faktor utama pemilihan yatsrib sebagai tujuan hijrah adalah

Menjadihaji mabrur adalah sesuatu yang harus diusahakan dengan amal. Sebab, kata ‘ mabrur ” itu berakar dari kata ‘ al-birr ” yang bermakna baik atau kebaikan. Kebaikan tidak akan terwujud tanpa diiringi dengan usaha dan amal shaleh. Sebagian ulama mengartikan “ mabrur ” dengan “ maqbul ”, yakni haji yang diterima oleh Allah SWT. ISLAMABAD KLASIK (650-1250 M) sumber : google.com. Nabi Muhammad Saw. Adalah golongan Bani Hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa dalam suku Quraisy. Dalam usia muda, Muhammad hidup sebagai pengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk mekkah. Melalui kegiatan pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk berpikir Aliadalah orang yang tidur di tempat Nabi, waktu malam beliau hijrah dari Makkah ke Yatsrib dan menyusul Nabi ke Yatsrib setelah menunaikan segala amanah yang dipercayakan Nabi kepadanya. Ali dinikahkan Nabi dengan puterinya Fathimah binti Muhammad s.a.w. pada tahun ketiga hijrah, saat itu usia Ali dua puluh enam tahun. PostedBy: Unknown on 5/06/2013 12:02:00 AM. Musyawarah Komisariat VII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat AL Qassam Lubuklinggau dan Musi Rawas. yang dilaksanakan pada hari ahad, 5 Mei 2013. dimulai sekitar pukul 09.30 WIB bertempat di Aula Akper Depkes Lubuklinggau. Musyarawah Komisariat VII KAMMI Komsat PerintahAllah sudah pasti menjadi alasan utama. Rasulullah tidak akan berhijrah kecuali atas perintah Allah. Bahkan Allah melalui malaikat Jibril juga sudah menentukan waktu Rasulullah berhijrah ke Madinah, yaitu tengah malam. Di saat para elite kaum kafir Quraisy yang mengepung rumah Rasulullah untuk menghabisinya lengah. mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. ahmad muttaqillah Muttaqillah Agama Saturday, 13 Aug 2022, 2218 WIB Kata hijrah dari bahasa Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata hijrah هِجْرَةٌ berasal dari kata هَجَرَ yang berarti berpindah tempat, keadaan, atau sifat. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia makna hijrah bermacam-macam 1 Berpindahnya Nabi Muhammad saw dr Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dr tekanan kaum Quraisy; 2 Berpindah atau menyingkir sementara waktu dr suatu tempat ke tempat lain yg lebih baik; 3 Perubahan sikap, tingkah laku, ds. kea rah yang lebih baik. Ayat Hijrah Dalam surat Albaqarah ayat 218 إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ يَرۡجُونَ رَحۡمَتَ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٢١٨ “218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Ditegaskan pula dalam surat Annisa ayat 100 ۞وَمَن يُهَاجِرۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُرَٰغَمٗا كَثِيرٗا وَسَعَةٗۚ وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ١٠٠ “100. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam surat Alhajj ayat 58 juga ditegaskan. وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓاْ أَوۡ مَاتُواْ لَيَرۡزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٥٨ “58. Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik surga. Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” Hijrah pertama Nabi Adalah ke Ethiophia berdasarkan surat Azzumar ayat 10 yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠ “10. Katakanlah "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Hijrah ini dilakukan karena tekanan dan ancaman yang dilakukan kaum kafir semakin keras. Hijrah kenegeri tersebut karena rajanya adil dan baik hati, bernama Negus atau Najasi, kemudian ia masuk Islam. Peristiwa ini terjadi antara tahun ke-4 dan ke-5 Kenabian. Hijrah Nabi yang kedua adalah dari kota Mekkah ke Madinah. Lagi-lagi terjadi hal yang sama yaitu penindasan terhadap kaum muslimin. Hijrah kedua ini merupakan fase dibangunnya kekuatan untuk membentuk pemerintahan Islam yang adil. Hijrah yang ketiga yaitu hijrahnya kabilah-kabilah. Arab disekitar Madinah untuk memeluk Islam dan belajar tentang ajaran Islam langsung dari Rasulullah SAW untuk kemudian mereka bisa kembali kepada kabilahnya masing-masing setelah dirasa cukup mendapatkan bekal ilmu dar Rasulullah. Hijrah keempat, yaitu hijrahnya penduduk Makkah kepada Nabi SAW di Madinah, untuk selanjutnya mereka dapat kembali ke kota Makkah. Makna Hijrah Secara bahasa seperti yang sudah dijelaskan di atas. Makana berikutnya antara lain 1. Pindah Tempat Hijrah yang paling dikenal adalah pertama, berpindahnya kaum muslimin dari kota Mekkah ke Yatsrib Madinah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 622 M, kira-kira tahun ke-13 dari kenabiannya. Tepatnya tanggal 26 Safar atau Tanggal 17 Juni 622 M, Nabi Muhammad saw. bersembunyi dahulu di Gua Tsur bersama Abu Bakar Sidiq. Hijrah inilah yang disebut dengan perpindahan tempat. Dan sekaligus pula Peristiwa hijrah inilah ditetapkan sebagai Tahun Hiriyah bagi umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Dalam Alquran difirmakan dalam surat Annisa ayat 89. وَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَآءٗۖ فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَخُذُوهُمۡ وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡۖ وَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرًا ٨٩ ”89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama dengan mereka. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan pula menjadi penolong.” Lamanya Nabi Muhammad menetap di Madinah selama 10 tahun, Seperti dijelaskan di dalam hadis riwayat Ahmad dan bukhari. عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أُنْزِلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعِينَ فَمَكَثَ بِمَكَّةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ سَنَةً ثُمَّ أُمِرَ بِالْهِجْرَةِ فَهَاجَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ فَمَكَثَ بِهَا عَشْرَ سِنِينَ ثُمَّ تُوُفِّيَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Ibnu Abbas, meriwayatkan bahwa Rasûl saw menerima wahyu ketika berusia empat puluh tahun, kemudian tetap di Mekah selama tiga belas tahun, kemudian diperintah hijrah. Beliau hijrah ke Madinah dan berada di sana selama sepuluh tahun hingga wafat. Hr. Ahmad, Bukhori. 2. Dari Keburukan kepada Kebaikan Makna hijrah yang kedua adalah berpindahnya hati dan jasad dari keburukan kepada kebaikan, seperti disebutkan dalam hadis Rasulullah saw. الُمهَاجِرُمَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى الله عَنْهُ Orang hijrah adalah yang meninggalkan segala yang dilarang Allah Swt. Hr. Ahmad, Ibn Hibban. المُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ السَّيِّئَاتِ Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan segala keburukan HR Thabrani - Disampaikan dalam khutbah Haji Wada oleh Rasulullah saw. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Ibadah dalam kondisi huru-hara bagiku sama seperti melakukan hijrah.” Majah كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3 198. Dalam Surat Almudatsir ayat 5 difirmankan oleh Allah Swt. وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ٥ “Dan perbuatan dosa tinggalkanlah!” Dijelaskan pula dalam surat Alankabut ayat 26. ۞فَ َٔامَنَ لَهُۥ لُوطٞۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٦ “26. Maka Luth membenarkan kenabiannya. Dan berkatalah Ibrahim "Sesungguhnya aku akan berpindah ke tempat yang diperintahkan Tuhanku kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Tujuan Hijrah Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad saw., tujuan hijrah bergantung kepada niatnya. اانماالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap orang tergantung apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”. 52 Dalam perspektif historis, hijrah Nabi saw., pada hakikatnya, merupakan langkah strategis untuk membela dan menegakkan nilai-nilai tauhid kepada Allah, serta membersihkan dunia dari kejahatan dan kezaliman, sekaligus sebagai awal kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Tujuan lain dari hijrah adalah mncerdaskan kehidupan manusia menuju perdaban yang lebih paripurna. Dengan kata lain pula melepaskan diri dari kebodohan kepada keberadaban. makna tujuan hijrah peradaban taubat pindah kebaikan keburukan ridoallah Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Agama Hijrah menurut bahasa berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi 2 syarat, yaitu, yaitu yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju tujuan.Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah Swt, berupa akidah dan syari’at Islam. Hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Dan para sahabatnya ke Yatsrib yang diubah namanya menjadi Madinah, memberikan harapan besar kepada masa depan dakwah Islam. Rasulullah saw bersama para sahabatnya berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib yang belakangan kemudian diubah namanya oleh Nabi saw menjadi Madinah. Hijrah ini dilakukan pada tahun ke-13 kenabian 622 M. Ketika menerima ayat 94, surah Al hijr,Nabi Muhammad Saw mulai berdakwah secara terang-terangan. Dakwahnya mendapat respon keras dari kaum kafir Quraisy. Para pemimpin Quraisy menggunakan berbagai cara untuk mencegah dakwah Nabi Muhammad Saw, namun selalu gagal, baik secara diplomatik, tawaran, dan kekerasan fisik. Puncaknya adalah embargo/pemboikotan terhadap bani Hasyim yang merupakan tempat Nabi Muhammad Saw berlindung. Pemboikotan berlangsung selama 3 tahun. Pemboikotan ini berhenti setelah kaum Quraisy menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sangat keterlaluan. Ancaman dari Kafir Quraisy semakin keras setelah Nabi Muhammad Saw kehilangan Abu Thalib dan Siti Khadijah. Pemimpin Quraisy terang-terangan menantang Nabi Muhammad Saw karena menganggap kebangkitan Islam identik dengan kehancuran posisi sosial mereka. Kebangsawanan mereka akan hilang dan hancur karena Islam mengajarkan persamaan derajat manusia. Sistem kepemimpinan bangsawan tidak ada di Yatsrib Madinah. Hal ini juga yang menyebabkan Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah ke Madinah. Hijrah dianggap sebagai alternatif perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong Nabi Muhammad Saw. memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam. Faktor-faktornya antara lain 1. Yatsrib adalah tempat yang paling dekat. 2. Sebelum diangkat menjadi Nabi, Beliau telah mempunyai hubungan baik dengan penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan persaudaraan karena kakek Nabi Saw, Abdul Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan di sana. 3. Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi Saw karena kelembutan budi pekerti dan sifat-sifatnya yang baik. 4. Bagi diri Nabi Saw sendiri, hijrah merupakan keharusan selain karena perintah Allah Swt. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang faktor penyebab Nabi Muhammad Saw memilih Yatsrib atau kota madinah tempat yang dipilih oleh Rasulullah Saw untuk hijrah. Mudah-mudahan kita juga bisa berhijrah secara maknawy. Aamiin. Hijrah maknawy pengertianyan ditegaskan oleh Nabi Muhammad Saw dalam haditsnya’ “Seorang muslim adalah seseorang yang menghindari menyakiti muslim lainnya dengan lidah dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan semua apa yang dilarang oleh Allah.” HR. Bukhari Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bercerita bahwa suatu ketika dirinya pernah bermimpi berhijrah dari Makkah ke suatu kota yang memiliki banyak pohon kurma. Pada saat itu, Rasulullah mengira bahwa kota tersebut adalah Yamamah atau Hajar. Namun dugaan Rasulullah meleset, ternyata tempat yang dipilih untuk tempat hijrah adalah Madinah, yang sebelumnya bernama Yatsrib. Lalu apa sebetulnya yang menyebabkan Madinah dipilih sebagai tempat untuk berhijrah Rasulullah dan umat Islam secara keseluruhan? Perintah Allah sudah pasti menjadi alasan utama. Rasulullah tidak akan berhijrah kecuali atas perintah Allah. Bahkan Allah melalui malaikat Jibril juga sudah menentukan waktu Rasulullah berhijrah ke Madinah, yaitu tengah malam. Di saat para elite kaum kafir Quraisy yang mengepung rumah Rasulullah untuk menghabisinya lengah. Dipilihnya Madinah sebagai tempat berhijrah juga tidak lepas dari beberapa penduduk Madinah yang sudah berbaiat kepada Rasulullah, dalam Baiat Aqabah pertama dan kedua. Tentu itu menjadi modal bagus bagi Rasulullah dan umat Islam. Namun selain dua hal itu, mungkin saja ada hal-hal lainnya yang menyebabkan mengapa Madinah yang dipilih sebagai tempat berhijrah. Mengapa tidak kota-kota lainnya? Mengapa Madinah? Dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Shahih M Quraish Shihab, 2018, disebutkan bahwa dipilihnya Madinah sebagai tempat hijrah karena kota tersebut memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota lainnya. Pertama, penduduknya memiliki sikap ramah. Suku Aus dan Khazraj yang mukim di Madinah sebetulnya berasal dari Yaman. Sementara orang-orang Yaman dikenal sebagai orang yang memiliki budi yang halus dan perasaan yang lembut. “Penduduk Yaman datang kepadamu. Mereka itu lembut hati dan halus perasaan,” kata Rasulullah ketika rombongan dari Yaman mengunjunginya usai Perang Khaibar. Kedua, penduduk Madinah memiliki pengalaman berperang. Suku Aus dan suku Khazraj, ditambah komunitas Yahudi Madinah, tidak pernah akur’. Dalam sejarahnya, mereka kerap kali melancarkan peperangan antara satu suku dengan yang lainnya. Peperangannya tidak hanya setahun dua tahun, tapi berlangsung secara bertahun-tahun. Tercatat ada sekitar 10 kali peperangan yang dilalui suku-suku di Madinah. Perang Samir menjadi awal, sementara Perang Bu’ats menjadi perang terakhir. Perang Bu’ats merupakan perang terbesar dan terjadi lima tahun sebelum Rasulullah berhijrah. Ketika Rasulullah dan Islam datang, masyarakat Madinah menjadi bersatu dan tidak perang saudara lagi. Perlu diketahui, pengalaman berperang ini menjadi sesuatu yang penting untuk menjaga ajaran agama Islam. Ketiga, Rasulullah memiliki hubungan darah dengan penduduk Madinah. Pada saat kecil, Rasulullah pernah diajak ibundanya Sayyidah Aminah untuk berkunjung ke Madinah. Pada kesempatan itu, Sayyidah Aminah mengajak Rasulullah untuk berziarah ke makam Sayyidina Abdullah, suaminya dan ayahanda Rasulullah. Di samping itu, Sayyidah Aminah juga mengajak Rasulullah berkunjung ke sanak saudaranya di Madinah, Bani Najjar. Keempat, letak Madinah yang strategis. Madinah memiliki letak geografis yang strategis. Bagaimana tidak, di sebelah timur dan barat Madinah merupakan sebuah wilayah yang terjal. Terdiri dari dataran tinggi, dataran rendah yang penuh dengan bebatuan yang keras sehingga menyulitkan siapa pun –terutama musuh- untuk memasuki kota Madinah. Hanya dari sisi utara Madinah yang menjadi wilayah terbuka. Maka tidak heran ketika terjadi Perang Khandaq, Salman al-Farisi mengusulkan kepada Rasulullah agar umat Islam membuat parit di sepanjang wilayah utara Madinah. Tujuannya adalah untuk menghalangi musuh masuk ke kota Madinah. Merujuk buku Madinah Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Nabi Muhammad saw. Zuhairi Misrawi, 2009, Madinah merupakan sebuah kota yang dibentuk atau dibangun oleh orang-orang yang melarikan diri eksodus dari tempat asalnya, entah disebabkan konflik atau pun ekonomi. Madinah atau Yatsrib memiliki sejarah yang panjang. Konon, awal mula orang-orang datang ke wilayah Madinah adalah pengikut Nabi Nuh as. yang selamat dari bencana banjir yang maha dahsyat. Setelah satu tahun 10 hari berada di atas kapal Nabi Nuh as dan banjir surut, mereka yang selamat ada yang bepergian ke wilayah Madinah. Diantara dari mereka adalah Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail bin Iram bin Abil bin Iwadh bin Iram bin Sam bin Nuh as. Diperkirakan kejadian itu terjadi pada tahun 2600 SM. Maka akhirnya tempat tersebut dikenal sebagai kota Yatsrib, dan kemudian Rasulullah mengganti nama kota Yatsrib menjadi Madinah ketika beliau hijrah ke kota tersebut. Rasulullah tinggal di Madinah selama 10 tahun. Sama seperti Makkah, Madinah juga kota yang istimewa bagi Rasulullah secara personal. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah pernah berdoa Ya Allah anugerahilah pahala yang berlipat ganda di Madinah, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah di Makkah. A Muchlishon Rochmat Perkembangan dunia yang begitu cepat, tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan ilmu pengetahun yang terus memberikan inovasi dan kemudahan- kemudahan, kemajuan komunikasi dan informasi menjadi karakteristik utama perkembangan dengan perkembangan zaman aktifitas dakwah mendapat tantangan tersendiri untuk ikut berkembang, jika dulu berdakwah hanya lewat mimbar, sekarang ini dakwah dapat dilakukan hanya didepan komputer atau smartphone. Dulu gaya berdakwa identik dengan serban dan kain sarung, sekarang menjadi lebih style. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui para pelaku hijrah apakah hijrah membuat mereka semakin shaleh atau hanya sekedar mengikuti gaya hidup yang semakin modren. Penelitian ini menggunakan teori sosial max weber yaitu konsep mendasar pada prilaku manusia yang subjektif, teori tersebut dijadikan sebagai kerangka pemikiran dalam melihat berbagai fenomenologi yang muncul dilapangan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan pemuda hijrah dapat memberi dampak positif terhadap generasi muda yang mengikuti komunitas- komunitas hijrah, mereka mengalami perubahan tingkahlaku yang lebih shaleh dan bergaya mengikuti kemajuan zaman namun tetap syar’i. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Volume 10, Nomor 1, Juni 2020 P-ISSN 2088-3226; E-ISSN 2620-8210 46 Pemuda Hijrah Antara Pietization dengan Lifestyle Pada Komunitas Hijrah Yuk Ngaji Yogyakarta Irmansyah1 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta email thegreatirmansyah Abstrak Perkembangan dunia yang begitu cepat, tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan ilmu pengetahun yang terus memberikan inovasi dan kemudahan- kemudahan, kemajuan komunikasi dan informasi menjadi karakteristik utama perkembangan dengan perkembangan zaman aktifitas dakwah mendapat tantangan tersendiri untuk ikut berkembang, jika dulu berdakwah hanya lewat mimbar, sekarang ini dakwah dapat dilakukan hanya didepan komputer atau smartphone. Dulu gaya berdakwa identik dengan serban dan kain sarung, sekarang menjadi lebih style. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui para pelaku hijrah apakah hijrah membuat mereka semakin shaleh atau hanya sekedar mengikuti gaya hidup yang semakin modren. Penelitian ini menggunakan teori sosial max weber yaitu konsep mendasar pada prilaku manusia yang subjektif, teori tersebut dijadikan sebagai kerangka pemikiran dalam melihat berbagai fenomenologi yang muncul dilapangan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan pemuda hijrah dapat memberi dampak positif terhadap generasi muda yang mengikuti komunitas- komunitas hijrah, mereka mengalami perubahan tingkahlaku yang lebih shaleh dan bergaya mengikuti kemajuan zaman namun tetap syar’i. Kata Kunci Pemuda hijrah, Kesalehan, Gaya hidup Abstract The development of the world is so fast, cannot be separated from advances in technology and science which continue to provide innovation and convenience, advances in communication and information are the main characteristics of the times. Along with the development of the era, da'wah activities have its own challenges to develop, if in the past it was only preaching. through the pulpit, now preaching can be done only in front of a computer or smartphone. In the past, the style was identical to the turban and sarong, now it is becoming more stylish. This study aims to determine whether the doers of Hijrah make them more pious or just follow an increasingly modern lifestyle. This research uses Max Weber's social theory, which is a fundamental concept of subjective human behavior. This theory is used as a framework for seeing the various phenomenologies that arise in the field. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The results of this study indicate that the youth movement for hijrah can have a positive impact on the younger generation who follow hijrah communities, they experience changes in behavior that are more pious and stylish following the progress of the times but still syar'i. Keywords Pemuda hijrah, Piety, Lifestyle Pendahuluan Memasuki era milenial, berbagai macam istilah untuk anak muda disenandungkan, realita yang terjadi seolah menggambarkan apa yang saat ini di alami oleh generasi muda, istilah “ kids Zaman Now” atau “ Generasi Micin” lahir sebaga 47 julukan bagi generasi muda yang bergaya hidup serba instan,akrab dengan fenomena kekinian, pergaulan bebas hingga gaya hidup yang hedonisme. Rais, 2018, seiring dengan hal tersebut munculnya model- model busan yang kekinian juga menambah deretan permasalahan yang cukup kompleks dikalangan remaja, istilah “you can see” menjadi momok yang menggiurkan bagi remaja saat ini. Pergaulan generasi muda kini dibayang- bayangi oleh kemajuan teknologi serta derasnya perkembangan arus informasi yang nyaris tidak terkendali, selain memiliki nilai positif terhadap kemudahan informasi, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif bagi pergaulan sosial disetiap lapisan masyarakat, dari anak – anak, remaja, dewasa bahkan orangtua sekalipun Fitri, 2017. oleh karena itu sikap bijak dalam menangani hal itu harus sangat dipokuskan untuk mengantisipasi dampak negatif yang dapat merusak moral generasi muda, khususnya bagi remaja. Remaja menurut world Health Organization WHO adalah orang yang berusia antara 10 tahun hingga 24 tahun Sudargo, 2018. Sedangkan defenisi remaja untuk masyarakat Indonesia yaitu seseorang yang berusia dari umur 11 tahun hingga 20 tahun Nisfiannoor, 2016. Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak- kanak dan masa dewasa, yang ditandai sejak terjadinya kematangan seksual. Dari sitilah ini remaja sebenarnya tidak memiliki kejelasan tempat, karena ia tidak temasuk dalam golongan anak- anak namun belum dapat diterima sebagai individu dewasa sehingga dapat dikatakan bahwa posisi remaja berada diantara naka- anak dan dewasa, remaja mengalami perkembangan fisik dan sosioemosional yang sangat drastis. Hal ini diartikan bahwa pada masa remaja rentan terjadi goncangan jiwa akibat terjadinya perubahan fisik dan psikologis yang cepat dan drastis pada diri remaja. Keadaan jiwa dan psikis yang tidak stabil ini mengakibatkan berbagai hal- hal negatif yang bisa mengganggu sikap sosial dan perkembangan remaja. Hal ini diungkapkan dalam artikel Muzayanah, Kenakalan remaja yang terjadi saat ini ditandai dengan krisisnya moral, religiusitas, kontrol diri, pola asuh orang tua dan kekerasan emosional, pokok utama dalam dalam kenakalan remaja ini berkesinambungan dengan hilangnya religiusitas, semakin rendah religiusitas remaja maka semakin meningkat kenakalan remaja Muzayanah, 2018. Perkembangan dunia industri ini memunculkan banyak nya spekulasi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi, munculnya berbagai komunitas seperti komunitas, reftil, sosial, otomotif sampai komunitas yang bergerak dalam keagamaan. Yang menjadi perbincangan hangat saat ini tentang komunitas keagamaan salah satunya adalah komunitas hijrah atau yang sering disebut dengan the shift. Gerakan pemuda hijrah ini merupakan sekumpulan para anak muda milenial yang ingin merubah hidupnya dari meninggalkan hal- hal buruk dimasa lalu dan berubah menjadi lebih taat kepada Allah Swt. Jadi pemuda hijrah ini adalah wadah bagi para anak muda yang ingin berhijrah dan ingin lebih mendekatkan dirinya kepada Allah dengan mengikuti berbagai kajian ataupun kegiatan- kegiatan yang diselenggarakan komunitas hijrah Hasbiansyah, 2018. Sabagai upaya dalam mengantisipasi kenakalan remaja yang semakin merajalela, diperlukan sebuah gebrakan yang sesuai dengan usia remaja, yang bisa dengan mudah masuk dan diterima dikalangan remaja, oleh karena itu akhir- akhir ini menjadi 48 perbincangan hangat di masyarakat indonesia tentang sebuah gerakan perubahan terhadap generasi muda yang kekinian. Shift lahir untuk pemuda Indonesia yang membutuhkan dan merindukan dakwah yang kekinian. Oleh karena itu tema hijrah yang diangkat ditujukan untuk memberi solusi permasalahan bagi anak muda. Dan permasalahan anak muda itu sendiri tidak jauh- jauh dari masalah cinta, karir, hiburan, sosial dan keluarga. Sehingga konten yang disajikan memang didesain unuk kalangan anak muda serta menyesuaikan dengan permasalahan- permasalahan yang dihadapi. Selain itu judul yang diangkat juga menggunakan bahasa anak muda seperti “jangan kasih kendor” “woles aja” “geer” dan lain sebagainya GenM, 2017. Hijrah ini juga tidak hanya bersifat sebagai dakwah yang monoton dalam penyampain yang selalu diakitkan dengan dosa pahala tetapi lebih sedikit leluasa dalam artian menggunakan bahasa yang lebih kekinian. Karena konteks yang dibawakan merupakan pengalaman tentang pembebasan, baik secara historis maupun spiritual dalam arti kata memberikan ruang yang luas pada generasi muda dalam berkarya sekereatif mungkin dan bergaya mengikuti tren yang kekinian, tetapi tetap pada nilai – nilai religiusitas serta syar’I Ramadhan, 2007. Hijrah yang dimaksudkan adalah kembali pada kehidupan yang beragama, berusaha menaati perintah Allah, menjauhi larangannya. Hijrah mempunyai definisi secara syar’i berawal pada peristiwa hijrah migrasi Rasulullah dari Mekah ke Yatsrib yang kemudian hari diubah namanya menjadi Madinah dalam upaya menyelamatkan dakwah Islam dari gangguan kafir Quraisy yang memiliki perluasan makna yaitu meninggalkan segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan hati, perkataan dan perbuatan. Hijrah memiliki makna ruhiyah, yaitu seseorang yang meninggalkan perbuatan maksiat dan tidak menoleh pada hal-hal yang menyebabkan Allah Muhamamd, 2004. Metode Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Menurut Denzim dan Lincoln dalam Herdiansyah penelitian kualitatif bertujuan untuk menyediakan penjelasan tersirat mengenai struktur, tatanan, dan pola yang luas yang terdapat dalam suatu kelompok partisipan Herdiansyah, 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggali makna lebih dalam tentang hijrah pada anggota komunitas Hijrah yuk ngaji Yogyakarta, di mana dunia persepsi menjadi titik tolak dari pemikiran fenomenologi. Fenomenologi transendental dirintis oleh Edmund Husserl, melalui pendekatan fenomenologi eksistensial yang dia teliti dari transendentalisme. Husserl mengungkapkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, orang mengalami sesuatu – sejenis sikap ilmiah– yang dipengaruhi oleh kepercayaan ataupun prasangka. Namun, dalam cara hidup alamiah tidak ada disiplin yang mencukupi untuk memungkinkan adanya pengetahuan sejati. Untuk mempelajari sebuah topik secara fenomenologis, seseorang dituntut untuk dapat memilah-milah fenomena, yang akhirnya memungkinkan untuk dapat berlangsungnya sebuah penelitian fenomenologis Syam, 2011. Dalam metode fenomenologi, setelah ada sebuah topik kemudian mengumpulkan data yang cukup. Pemilihan fenomena-fenomena yang akhirnya memungkinkan untuk berlangsungnya sebuah penelitian fenomenologis, istilahnya disebutkan oleh Husserl 49 adalah reduksi fenomenologis atau epoche Syam, 2011. yang merupakan eliminasi secara hati- hati dan sistematis dari faktor subjektif yang masuk dalam pengalaman murni seseorang tentang sesuatu. Dalam reduksi, orang memilah faktor-faktor subjektif, termasuk sejarah, bias dan kepentingan, untuk menghapuskan elemen-elemen pengganggu ini dan berkonsentrasi pada objek yang diamati. Sebuah kesadaran murni akan objek tersebut akan mengungkap esensi yang sesungguhnya. Setiap fenomena memiliki sebuah esensi murni yang akan disetujui keberadaanya oleh pengamat yang disiplin. Melalui metode ini, maka esensi murni dari sebuah fenomena lebih berfokus pada ilmu pengetahuan tentang bagaimana lebih mengenal Tuhan, dimana tujuan utamanya adalah merasa dekat, merasa melihat atau dilihat Tuhan. Karena setelah kumpulan peristiwa berhasil direduksi, dalam metode fenomenologi, maka reduksi selanjutnya yaitu transendental bisa dibuat, sehingga secara otomatis reduksi ini akan memilah pengalaman itu sendiri. Memahami metodologi fenomenologi, akan lebih jelas dengan mengikuti pemikiran Schutz. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, dialah yang pertama kali membuat penelitian sosial berbeda dari pendahulunya, yang berorientasi positivistik. Walaupun pelopor fenomenologi adalah Husserl, Schutz adalah orang pertama yang menerapkan fenomenologi dalam penelitian ilmu sosial. Itulah sebabnya, dalam pembahasan metodologi fenomenologi, Schutz mendapatkan prioritas utama. Selain itu, melalui Schutz pemikirin-pemikiran Husserl yang dirasakan abstrak pada masa itu dapat dimengerti. Subjek penelitian ini adalah pemuda hijrah pada komunitas Yuk Ngaji Yogyakarta. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan aktivitas bersama komunitas pemuda hijrah, kesediaan mereka untuk mengeksplorasi dan mengartikulasikan pengalaman mereka secara sadar. Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai lima orang narasumber sebagai informan utama, setelah sebelumnya mewawancarai beberapa orang yang terlibat dalam komunitas pemuda hijrah. Hasil Gerakan pemuda hijrah merupakan gerakan dakwah yang berada di bandung. Terbentuk pada bulan Maret tahun 2015 hasil pemikiran seorang Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc. Beliau bersama rekannya membentuk gerakan Pemuda Hijrah dengan harapan dapat memberikan wadah tempat bagi orang- orang yang ingin berhijrah mendekatkan diri kepada Allah Swt., dengan belajar dan memahami ilmu agama Islam Solihat, 2016. Saat ini kata hijrah menjadi fenomena yang cukup besar dalam kehidupan khususnya umat Muslim. Yaitu menjadikan diri menjadi lebih baik dari sebelumnya, menunjukkan bahwa diri telah taubat, mendekatkan diri dengan Tuhan, menjalankan syari’at Islam secara lahiriah maupun bathiniah. makna lain dari hijrah ini sebagai usaha menjauhkan diri dari berbagai bentuk penyimpangan menuju aturan yang lebih baik dan konsisten. Adapun secara historis hijrah merupakan tindakan pragmatis monumentalis yang bermakna nilai- nilai normative Aswadi, 2011. Hijrah ini menjadi sebuah gaya hidup dalam masyarakat terlebih dikalangan pemuda. Dapat dilihat dari terselenggaranya beberapa kajian yang diadakan, pemuda lebih cenderung mendominasi. Ini memperlihatkan kajian islam memang bukan diperuntukkan untuk generasi tua, melainkan untuk seluruh generasi muslim. 50 Berhijrahnya seseorang dari hal-hal negatif menuju ketaatan kepada Allah membuktikan bahwa manusia sejauh mana mereka mengingkari Tuhannya dan tidak menjalankan perintah-NYA tetap mereka akan membutuhkan agama untuk menuntun kehidupannya, seperti yang diungkapkan oleh Ramayulis dalam bukunya psikologi agama mengenai manusia memiliki kebutuhan yang penting dalam kehidupannya yaitu kebutuhan akan keagamaan walaupun tidak disadarinya sehingga hal tersebut membuat manusia disebut sebagai makhluk beragama Homo Religius Ramayulis, 2013. Maka gerakan pemuda hijrah berperan aktif dalam mengajak orang- orang khususnya anak muda semakin dekat dengan Allah Swt., dan membuat mereka tidak hanya terlihat gaul dihadapan manusia tetapi juga dekat dengan Allah Swt. Tujuan hidup bagi anggota Pemuda Hijrah, yaitu akhirat. Adapun yang menjadi tujuan kematian adalah mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan di dunia dan menjadikan tujuan kematian adalah awal kehidupan abadi. Adapun hubungan dengan Allah Swt lebih terasa dekat pascaberhijrah. Ketika berhijrah, pola beribadah lebih mengutamakan yang wajib dibanding yang sunah dan kini lebih tawakal dalam menghadapi musibah. Mereka dulu mengenal Islam sebagai agama yang ribet, sulit, dan lebay. Namun kini, mereka mengenal Islam menjadi agama yang sempurna dan membawa mereka ke surga. “Secara spiritual rasa bertanggungjawab itu ditekankan pada anggota komunitas, karena memang tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan ini adalah kebahagiaan dunia dan Akhirat, terlebih untuk menghadapi akhirat kelak, kehidupan dunia ini menjadi sebuah pertanggung jawaban nantinya dihadapan Tuhan, untuk menghadapi semua itu mengutamakan semua kewajiban dari Allah adalah hal terpenting yang harus mereka jalankan namun dalam menjalankannya mereka tetap di anjurkan aktif dalam bersosial” hasil wawancara dengan Zulkarnain, Yogyakarta 10 Agustus 2019. Berdasarkan keterangan ini dapat dikatakan bahwa para pemuda hijrah yang mengikuti komunitas hijrah Yuk Ngaji Yogyakarta ini memang diberikan pencerahan terhadap kehidupan yang akan dialami setelah kematian nantinya, hali ini adalah sebuah cara penyampaian rasa bertangnngungjawab untuk setiap aktivitas yang dilakukan selama hidup didunia. Kehidupan didunia memang tidak hanya seutuhnya selalu menggambarkan akan hari akhirat tetapi juga sikap sosial terhadap lingkungan masyarakat diperlukan, selain hakekatnya manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan satu dengan yang lainnya ini juga akan dipertanggung jawabkan nantinya di akhirat. Sebagai tindak lanjut dari tujuan hidup yang disampaikan pada komunitas pemuda hijrah, kegiatan- kegiatan yang menunjang hal itu juga dilakukan dengan berbagai hal. Seperti pengajian yang rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at setiap dua minggu sekali, acara seminar, workshop yang menampilkan para pembicara- pembicara muda dan modren yang tentunya sesuai dengan keinginan anak muda sekarang. Hal tersebut disampaikan oleh Zulkarnain selaku staf humas komunitas “Untuk mendukung apa yang menjadi sebagai tujuan dari pemuda hijrah ini, diadakannya kegiatan- kegiatan yang mendukung hal tersebut, seperti pengajian yang rutin diadakan setiap dua minggu sekali, dengan tema- tema yang kekinian 51 yang cocok untuk anak muda, selain itu juga seminar atau workshop juga sering dilakukan dengan mendatangkan ustad atau pembicara milenial yang dapat mewakili hati kaula muda, sehingga diharapkan mereka dengan mudah dapat menerima apa yang disampaikanwawancara dengan staf komunitas hijrah Yuk Ngaji Yogyakarta 10 Agustus 2019. Dari beberapa bentuk kegiatan tersebut dengan judul yang kekinian dapat begitu mudah diterima oleh kalangan anak muda dan dan menarik minat mereka untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tema ceramah maupun seminar yang tidak monoton juga mampu memberikan efek positif terhadap pemuda komunitas hijrah, dalam hal ini dapat dilihat dari pengakuan anggota komunitas “Saya merasa hidup lebih nyaman, tenang dan semakin mudah dalam melaksanakan kewajiban terhadap Allah Swt., contoh sederhananya saja dulu sebelum saya ikut komunitas ini shalat saya selalu bolong- bolong, kadang lagi rajin shalat kalau lagi malas shalat ditinggalkan dan perasaan saya saat itu biasa saja, namun setelah saya masuk dan aktif dalam komunitas ini saya mulai rajin melaksanakan shalat, merasa ada yang kurang jika meninggalkan shalat serta merasa diri lebih terjaga dari perbuatan- perbuatan yang tidak baik”wawancara dengan Herlambang salah satu anggotanggota komunitas Hijrah Yuk Ngaji Yogyakarta, 15 Agustus 2019 Pengakuan ini disampaikan oleh salah seorang anggota komunitas, dari pengakuannya ia mendapatkan perubahan pada dirinya menjadi lebih baik dan bersikap positif, kesalehan semakin bertambah rasa tangung jawab terhadap apa yang dilakukan juga semakin tumbuh, hal ini dapat di lihat dari keterangannya bahwa ada rasa takut ketika ingin melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Tahap selanjutnya setelah berusaha menjadikan segala kegiatan positif menjadi kebiasaan adalah menjaga diri agar tetap istiqamah. Hal ini termasuk sulit untuk melakukannya, dikarenakan keseharian para anggota pemuda hijrah ini lebih dominan berada dalam lingkungan yang dapat dianggap bebas terkadang lupa mengontrol diri dan lalai untuk melaksanakan kewajiban. Tetapi dengan adanya ceramah- ceramah oleh para ustad yang selalu setia mengingatkan dan memberikan motivasi untuk tetap istiqamah berada dalam jalan Allah Swt., keimanan yang bisa saja naik- turun dengan sendirinya lebih merasa bahwa ada yang mengawasi. “Sebenarnya mengikuti komunitas Hijrah ini sangat asik, selain dapat menjadikan diri lebih shaleh saya juga mendapat teman- teman yang baru. Namun waktu yang tidak full time dengan kawan- kawan satu komunitas atau yang tidak satu jalan pemikiran terkadang bisa saja lalai, Menjaga agar tetap Istiqomah ini sangat sulit, tapi untungnya setiap dua kali seminggu yang rutin ada pengajian, jadi ada ustad yang selalu mengingatkan agar tetap istiqomah. Jadi dengan sendirinya atau istilahnya mungkin Imannya kembali di refresh agar lebih segar gitu hasil wawancara dengan Adin salah seorang anggota Komunitas pada 15 Agustus 2019. Dari beberapa wawancara dengan pengurus komunitas serta pemuda yang mengikuti komunitas ini dapat dilihat bahwa upaya yang dilakukan Komunitas Hijrah ini untuk menjadikan generasi muda yang berakhlak, shaleh dan tetap aktif dalam dunia 52 modren bisa dikatakan berhasil. Ini dapat dilihan dari pengakuan dari beberapa anggota komunitas yang telah diwawancarai, dan memberikan pengakuan bahwa kehidupan dirinya lebih baik setelah mengikuti kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh komunitas hijrah Yuk ngaji Yogyakarta. Dari sikap yang lebih baik yang dirasakan oleh anggota pemuda hijrah ini, peneliti juga mengamati bagaimana gaya hidup mereka untuk melihat apakah hijrah mereka sebagai keshalehan atau hanya sekedar gaya hidup untuk mengikuti tren kekinian. Gaya hidup modren yang kekinian tidak terlepas dari anak muda yang tidak mau ketinggalam update dengan gaya terbaru, terutama dalam berbusana, sebagai seorang yang berada dalam komunitas Islami tentu ada beberapa aturan yang boleh atau tidak untuk dipakai dalam berbusana. “kalau dari berbusana kami tidak ditekankan harus memakai busana yang serti ini atau itu, tetapi hanya di sampaikan bahwa hberbusana dengan syariat islam lebih baik yakni selalu menutup aurat wawancara dengan Henri anggota Komunitas Hijrah Yuk ngaji Yogyakarta tanggal 16 Agustus 2019. Dari pengamatan peneliti melihat cara berbusana mereka dalam melaksanakan kegiatan sehari- hari sangat baik, dalam artian menutup aurat sesuai dengan syariat islam, untuk yang ikhwan peneliti melihat mereka sangat Pashionable dalam berpakaian, mengikuti tren pakaian syar’i yang kekinian begitu juga dengan akhwat yang terlihat pashionable mengikuti syari’ Hasil penemuan penelitian bahwa komunitas Hijrah ini memberikan dampak positif bagi anak muda, kegiatan – kegiatan serta aktivitas keislaman yang dilakukan dapat menarik minat para generasi muda di era milenial ini. Dengan adanya komunitas Hijrah ini peneliti mengamati bahwa hal ini merupakan gerakan yang sangat bagus untuk generasi muda kedepannya. Pembahasan Fenomena yang menarik di JCC Jakarta, dimana “hijrah” dijadikan ajang festival dan sukses luar biasa sehingga menimbulkan viral di mana-mana. Namanya, Hijrah Fest 2018. “hijrah” kini menjadi sesuatu yang happening, heboh, dan keren, sehingga perlu difestivalkan GenM, 2017 Hijrah Fest sesungguhnya bukanlah fenomena yang datang tiba-tiba. Sejak 10 tahun lalu, kalangan milenial muslim mulai mendapatkan identitas baru yang keren.. Contohnya, dulu di pertengahan tahun 2000-an muncul tren musik, sinetron, dan film Islam yang begitu heboh. Di film misalnya, dipicu sukses Ayat-Ayat Cinta 2008, film-film bertema Islam menjadi booming dan menjadi identitas budaya pop baru yang universal. Artinya tidak hanya disukai oleh kaum muslim saja, tapi oleh semua kalangan masyarakat GenM, 2017, kemudian menjelang tahun 2010-an, tiba-tiba hijab fashion menjadi tren kaum muslimah urban yang cool sering disebut “hijabers lifestyle”. Tren ini memicu gelombang revolusi industri hijab di tanah air. Gerakan pemuda hijrah merupakan gerakan dakwah yang berada di bandung. Terbentuk pada bulan Maret tahun 2015 hasil pemikiran seorang Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc. Beliau bersama rekannya membentuk gerakan Pemuda Hijrah dengan harapan dapat memberikan wadah tempat bagi orang- orang yang ingin berhijrah mendekatkan diri kepada Allah Swt., dengan belajar dan memahami ilmu agama Islam. 53 Gerakan ini terbentuk dari sebuah kegelisahan Ustadz Hanan Attaki yang merasa bahwa dakwah di Indonesia kurang progresif atau jalan ditempat, terlebih untuk kalangan anak muda. Dakwah di Indonesia cenderung terjebak dalam kegiatan-kegiatan dimana para jamaahnya memang sudah hijrah sejak lama, sehingga penambahan orang-orang yang kemudian mendapat hidayah, sadar dan kembali kepada Allah itu sedikit walaupun kegiatanya banyak. Padahal sebenarnya banyak anak muda yang membutuhkan dakwah dan merindukan hidayah, hanya saja tidak tahu caranya. Anak muda merupakan orang-orang yang memiliki peran besar dimasa mendatang, jika saat ini generasi muda mulai hancur, bisa kita bayangkan bagaimana kondisi Indonesia dimasa depan. A. Hijrah sebagai Kesalehan Tujuan hidup bagi anggota Pemuda Hijrah, yaitu akhirat. Adapun yang menjadi tujuan kematian adalah mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan di dunia dan menjadikan tujuan kematian adalah awal kehidupan abadi. Adapun hubungan dengan Allah Swt lebih terasa dekat pascaberhijrah. Ketika berhijrah, pola beribadah lebih mengutamakan yang wajib dibanding yang sunah dan kini lebih tawakal dalam menghadapi musibah. Mereka dulu mengenal Islam sebagai agama yang ribet, sulit, dan lebay. Namun kini, mereka mengenal Islam menjadi agama yang sempurna dan membawa mereka ke surga. Secara spiritual, yang dirasakan oleh para informan adalah memulai dengan disiplin untuk bangun shalat subuh. Tadinya kegiatan ini merupakan hal sulit dilakukan. Namun, seiring proses hijrah spiritual ini, dari kepribadian mereka sendiri merasakan bisa sering bangun subuh, shalat tepat waktu, dan lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Tahap selanjutnya, setelah berusaha menjadi kebiasaan, adalah menjaga agar istiqamah. Pada awalnya, mereka merasakan cukup sulit apalagi lingkungan tidak mendukung. Frekuensi rajin ikut kajian masih dipengaruhi oleh pengaruh kebersamaan teman-teman. Namun demikian, ustad yang mengisi kajian tersebut memotivasi untuk menjaga keistiqomahan dalam beribadah, meskipun di sisi lain juga diingatkan bahwa mereka masih muda jadi godaan- godaan juga banyak. Jadi sangat wajar iman pemuda itu naik turun. Pengalaman hijrah spiritual juga berasal dari permasalahan kehidupan masing-masing yang merasa bahwa hidup hanya berjalan begitu saja. Ada masalah keluarga yang melanda tapi tidak menemukan solusi. Ada ruang spiritual yang hampa yang mereka rasakan. Setelah proses hijrah dan memaknainya lebih dalam, mereka merasakan bahwa kehadiran Allah, keterlibatan Allah dalam segala aspek kehidupan membuat lebih tenang dalam memaknai hidup serta lebih berhati – hati dalam menjalankan kehidupan sehari- hari. B. Hijrah Gaya Hidup Dalam penelitian ini informan memaknai hijrah dengan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai makna umum dari makna hijrah itu sendiri. Adapun secara personal, mereka merasa bahwa ada perubahan baik dari segi berpakaian maupun ketaatan dalam melaksanakan ibadah ketika sudah berhijrah. Alasan keingin melakukan proses hijrah adalah takut akan neraka dan merasa sudah dekat. Pada dasarnya, informan mementingkan unsur perubahan fisik terlebih dahulu dalam berhijrah, Untuk informan laki-laki ikhwan, mereka mengubah penampilan diawali 54 dengan menggunakan celana jeans yang sesuai dengan anak muda zaman sekarang, dan mereka lebih sering mengenakan kemeja. Mereka tampil lebih Fashionable dari biasanya tetapi tetap sesuai dengan syari’at islam. Pada dasarnya, informan merasa bahwa penampilan syar’i adalah kewajiban dari Allah Swt dan merupakan suatu identitas bagi kaum Muslim. di samping itu, para informan setelah memenuhi syariat Islam dalam berpakaian mereka juga membuat perkumpulan di cafe- cafe mengikuti kebiasaan anak muda lainnya, hanya saja mereka lebih menekankan pada diskusi keseharian serta hal- hal yang dapat meningkatkan ketakwaan diri. dalam berpakaian ataupun gaya hidup sehari- hari, mereka tetaplah sama dengan pemuda lainnya, tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya saja dalam berkomunikasi mereka lebih santai, sopan dan kalem. C. Kegiatan pendukung pencapaian tujuan komunitas Untuk mewujudkan kesalehan terhadap para anggota komunitas kegiatan yang mendukung diadakan secara rutin dan konsisten, ada beberapa kegiatan yang langsung bersinggungan dengan para anggota komunitas Hijrah untuk mencapai tujuan dari berdirinya komunitas 1. Pengajian keagamaan Pengajian keagamaan merupakan aktivitas rutin yang dilaksanakan untuk mendukung tercapainya tujuan komunitas, berbagai macam kegiatan yang diikuti oleh para anggota komunitas pemuda hijrah diantaranya ceramah keislaman, seminar agama serta workshop. a. Ceramah keagamaan Ceramah keagamaan dibalut semenarik mungkin disesuaikan dengan karakter anak muda zaman sekarang, mulai dari pengambilan judul yang didesain dengan anak muda dan bergaya milenial seperti ceramah yang diadakan pada 15 agustus 2019 I am single and Very Happy bersama Ust Ransi Al- Indragiri. Tema yang diambil ini sangat kekinian sekali bahasanya anak milenial hal ini di rencanakan sedemikian rupa dengan harapan pemuda tertarik untuk mempelajari Islam dan memberikan pemahaman bahwa Islam itu tidak ketinggalan zaman. Isi dalam ceramah tersebut menggambarkan bahwa pemuda yang baik adalah mereka yang tidak berputus asa walaupun sendirian, mereka yang tidak merasa sendirian tanpa pacar, mereka tetap merasa bahagia tanpa kekasih bagaimana para generasi milenial yang disibukkan dengan urusan berpacaran, namun mereka lebih memaknai bahwa tiada kesendirian dalam kehidupan karena ada Allah yang selalu menemani dalam setiap aktivitas kehidupan. b. Seminar Keislaman Hampir sama dengan ceramah keislaman seminar ini konteksnya sedikit luas yakni kegiatannya bisa diikuti oleh masyarakat umum, dan judul yang 55 diambil juga dalam acara ini lebih umum, karena dikondisikan dengan peserta yang mengikuti seminar. 2. Program keislaman Program – program yang dibuat di untuk menarik minat dan menetapkan para anggota komunitas hijrah ini di desain semodren mungkin dalam balutan nilai keislaman, apa yang biasanya dilakukan oleh anak muda zaman milenial ini dijadikan sebagai program yang didalamnya tersirat nilai nilai keislaman, hag out misalnya atau ngopi bareng menjadi program yang di adakan dalam mengisi keiatan atau pada event tertentu. Hal ini membuat anggota komunitas semakin tertarik dengan kajian – kajian islam yang ada dalam progam komunitas. Kesimpulan Hijrah dimulai dengan hijrah penampilan fisik, dari cara berpakian dan penampilan, karena penampilan merupakan suatu identitas. Untuk pergaulan sehari-hari, mereka mulai menghindari pergaulan dengan lawan jenis dan kegiatan-kegiatan yang melalaikan dalam keseharian tentunya dengan cara akhlaq yang baik. adapun yang menjadi tujuan mereka adalah mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan di dunia dan menjadikan tujuan kematian adalah awal kehidupan abadi. Mereka pun lebih tawakal dalam menghadapi musibah. Memaknai Islam yang tadinya rumit, sulit, menjadikan Islam sebagai agama yang sempurna dan membawa mereka ke surga, kebahagiaan yang kekal di akhirat. Referensi Aswadi, A. 2011. Refomulasi Epistemologi Hijrah dalam Dakwah. ISLAMICA Jurnal Studi Keislaman 5, no. 2, 339-353. Fitri, S. 2017. Dampak positif dan negatif sosial media terhadap perubahan sosial anak. Naturalistic Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran 1, no. 2, 120. GenM, Y. d. 2017. Cetakan pertama . Yogyakarta Bentang. Hasbiansyah, L. T. 2018. Aktivitas Dakwah Komunitas The Shift Gerakan Pemuda Hijrah. Prosiding Manajemen Komunikasi 0, no. 0, p. 123. Herdiansyah. 2011. Metodologi Penelitian untuk Ilmu-ilmu Sosial . Jakarta Salemba Humanika. Muhamamd, A. A. 2004. Strategi hijrah prinsip-prinsip dan ilmiah tuhan. Tiga Serangkai. Muzayanah, U. 2018. Tren Beragama Remaja Era Milenial Analisis Perilaku Siswa SMA di Jawa Tengah. FIKRAH 6 , 263. Nisfiannoor, V. V. 2016. Identity achievement dengan intimacy pada remaja SMA. Jurnal Provitae 2, no. 1, 215. Rais, U. F. 2018. Pengelolaan Kesan Da’i dalam Kegiatan Dakwah Pemuda Hijrah. KOMUNIKA Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 12, no. 2 , 212. Ramadhan, T. 2007. Muhammad Rasul Zaman Kita . Jakarta Penerbit Serambi. Ramayulis. 2013. Psikologi Agama . Jakarta Kalam Mulia. 56 Solihat, I. 2016. Strategi komunikasi persuasif pengurus gerakan pemuda hijrah dalam berdakwah . Jakarta thesis Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah. Sudargo, T. 2018. 1000 hari pertama kehidupan . Yogyakarta Gadjah Mada University Press. Syam, N. W. 2011. Komunikasi Trasendental Perspektif Integrated Science . Bandung NWS Publishing. ... Many disciplines, such as sociology, linguistics, cultural studies, and psychology, study the phenomenon of "contemporary hijrah" that has occurred recently. For example, sociological studies were conducted by Fitri & Jayanti, 2020;Irmansyah, 2020;Nasuhi, 2021;Zahara et al., 2020, understanding the "contemporary hijrah" as a phenomenon of identity search Zahara, 2020, pietization Irmansyah, 2020, exclusivism tendencies and a sign of the emergence of new social groups Fitri & Jayanti, 2020, and a new religious trend Nasuhi, 2021. Meanwhile, a linguistic study that focuses on "contemporary hijrah" was carried out by Hasanah et al., 2021, who uncovered the linguistic conceptualization of the word "hijrah" by millennials. ...... Many disciplines, such as sociology, linguistics, cultural studies, and psychology, study the phenomenon of "contemporary hijrah" that has occurred recently. For example, sociological studies were conducted by Fitri & Jayanti, 2020;Irmansyah, 2020;Nasuhi, 2021;Zahara et al., 2020, understanding the "contemporary hijrah" as a phenomenon of identity search Zahara, 2020, pietization Irmansyah, 2020, exclusivism tendencies and a sign of the emergence of new social groups Fitri & Jayanti, 2020, and a new religious trend Nasuhi, 2021. Meanwhile, a linguistic study that focuses on "contemporary hijrah" was carried out by Hasanah et al., 2021, who uncovered the linguistic conceptualization of the word "hijrah" by millennials. ... Rochimah ImawatiEka Ade LestariA religious phenomenon currently rife in Indonesia is called “hijrah kekinian” the contemporary hijrah; it is the religious conversion of Muslims living in big cities in Indonesia. Hundreds of Muslims, from various life paths, renew their lifestyle to be more “Islamic”. The author of this article is curious to understand, from a religious, psychological perspective, what psychological consequences are experienced by the perpetrators of the “hijrah kekinian”. Does the increasing religiosity experienced by them influence their self-esteem, which also causes them to be more self-confident and increasingly steadfast and committed to their religious conversion? For this reason, 117 “hijrah kekinian” actors with an age range of 18-40 and above residing in two big administrative cities—South Jakarta and South Tangerang—were sampled and investigated. This study uses quantitative methods, while the sampling technique used is proportional random sampling. The research found that the religiosity variable contributed significantly to the self-esteem variable and had a strong correlation with a correlation coefficient of which implies that religious transformation possibly raises self-esteem levels. With the rise, more religious commitment is also increased. Keywords hijrah kekinian contemporary hijrah; religiosity; self-esteem Abstrak Fenomena keagamaan yang marak terjadi di Indonesia saat ini disebut “hijrah kekinian” hijrah kekinian; itu adalah konversi agama umat Islam yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia. Ratusan umat Islam, dari berbagai jalur kehidupan, memperbaharui gaya hidup mereka menjadi lebih “Islami”. tujuan penelitian ini untuk peningkatan religiusitas yang dialami oleh mereka mempengaruhi harga diri mereka, yang juga menyebabkan mereka menjadi lebih percaya diri dan semakin teguh dan berkomitmen pada konversi agama mereka. penelitian ini memahami dari perspektif agama, psikologis, konsekuensi psikologis apa yang dialami oleh para pelaku “hijrah kekinian”. Oleh karena itu, 117 pelaku “hijrah kekinian” dengan rentang usia 18-40 tahun ke atas yang tinggal di dua kota administratif besar—Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan—diambil sampelnya dan diinvestigasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel religiositas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabel harga diri dan memiliki korelasi yang kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,634, yang berarti bahwa transformasi agama mungkin meningkatkan tingkat harga diri. Dengan naiknya, komitmen beragama juga meningkat. Kata kunci hijrah kekinian; religiusitas; harga diri... Irmansyah mempertanyakan apakah pelaku hijrah yang mengubah penampilan adalah wujud dari kesalehan atau sekadar mengikuti gaya hidup Irmansyah, 2020. Risetnya di komunitas Yuk Ngaji Yogyakarta menemukan bahwa anggota komunitas ingin mengikuti perkembangan zaman namun tetap syar'i dan saleh. ...Abraham Zakky ZulhazmiErma Priyantip>Tulisan ini menunjukkan perkembangan dakwah kontemporer di Indonesia ditandai dengan fenomena maraknya komunitas hijrah diberbagai Kota. Bahkan, hijrah sudah menjadi sebuah fenomena yang tak asing dan bahkan familiar di kalangan masyarakat Islam. Bagi pemeluk agama Islam, hijrah sudah menjadi fenomena yang ramai dilakukan. Dalam hal ini dijelaskan bahwa hijrah sebagai jalan untuk mengubah seorang individu atau bertaubat. Baik yang dilakukan oleh setiap individu ataupun dalam sebuah komunitas. Salah satunya di Kota Solo yang memiliki latar keberagamaan dan keberagaman yang dinamis. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan secara detail tentang pengelolaan dakwah dalam komunitas Jaga Sesama Solo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menjelaskan mengenai manajemen dakwah di Komunitas Jaga Sesama Solo. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun wawancara mendalam indept interview dengan pengelola komunitas Jaga Sesama ketua, bagian humas dan anggota. Hasil penelitian ini adalah Komunitas Jaga Sesama menjalankan dalam menajemen dakwah untuk mewadahi generasi muda Solo belajar dasar Islam. Perencanaan dakwah takhthith ditempuh melalui menentukan sasaran dakwah, menyusun visi misi komunitas, memilih ustaz. Pengorganisasian dakwah tanzhim dengan pembagian tugas kepada pengurus komunitas. Penggerakan dakwah tawjih dengan menghadirkan kegiatan yang relevan dengan generasi muda dan optimalisasi media sosial. Pengendalian dan evaluasi dakwah riqabah melalui evaluasi bulanan. In t his paper t he development of da’wa in contemporary Indonesia is marked by the phenomenon of the spread of hijrah communities in various cities. Hijrah has become a familiar phenomenon among the Muslim community. For Muslims, hijrah has become a predictable phenomenon. In this case, it is explained that hijrah is a way to change an individual or repent. Whether done by each individual or community. One of them is Solo, which has a dynamic diversity and religious background. This research is qualitative research that describes the da’wa management in Komunitas Jaga Sesama Solo. Interviews with Komunitas Jaga Sesama Solo managers head of public relations and members were used as the primary data collection method. This study conclued es that the Komunitas Jaga Sesama Solo carries out da’wa management to accommodate the young generation of Solo to learn the basics of Islam. Da'wa planning takhthith is pursued through determining the target of the da'wa, compiling the vision and mission of the community, choosing the ustaz. Organizing da'wa tanzhim by distributing tasks to community administrators. The movement of da'wa tawjih by presenting activities that are relevant to the younger generation and optimization of social media. Control and evaluation of da’wa riqabah by monthly evaluation. The trend of adolescent religious behavior in the era of technological progress and interesting information to be discussed. Today's high school teenagers are spoiled by technology-based facilities. This paper aims to describe the trend of religious behavior of high school students in Central Java. With quantitative methods, samples are taken from public high school students in Purworejo, Magelang, and Banyumas. This study is limited to religious behavior that is synonymous with morals which include students morals to Allah and His Messenger, teachers and parents, themselves, friends, and morals towards the environment. The results show that the morals of high school students to teachers and parents occupy the highest position, and while morals to God and the Apostle occupy the lowest position.

faktor utama pemilihan yatsrib sebagai tujuan hijrah adalah