop kontak tidak akan berfungsi atau bekerja. Oleh sebab itu, perhatikan ketiga jenis kabel ini. Mulai dari dimana letak menyambungkan dan memasangkan kabel fasa di kontak hubung harus sesuai. Termasuk dengan kabel netral dan ground pun pemasangannya juga harus disesuaikan dengan standar yang ada. Baca Juga 1. Mengenal Istilah DPST Secara Lengkap2. Gambar Saklar Seri, Penjelasan dan Fungsinya3. Peralatan Instalasi Listrik Lengkap Dari penjelasan di atas, sudah terjawab mengapa ketiga kabel ini dianggap penting, karena penggunaan kabel fasa, kabel netral dan kabel ground tidak bisa terpisah dan penggunaannya juga tidak boleh sampai salah. Agar dapat berfungsi dengan baik untuk menghubungkan aliran listrik.
fasa dalam instalasi listrik yaitu