farhan adalah seorang muslim yang taat beribadah

May2021 1 173 Report. Farhan adalah seorang muslim yang taat beribadah, Pada hari Jumat ia melakukan perjalanan jauh. dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ditengah perjalanan ia melewati sebuah masjid yang. dipenuhi jamaah sedang khusu' mendengarkan khutbah dari khotib. Di dalam hatinya ia ingin. Taatbermakna tunduk adalah tunduk terhadap qada dan qadar yang datangnya dari Allah swt., seperti kita tunduk bahwa Allah swt. menetapkan manusia hanya boleh beribadat kepada Allah. 2. Contoh Taat dan Meneladaninya. k) saling menasihati dengan haq dan kesabaran. 3. Perilaku Taat dalam Kehidupan Sehari-hari. DanAllah Maha Kaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari'atkan-Nya, maka ia adalah mubtadi' (pelaku bid'ah). Farhanadalah seorang muslim yang taat beribadah, Pada hariJumatia melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ditengah perjalanan ia melewati sebuah masjid yang dipenuhi jamaah sedang khusu' mendengarkan khutbah dari khotib. Dijawaboleh al-Ustadz Qomar Suaidi. Soal suami yang taat ibadah namun kurang perhatian terhadap istri; tentang ibadahnya, apabila memang terpenuhi syarat, rukun, dan kewajibannya, maka tetap diterima. Namun, sikapnya yang. tidak memerhatikan istri juga tidak dibenarkan. Coba perhatikan riwayat berikut ini. mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Jakarta - Malas beribadah menjadi penyakit yang banyak menimpa kaum muslimin, khususnya dikalangan anak muda. Ketika malas sholat, banyak orang tergesa-gesa dalam sholatnya ataupun bahkan meninggalkan Abu Wafa dalam bukunya Panduan Sholat Rasulullah 1 dijelaskan arti sholat menurut bahasa dikatakan az-zikr artinya mengingat. Adapun menurut syariat sudah dijelaskan rinciannya oleh para ulama mazhab. Mereka telah meletakkan sebuah definisi yang mencakup seluruh unsur sholat. Sehingga sholat yang dilakukan diluar jalur syariat maka sholatnya tidak dalam sumber yang sama, sholat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dipenuhi setelah syahadat. Sholat menjadi bagian dari kehidupan yang sangat penting bagi seorang hamba. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 45وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَArab-Latin Wasta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā 'alal-khāsyi'īnArtinya "Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'," Al-Baqarah 45Lalu Kenapa Malas Beribadah?Ada perkataan yang menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada orang malas. Yang ada adalah orang yang tidak termotivasi. Ibnu Hasan dalam bukunya Salat Kok Masih Maksiat!? menyebutkan ada dua motivasi utama yang dapat menghapus rasa malas dan memberikan motivasi pada seseorang untuk menegakkan sholat."Pertama adalah iman dan yang kedua ilmu. Kedua hal ini sangat berkaitan," tulis Ibnu Hasan dalam menjelaskan bahwa malas dalam sholat termasuk salah satu ciri orang munafik. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 142إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًاArab-Latin Innal-munāfiqīna yukhādi'ụnallāha wa huwa khādi'ụhum, wa iżā qāmū ilaṣ-ṣalāti qāmụ kusālā yurā`ụnan-nāsa wa lā yażkurụnallāha illā qalīlāArtinya "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya dengan sholat di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." An-Nisaa 142.Ibnu Hasan juga memaparkan dalam bukunya, sebenarnya kita tidak memiliki alasan untuk malas. Ibadah-ibadah dalam Islam, termasuk sholat telah banyak mendapat kemudahan. Tempat untuk sholat pun diberikan kemudahan. Kita boleh sholat di manapun asal tempat itu sebuah hadis dari Jabir bin Abdullah disebutkan bahwa Rasulullah bersabda "Saya telah diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada nabi sebelum saya. 1 Allah memberi saya kemenangan yang mengagumkan Allah menggetarkan musuh-musuh saya hingga sejauh satu bulan perjalanan. 2 Bumi dijadikan bagi saya dan pengikut saya tempat untuk sholat dan sesuatu untuk melakukan tayamum. karena itu, para pengikut saya dapat sholat di manapun ketika waktu sholat tiba. 3 Rampasan perang dijadikan halal bagi saya. 4 Setiap nabi biasanya diutus kepada kaumnya secara khusus, tetapi saya telah diutus kepada seluruh umat manusia. 5 Saya diberi hak untuk memberikan syafaat pada Hari Kebangkitan." HR. Bukhari.Itulah beberapa penjelasan mengenai sholat. Semoga kita selalu menjadi seorang muslim yang senantiasa taat kepada Allah SWT. - Meninggalkan salat wajib fardu merupakan salah satu dosa besar di dalam ajaran agama Islam. Allah SWT memberikan banyak ancaman dan siksaan bagi orang yang melalaikan salat lima waktu di alam dunia, kubur, dan akhirat. Salat dibagi menjadi dua dalam hukum menjalankannya, yaitu salat wajib dan salat sunah. Salat wajib adalah salat yang dikerjakan lima waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Apabila orang Islam meninggalkan salat wajib maka akan dikenakan dosa besar. Sedangkan, salat sunah adalah salat yang dapat dikerjakan pada waktu-waktu sesuai ketentuannya dan tidak bersifat mengikat. Apabila seseorang menjalankan salat sunah maka akan diganjar dengan beberapa pahala dan keutamaan. Namun, apabila seorang muslim tidak melakukan salat sunah, maka tidak akan mendapat dosa. Dikutip dari buku Akidah Akhlak oleh Sihabul Milahudin 2020, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi, “Islam dibangun di atas lima tiang Syahadat La ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan salat, memberikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan."Salat merupakan tiang agama dalam agama Islam, apabila seseorang lalai untuk melaksanakannya maka akan dipastikan menemui kesesatan. Dalam rukun Islam, salat menempati urutan kedua setelah syahadat. Apabila seorang muslim sudah melakukan syahadat, maka salat menjadi yang pertama dan harus selalu ditunaikan. Dampak Meninggalkan Salat 5 Waktu Meninggalkan salat 5 waktu dalam ajaran agama Islam akan memberikan dampak buruk kepada seorang mukmin. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku melalaikan salat sebagai berikut a. Menyebabkan Terjadinya KesesatanSalat adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam keadaan apapun, salat menjadi ibadah yang tepat untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Mukmin yang melaksanakan ibadah salat akan mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan dihindarkan dari nafsu serta godaan Dihukumi sebagai Orang-orang yang CelakaManusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi untuk selalu taat serta patuh beribadah kepada Allah SWT. Pada hari perhitungan kelak, ibadah pertama yang akan dihisab oleh Allah adalah salat. Hal tersebut menunjukan bahwa salat merupakan ibadah yang utama dalam agama Islam. Allah SWT dalam QS Al Ma’un ayat 4-5 berfirman, “maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dalam salatnya”.c. Masuk ke dalam NerakaPatuh dan tunduk kepada Allah SWT dibuktikan dengan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan. Meninggalkan salat termasuk perilaku lalai dan tergolong dosa yang besar. Allah SWT akan memasukkan orang-orang yang meninggalkan salatnya ke dalam neraka saqar. Dikutip dari laman NU Online, seorang mukmin yang meninggalkan salat fardu maka akan diberikan 15 siksaan sesuai penjelasan Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyadu siksaan tersebut terdiri dari 6 siksaan di dunia, 3 siksaan ketika meninggal, dan 3 siksaan saat di alam kubur sampai hari perkumpulan di padang di Alam Dunia Hilangnya keberkahan umur Hilangnya bukti keshalihan di wajahnya Segala pahala dari amal baik menjadi tidak berarti Doanya ditolak Tidak mendapatkan doa dari orang-orang shalih Banyak dibenci orang lain Siksaan saat Sakaratul Maut Mati terhina Mati kelaparan Mati kehausan Siksaan di Alam Kubur dan Hari Perkumpulan Lubang kubur sempit Alam kubur dipenuhi dengan api Dalam kubur ditemani ular besar bernama Asy-Syuja al-Aqra Dikutip dari laman Guru Berbagi Kemendikbud, dalam setiap salat fardu yang ditinggalkan terdapat dosa-dosa yang berbeda. Beberapa dosa-dosa tersebut sebagai berikut 1. Meninggalkan Salat SubuhAllah akan memasukkan ke dalam neraka jahannam selama 60 tahun. 2. Meninggalkan Salat ZuhurDosanya setara dengan membunuh 1000 orang Meninggalkan Salat AsarDosanya seperti menghancurkan ka’ Meninggalkan Salat MagribDosanya seperti berzina dengan orang tua Meninggalkan Salat IsyaAllah tidak rida jika dia tinggal di bumi dan segala yang dikerjakan dan digunakan adalah sebuah juga Jual Beli dalam Agama Islam Pengertian, Rukun, Hukum, & Macamnya Dosa Besar dalam Islam Memakan Harta Anak Yatim dan Korupsi Dosa Besar dalam Islam Mencuri-Durhaka pada Orang Tua, & Hikmahnya - Pendidikan Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Maria Ulfa Gambar ilustrasi seorang jamaah sedang menjalankan salat. Foto Unsplash/under_afiqTetap menjalankan ibadah sunnahMengingat Allah SWT ketika salat Gambar ilustrasi jemaah menjalan salat berjamaah. Foto Unsplash/levimeirclancySalat malamSalat duhaDoa sebelum tidur"Yaitu mengucapkan tasbih sebanyak 100 seratus kali, maka akan dituliskan untuknya seribu kebaikan dan akan diampuni seribu kesalahannya," HR. Muslim, Nasa'i dan disahkan oleh Tirmidzi.Membaca dan memahami Al-Quran setidaknya satu jam setiap hariGambar ilustrasi Al-Quran beserta terjemahan. Foto Unsplash/bangyulian Kehidupan Islami – Sebagai Muslim dengan iman dihatinya, yakin akan tujuan manusia diciptakan yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Beribadah dalam islam adalah urusan seorang hamba langsung kepada Allah, tak ada intervensi dari orang lain dalam hal ini. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk tertinggi yang disertai rasa mahabbah kecintaan yang paling tinggi. Ibadah adalah syarat mutlak untuk menggapai ridho Allah. Islam mengajarkan umatnya agar mengikuti perintah Allah berdasarkan syariat yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits. Sebagai seorang Muslim yang beriman, kita harus tahu konsep ibadah dalam Islam agar kita dapat menjalankannya sesuai yang diajarkan. Ibadah terbagi menjadi tiga, yaitu Ibadah hati qalbiyah, memiliki rasa khauf takut, raja’ mengharap , mahabbah cinta, tawakal, dan senang, merupakan ibadah yang berkaitan dengan hati qalbiyah. Ibadah lisan dan hati Lisaniyah wa qalbiyah, tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur merupakan ibadah yang berkaitan dengan lisan dan dilakukan dari hati. Ibadah anggota badan/fisik dan hati badaniyah qalbiyah, seperti zakat, sholat, haji, jihad merupakan ibadah yang berkaitan langsung dengan fisik dan hati. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [1] Sahabat cahaya Islam, menjalankan ibadah kepada Allah tidak serta merta dilakukan tanpa adanya ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu yang terkait dengan setiap ibadah yang kita jalankan agar ibadah kita diterima oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Ibadah adalah perkara Tauqifiyah yaitu tidak ada perkara ibadah yang disyariatkan kecuali berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Ada syarat mutlak agar ibadah yang kita jalankan bernilai di mata Allah, yaitu Ikhlas karena Allah, bebas dari syirik kecil dan syirik besar. Apapun bentuk ibadah yang dilakukan harus diniatkan hanya untuk Allah dengan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam, tiada Tuhan selain Allah. Syarat ini adalah penerapan dari syahadat Laa Ilaaha Ilaallah bahwa hanya Allah yang patut disembah. Ittiba’, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ibadah yang dilakukan harus berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, hal ini merupakan implementasi dari syahadat Muhammad Rasulullah karena menuntut taat kepada Rasulullah dan meninggalkan perkara-perkara yang tidak diajarkan oleh Rasulullah. Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mempersempit atau mempersulit manusia, dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka didalam kesulitan. Akan tetapi, ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung, kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Sebagaimana Allah berfirman فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” [2] Sahabat cahaya Islam, segala kebaikan ada dalam Islam. Apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan diajarkan oleh Rasulullah, sesungguhnya adalah kebaikan bagi yang menjalankannya. Kebaikan didunia dan diakhirat. Semoga Allah mudahkan kita untuk selalu beribadah kepadanya, dan ibadah yang kita jalankan sesuai tuntunan Rasulullah. Aamiin. [1] Adz-Dzaariyaat 51 ayat 56-58 [2] Al-Kahfi 18 ayat 110 BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYAOleh Dr Fadhli llahiDi antara kunci-kunci rizki adalah beribadah kepada Allah sepenuhnya. Saya akan membahas masalah ini –dengan memohan pertolongan kepada Allah- dari dua Beribadah Kepada Allah SepenuhnyaDalil Syar’I Bahwa Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya Adalah Di Antara Kunci-Kunci BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimaksud beribadah sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yang dimaksud –wallahu a’lam- adalah hendaknya seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Mahaesa, menghadirkan dalam hati betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa ia sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ“Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu”[1]Janganlah engkau termasuk orang-orang yang ketika beribadah jasad mereka berada di masjid, sedang hatinya berada di luar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa غْ لِعِبَادَتِيْ“Beribadahlah sepenuhnya kepadaKu”.Al-Mulla Ali Al-Qari berkata ; Maknanya, jadikanlah hatimu benar-benar sepenuhnya berkosentrasi untuk beribadah kepada Tuhamnu”[2]DALIL SYAR’I BAHWA BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA, TERMASUK KUNCI RIZKI. Ada beberapa nash yang menunjukkan bahwa beribadah sepenuhnya kepada Allah termasuk di antara kunci-kunci rizki. Beberapa nash tersebut di antaranya Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam beliau اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi hatimu yang ada di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan[3] dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu kepada manusia”[4]Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits tersebut menjelaskan, bahwasanya Allah menjanjikan kepada orang yang beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan dua hadiah sebaliknya mengancam bagi yang tidak beribadah kepadaNya dengan sepenuhnya dengan dua siksa. Adapun dua hadiah itu adalah Allah mengisi hati orang yang beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan kekayaan serta memenuhi kebutuhannya. Sedang dua siksa itu adalah Allah memenuhi kedua tangan orang yang tidak beribadah kepadaNya sepenuhnya dengan berbagai kesibukan, dan ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya, sehingga ia tetap membutuhkan kepada Hadits riwayat Imam Al-Hakim dari Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ!تَفَرَّغْ لِعِبِادَتِيْ، أَمْلَأ قَلْبَكَ غِنَّ، وَأَمْلأ يَدَيْكَ رِزْقَا يَاابْنَ آدَمَ! لاَ تُبَاعِدْنِي“Rabb kalian Yang Mahasuci laga Mahatinggi berfirman, Wahai anak Adam!, fokuslah beribadah kepadaKu , niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam!, Jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”[5]Dalam hadits yang mulia ini, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang mulia, yang berbicara berdasarkan wahyu mengabarkan tentang janji Allah, yang tak satu pun lebih memenuhi janji daripadaNya, berapa dua jenis pahala bagi orang yang benar-benar beribadah kepada Allah sepenuhnya. Yaitu, Allah pasti memenuhi hatinya dengan kekayaan dan kedua tangannya dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga memperingatkan akan ancaman Allah kepada orang yang menjauhiNya dengan dua jenis siksa. Yaitu Allah pasti memenuhi hatinya dengan kefakiran dan kedua tangannya dengan semua mengetahui, siapa yang hatinya dikayakan oleh Yang Maha Memberi kekayaan, niscaya tidak akan didekati oleh kemiskinan selama-lamanya. Dan siapa yang kedua tangannya dipenuhi rizki oleh Yang Maha Memberi rizki dan Mahaperkasa, niscaya ia tidak akan pernah pailit selama-lamanya. Sebaliknya, siapa yang hatinya dipenuhi dengan kefakiran oleh Yang Mahakuasa dan Maha Menentukan, niscaya tak seorangpun mampu membuatnya kaya. Dan siapa yang disibukkan oleh Yang Mahaperkasa dan Maha Memaksa, niscaya tak seorangpun yang mampu memberinya waktu luang.[Disalin dari kitab Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, Penulis DR Fadhl Ilahi, Edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Penerbit Darul Haq- Jakarta] _______ Footnote [1] Lihat, Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Bayanul Iman wal Islam wa Ihsan…., penggalan dari hadits 9, 1/39 [2] Murqatul Mafatih, 9/26. Lihat pula, Tuhfatul Ahwadzi, di dalamnya disebutkan Kosongkanlah hatimu dari urusan-urusanmu untuk menta’atiKu” 7/140 [3] “Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan”. Dikhususkan penyebutan kata tangan’ karena pekerjaan itu dilakukan dengan keduanya. Lihat, Faidhul Qadir, 2/308 [4] Al-Musnad, no 8681, 16/284 ; Jami’ut Tirmidzi, Abwabul Shifatil Qiyamah, Bab no. 2584, 7/140 dan lafazh ini miliknya ; Sunan Ibni Majah, Abwabuz Zuhd, Al-Hammu bid Dunya, no. 4159, 2/408 ; Al-Mustadrak Alash Shahihain, Kitabut Tafsir, 2/443. Imam At-Tirmidzi berkata, Hadits ini hasan gharib Jami’ut Tirmidzi, 7/141. Imam Al-Hakim berkata, Ini adalah hadits yang sanadnya shahih, tetapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Al-Mustadrak 2/443. Dan in disepakati oleh Adz-Dzahabi Lihat, At-Talkhish, 2/443. Syaikh Al-Albani berkata, Shahih [Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/300 ; Shahih Sunan Ibni Majah, 2/393 [5] Al-Mustadrak Alash Shahihaian, Kitabur Riqaq, 4/326. Imam Al-Hakim berkata, Sanad hadits ini shahih, tetapi Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya’. 4/326. Dan hal ini disepakati oleh Adz-Dzahabi. Lihat, At-Talkhish, 4/326. Syaikh Al-Albani berkata, Tentang hadits ini, memang seperti yang dikatakan oleh keduanya [Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah,no. 1359, 3/47 Home /A9. Fiqih Muamalah Kunci.../Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya

farhan adalah seorang muslim yang taat beribadah