enzim dan hasil kerjanya yang berperan dalam metabolisme sel yaitu
Contohenzim dan hasil kerjanya yang berperan dalam metabolisme sel adalah . #enzim #sifat-sifat enzim #fungsi enzim #cara kerja enzim #struktur enzim #komponen enzim #jenis enzim 48 A maltase, pembentukan maltosa B lipase, menguraikan lemak C protease, pembentukan protein D glukase, pembentukan glukosa Kuis Terkait
OlehMuchlisin Riadi Desember 03, 2019. Enzim adalah unit fungsional dari metabolisme sel, bekerja dengan urutan-urutan yang teratur, mengkatalisis ratusan reaksi bertahap yang menyimpan dan mentransformasikan energi kimiawi dan membuat makro molekul sel dari prekusor sederhana (Lehninger, 1990). Istilah enzim berasal dari bahasa Yunani, yaitu
komponenkomponen yan berperan dalam metabolisme. 1.Enzim. Enzim merupakan senyawa organik atau katalis protein yan dihasilkan oleh sel dan berperan sebagai katalisator yang dinamakan biokatalisator. j adi,enzim dapat mengatur kecepatan dan kehususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Enzim disentetis dalam bentuk calon enzim
Enzimdan hasil kerjanya yang berperan dalam metabolisme sel yaitu . a. maltase, pembentukan glukosa b. katalase, menguraikan peroksida air c. protease, pembentukan protein d. lipase, sintesis lemak e. glukase, pembentukan glukosa 2. Di bawah ini yang bukan sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator, yaitu . a. enzim mengubah kecepatan reaksi
Enzimdisakaridase yang memecah disakarida menjadi monosakarida diantaranya adalah - Maltase: memecah maltosa menjadi 2 molekul glukosa - Sukrase: memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa - Laktase: memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. Itulah enzim dan hasil yang dipecah oleh enzim disakaridase. Seperti itu Ratu, semoga membantu ya.
mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Artikel ini menjelaskan mengenai pengertian enzim, fungsi, komponen penyusun, serta sifat-sifatnya. — Tahu nggak sih, di dalam tubuh makhluk hidup itu terjadi begitu banyak reaksi kimia. Contohnya aja, di dalam tubuh kita, terjadi reaksi pemecahan zat-zat makanan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Atau, di dalam tubuh tumbuhan yang terjadi reaksi fotosintesis. Nah, seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup itu disebut metabolisme. Reaksi-reaksi kimia metabolisme terjadi sangat cepat, dan ada hubungannya dengan kerja enzim. Wah, apa itu enzim? Yuk, langsung aja kita simak pembahasan berikut! Pengertian Enzim Enzim adalah senyawa kimia berupa protein yang berperan sebagai biokatalisator, di mana bio adalah makhluk hidup dan katalis adalah zat yang dapat mempercepat reaksi. Sederhananya, enzim adalah katalis yang membantu mempercepat reaksi biologis. Fungsi enzim adalah untuk mempercepat reaksi biologis, tanpa ikut bereaksi ya, teman-teman. Struktur Enzim Struktur enzim terdiri atas sisi aktif, yang merupakan tempat menempelnya substrat atau senyawa yang akan diubah oleh enzim. Nantinya, substrat ini akan mengalami reaksi kimia oleh enzim membentuk suatu produk atau hasil reaksi. Baca juga Benarkah Lidah Punya Area Tertentu untuk Mengecap Rasa? Nah, enzim di dalam tubuh kita tersusun atas dua komponen, yaitu apoenzim dan kofaktor. Gabungan antara apoenzim dan kofaktor dinamakan holoenzim. Lalu, bedanya apoenzim dengan kofaktor itu apa, ya? Apoenzim merupakan enzim yang tersusun atas senyawa protein dan merupakan jenis yang paling mendominasi dari semua struktur enzim yang ada. Sifatnya labil atau mudah berubah, serta kerjanya dipengaruhi oleh suhu dan pH. Sementara itu, kofaktor merupakan enzim yang tersusun atas senyawa nonprotein. Kofaktor enzim dibedakan menjadi dua, yaitu kofaktor organik, seperti vitamin, flavin, atau hem, dan kofaktor anorganik, seperti ion-ion logam Mg2+, Mn2+, atau Cu+. Ion-ion logam ini berfungsi sebagai pusat katalisis primer, tempat mengikat substrat, dan stabilisator agar enzim tetap aktif. Berdasarkan kekuatan ikatannya terhadap enzim, kofaktor organik dibedakan lagi menjadi dua, yaitu koenzim dan gugus prostetik. Koenzim adalah gugus yang ikatannya nggak kuat dan mudah untuk didialisis. Tugasnya memindahkan zat kimia dari satu enzim ke enzim lain. Contohnya, FADH, NADH, dan Vitamin B. Sementara itu, gugus prostetik adalah gugus yang terikat kuat pada enzim dan nggak mudah terurai dalam larutan. Contohnya FAD. Baca juga Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan Sekarang, mulai paham kan tentang enzim dan komponen penyusunnya? Lalu, apa aja ya sifat-sifat enzim ini? Sifat-Sifat Enzim Secara umum, enzim memiliki enam sifat khas, lho! Keenam sifat ini antara lain adalah sebagai berikut 1. Enzim tersusun atas protein Komponen penyusun utama enzim tersusun atas protein, tapi tidak semua protein merupakan enzim. 2. Enzim merupakan biokatalisator Seperti dalam pengertiannya, enzim bersifat biokatalisator. Itu berarti, enzim hanya mengubah kecepatan reaksi dengan menurunkan energi aktivasinya. 3. Enzim bekerja secara spesifik Suatu enzim hanya bekerja pada substrat yang spesifik untuk membentuk produk yang spesifik juga. Dalam hal ini, kamu bisa membayangkan enzim sebagai “kunci” yang mempunyai bentuk khusus, sehingga hanya bisa membuka satu “gembok” aja. Contohnya, enzim amilase yang hanya bekerja pada substrat berupa amilum pati. 4. Enzim dapat digunakan berulang kali reusable Selama enzimnya nggak rusak, enzim bisa dipakai berulang-ulang karena nggak ikut bereaksi. 5. Enzim tidak ikut berubah menjadi produk Walaupun enzim bekerja untuk mengubah substrat menjadi produk, tapi enzim nggak ikut berubah menjadi produk juga, ya. 6. Kerja enzim bersifat bolak balik reversible Suatu enzim dapat melakukan reaksi dua arah, yaitu dari substrat menjadi produk atau produk menjadi substrat. Oke, teman-teman, itulah pembahasan mengenai enzim. Jadi, sekarang kamu sudah tahu ya kalau enzim itu merupakan katalis yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia dalam tubuh kita. Nah, sebenarnya, materi enzim ini nggak cuma sampai di sini aja. Masih ada satu bahasan lagi, yaitu cara kerja enzim. Kalau kamu sudah nggak sabar mau lanjut belajar lagi, kamu bisa coba akses ruangbelajar, ya. Materinya sudah sangat lengkap, plus rangkuman dan latihan soal. Yuk, download aplikasinya sekarang! Referensi Irnaningtyas. 2018. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta Penerbit Erlangga. Pujiyanto S. 2012. Menjelajah Dunia Biologi 3 untuk Kelas XII SMA dan MA. PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Artikel ini diperbarui pada 26 Agustus 2021.
Manusia selalu membutuhkan yang namanya energi, lalu bagaimana caranya manusia agar dapat memperoleh energi? Dalam proses penyediaan energi, baik pada manusia maupun tumbuhan terjadi melalui proses yang disebut metabolisme. Lalu apakah metabolisme itu? Untuk mengetahui hal tersebut, yuk perhatikan pembahasan mengenai metabolisme serta peran enzim dalam proses metabolisme berikut Isi1 Pengertian Enzim dan Metabolisme Sel2 Fungsi Enzim dalam Proses Metabolisme Sel3 Struktur Gugus Ion-ion Anorganik4 Sifat Enzim5 Cara Kerja Lock and Key Theory atau Teori Kunci dan Induced Fit Theory atau Teori Kecocokan yang Terinduksi6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Derajat Keasaman pH Hasil Akhir Produk Konsentrasi Konsentrasi Zat Penghambat/Inhibitor7 Peranan Enzim8 Katabolisme dan AnabolismePengertian Enzim dan Metabolisme SelEnzim adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh sel dan berperan sebagai biokatalisator. Sedangkan metabolisme sel adalah seluruh proses atau reaksi biokimia yang terjadi dalam sel. Metabolisme dibedakan menjadi dua, yaitu Katabolisme dan juga Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak SempurnaFungsi Enzim dalam Proses Metabolisme SelEnzim sangat berperan penting dalam proses metabolisme sel. Enzim ini nantinya akan berperan sebagai biokatalisator dalam proses metabolisme sel, maksudnya adalah senyawa organik yang mempercepat reaksi kimia. Jadi, dapat dikatakan bahwa enzim dapat mengatur kecepatan reaksi kimia yang berlangsung di dalam EnzimStruktur enzim terdiri dari beberapa komponen. Penyusun utama suatu enzim adalah apoenzim protein. Agar berfungsi dengan baik, enzim memerlukan komponen lain yang disebut kofaktor. Kofaktor adalah komponen nonprotein berupa ion atau ikatannya, kofaktor dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai ProstetikAdalah struktur enzim yang terdiri dari molekul-molekul organik yang berperan untuk memberi kekuatan tambahan terhadap kerja dari molekul organik nonprotein kompleks yang terikat renggang dengan enzim. Berperan untuk memindahkan gugus kimia, atom atau elektron dari satu enzim ke enzim yang AnorganikTerikat dengan enzim atau substrat kompleks dan berperan untuk mengefektifkan kerja EnzimAdapun sifat-sifat enzim adalah sebagai enzim yang pertama adalah biokatalisator. Biokatalisator artinya enzim dapat mempercepat reaksi tanpa ikut rusak akibat suhu panas karena protein penyusun enzim memiliki sifat thermolabil peka terhadap suhu panas.Dalam suatu reaksi kimia, enzim yang diperlukan sangat sedikit, tetapi pengaruhnya terhadap kecepatan reaksi sangat besar cepat dan dapat digunakan bekerja di dalam dan di luar sel, contohnya enzim amilase dan sebuah reaksi kimia, umumnya enzim bekerja searah, meskipun beberapa diantaranya mampu bekerja dalam dua arah. Contoh reaksi searah adalah lipase yang membantu pembentukan mampu bekerja dengan bantuan kofaktor nonprotein.Sifat enzim yang terakhir yaitu bekerja pada bagian yang spesifik. Enzim akan berikatan dengan substrat yang mampu mengikat sisi aktif Kerja EnzimCara kerja enzim adalah untuk meningkatkan proses reaksi kimia. Cara kerja enzim sangat unik karena hanya mempengaruhi zat tertentu. Misalnya enzim amilase yang hanya bereaksi pada zat tepung dan mengubahnya menjadi glukosa. Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori and Key Theory atau Teori Kunci dan GembokTokoh yang menemukan teori ini adalah Emil Fischer pada 1894. Teori ini menjelaskan bahwa enzim hanya berikatan dengan substrat yang memiliki bentuk yang sama dengan sisi aktif enzim, seperti kunci yang masuk kedalam Fit Theory atau Teori Kecocokan yang TerinduksiTokoh yang menggunakan teori ini adalah Daniel Koshland pada 1958. Menurut teori Induced Fit Theory, enzim memiliki sisi aktif yang mampu berikatan dengan substrat bersifat fleksibel.Substrat yang memiliki bagian pengikatan yang sama, akan menginduksi sisi aktif enzim, sehingga cocok dan akan membentuk seperti lebih memahami mengenai teori cara kerja enzim, perhatikan gambar berikut yang Mempengaruhi Kerja EnzimCara kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, dimana faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi kinerja enzim. Berikut akan dijelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kerja sangat berpengaruh terhadap cara kerja enzim. Pada suhu yang optimal, tumbukan antara enzim dan substrat terjadi pada kecepatan yang paling tinggi. Pada suhu yang jauh diatas suhu optimal, menyebabkan enzim terdenaturasi sehingga bentuk, struktur, serta fungsinya menjadi berubah. Sedangkan pada suhu jauh dibawah suhu optimal, misalnya pada 00C, maka enzim tidak pada manusia bekerja optimal pada 35-400C, mendekati suhu normal tubuh. Adapun bakteri yang hidup di air panas, memiliki enzim yang bekerja optimal pada suhu Keasaman pHpH yang optimal bagi kerja enzim umumnya mendekati pH netral, sekitar 6-8. Selain berada di pH tersebut, kerja enzim akan terganggu bahkan dapat Akhir ProdukJika sel menghasilkan produk lebih banyak daripada yang dibutuhkan, produk yang berlebih tersebut dapat menghambat kerja enzim. Hal ini dikenal dengan istilah feedback inhibitor. Mekanisme ini sangat penting dalam proses metabolisme, yaitu mencegah sel menghabiskan sumber molekul yang berguna menjadi produk yang tidak EnzimKonsentrasi enzim sangat berpengaruh terhadap kinerja enzim. Apabila konsentarsi enzim dalam laju reaksi sedikit daripada substrat, maka penambahan enzim akan meningkatkan laju reaksi. Peningkatan laju reaksi ini terjadi secara linier. Sedangkan, jika konsentrasi enzim dan substrat sudah seimbang, maka laju reaksi akan relatif SubstratPenambahan konsentrasi substrat pada reaksi yang dikatalis oleh enzim awalnya akan meningkatkan laju reaksi. Akan tetapi, setelah konsentrasi substrat dinaikkan lebih lanjut, laju reaksi akan mencapai titik jenuh dan tidak bertambah mencapai titik jenuh, penambahan kembali konsentrasi substrat tidak berpengaruh terhadap laju reaksi. Peningkatan laju reaksi oleh peningkatan konsentrasi enzim akan meningkatkan laju reaksi hingga terbentuk titik jenuh Penghambat/InhibitorTerdapat dua jenis inhibitor yang dapat menghambat kinerja enzim, yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor Inhibitor KompetitifInhibitor kompetitif adalah zat penghambat enzim yang menghambat dengan cara mengikat sisi aktif enzim. Oleh karena itu, inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk menempati sisi aktif enzim. Inhibitor memiliki struktur yang mirip dengan substrat sehingga dapat berikatan dengan enzim dan mengakibatkan enzim tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut Inhibitor Non-KompetitifInhibitor non-kompetitif menghambat kerja enzim dengan cara mengikat enzim pada sisi yang berbeda bukan sisi aktif. Apabila inhibitor telah berhasil mengikat enzim, maka sisi aktif enzim akan berubah. Hal tersebut mengakibatkan substrat tidak dapat berikatan dengan enzim. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut EnzimSelain berperan dalam proses metabolisme sel, enzim juga berperan dalam proses-proses sebagai yaitu proses terjadinya penambahan molekul hidrogen, elektron atau pelepasan yaitu pelepasan molekul uap air H2O.Oksidasi, yaitu proses terjadinya pelepasan molekul hidrogen, elektron atau penambahan yaitu reaksi penambahan H2O pada suatu molekul dan diikuti dengan pemecahan molekul pada ikatan yang ditambah yaitu reaksi pelepasan juga Contoh Bioteknologi dalam KehidupanKatabolisme dan AnabolismeKatabolismeKatabolisme adalah proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Reaksi penguraian energi pada katabolisme dikenal dengan proses respirasi. Respirasi adalah proses pembebasan energi kimia dalam tubuh organisme melalui reaksi oksidasi penambahan oksigen pada molekul proses respirasi tersebut, akan dihasilkan energi dalam bentuk Adenosin Trifosfat ATP dan CO2 serta H2O. Respirasi pada sel berlangsung di dalam mitokondria dengan bahan dasarnya glukosa. Respirasi sel ini disebut juga dengan oksidasi hidrat prosesnya, proses oksidasi hidrat arang ini berlangsung melalui beberapa tahap, yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, dan transpor GlikolisisGlikolisis bersangkutan dengan hal-hal di satu molekul glukosa senyawa berkarbon 6 menjadi molekul asam piruvat senyawa berkarbon 3.Menghasilkan 2 ATP dan 2 NADH untuk tiap molekul adalah skema glikolisisSumber Dekarboksilasi OksidatifBerhubungan dengan hal-hal pada asam piruvat senyawa berkarbon 3 menjadi Asetil Ko-A senyawa berkarbon 2.Dihasilkan satu NADH untuk tiap pengubahan molekul asam piruvat menjadi Asetil adalah skema dekarboksilasi oksidatifSumber Siklus KrebsSumber Krebs bersangkutan dengan hal-hal pada Asetil Ko-A senyawa berkarbon 2 menjadi CO2 senyawa berkarbon 1.Untuk tiap senyawa Asetil Ko-A dihasilkan 1 ATP, 1 FADH, dan 2 Transpor ElektronSistem transpor elektron bersangkutan dengan hal-hal dan FADH adalah senyawa pereduksi yang menghasilkan rantai respirasi, hidrogen dari NADH dan FADH yang dihasilkan pada proses glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs dilepaskan ke oksigen O2 untuk membentuk H2O dengan melepaskan energi secara ATP dari satu molekul NADH dan 2 ATP dari satu molekul adalah skema transpor terjadi respirasi secara aerob, proses katabolisme juga dapat terjadi secara anaerob yaitu melalui proses fermentasi atau peragian. Respirasi anaerob fermentasi adalah proses pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunkan oksigen. Apabila sel kekurangan oksigen, maka asam piruvat hasil peristiwa glikolisis akan segera diubah menjadi senyawa lain untuk medapatkan sel otot, asam piruvat akan bereaksi dengan NADH membentuk asam laktat dan energi ATP, sehingga reaksinya disebut fermentasi asam laktat. Reaksi fermentasi asam laktat dapat ditulis sebagai + NADH+ => CH3CHOHCOOH + NAD+ + EnergiAsam piruvat Asam laktatPada sel ragi dan tumbuhan yang kekurangan oksigen, maka asam piruvat akan bereaksi dengan NADH menghasilkan etanol, CO2, dan energi sehingga reaksinya disebut fermentasi alcohol, yang dapat ditulis sebagai + NADH+ => CH3CH2 + CO2 + NAD+ + EnergiAsam piruvat AlkoholAnabolismeAnabolisme adalah proses pembentukan atau penyusunan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. Dalam proses penyusunan senyawa tersebut diperlukan yang namanya energi. Jika energi berasal dari sinar matahari akan digunakan untuk proses fotosintesis. Sedangkan jika energi berasal dari energi kimia, maka digunakan untuk proses FotosintesisSumber Markéta Machová dari PixabayFotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas adalah organel plastida yang mengandung pigmen hijau daun klorofil. Pigmen inilah yang dapat menyerap energi spektrum cahaya matahari. Kloroplas terdapat pada mesofil dan juga dapat ditemukan pada bagian lain seperti batang dan ranting yang berwarna kloroplas terdiri dari stroma, tilakoid, dan grana. Stroma adalah ruangan kosong di dalam kloroplas. Fungsi stroma yaitu sebagai tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Kemudian, tilakoid adalah sistem membran dalam kloroplas dan berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi terang. Sedangkan grana adalah kumpulan tilakoid dalam kloroplas, yaitu satu tumpuk tilakoid. Grana ini berfungsi menangkap energi cahaya fotosintesis, terdapat proses reaksi terang dan reaksi gelap/siklus Calvin. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut TerangReaksi terang adalah tahapan fotosintesis yang mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia. Proses reaksi terang yaitu sebagai menyerap menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima, yaitu NADP+, pada proses ini air akan Gelap/Siklus CalvinSiklus Calvin adalah nama untuk Melvin Calvin, dimana pada tahun 1940 bersama dengan rekan-rekannya telah menjelaskan sebuah proses reaksi gelap fotosintesis. Siklus Calvin disebut juga reaksi gelap karena tidak memerlukan cahaya secara reaksi gelap yaitu sebagai CO2 kedalam molekul organik yang telah disiapkan di dalam kloroplas. Proses ini disebut dengan fiksasi terfiksasi direduksi menjadi karbohidrat melalui penambahan elektron. Energi untuk mereduksi berasal dari diubah menjadi karbohidrat dengan menggunakan ATP hasil dari reaksi KemosintesisKemosintesis adalah salah satu contoh anabolisme yang menggunakan sumber energi yang berasal dari reaksi kimia eksergonik, yang melepaskan energi selama reaksi kemosintesis ini dilakukan oleh bakteri, contohnya sebagai belerang, misalnya bakteri sulfur tak berwarna Thiobacillus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi H2S, reaksinya yaitu2H2S + O2 2H2O + 2S + energiBaca juga Proses Pembelahan SelNah, itulah pembahasan mengenai enzim dan metabolisme sel. Setelah mempelajari pembahasan tersebut, kini kamu bisa memahami mengenai peran enzim dalam proses metabolisme, struktur enzim, sifat enzim, dan Idun dan Endang Sri Lestari. 2010. BIOLOGI. Bandung Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Ririn. 2016. BIOLOGI. Surakarta Mediatama.
1. Gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat sanggup saling terkonversi oleh adanya enzim... a. Fosfoheksosa isomerase b. Fosfofruktokinase c. Heksokinase d. Fosfotriosa isomerased. Fosfotriosa isomerase 2. Fosfolipid yang banyak ditemukaan didalam sel ialah . . . . a. Fosfatidil dan Sefanin b. Fosfat dan Sefalin c. Arginin dan Sefalin d. Sefalin dan SisteinJawaban a. Fosfatidil dan Sefanin 3. Hasil tamat dari proses transminasi pada metabolisme protein adalah.. a. Asam glutamat b. Asam piruvat c. Asam laktat d. Asam aspartatJawaban a. Asam glutamat 4. Pemecahan trigliserida menjadi... a. Asam piruvat dan glikogen b. Gliserol dan asam lemak c. Glikogen dan ATP d. Gliserol dan glikogen Jawabanb. Gliserol dan asam lemak 5. Salah satu hal yang terjadi pada proses kehidupan ialah penyusun senyawa sederhana menjadi lebih kompleks. Proses tersebut dinamakan... a. Katabolisme b. Anabolisme c. Respirasi d. DismilasiJawabanb. Anabolisme 6. Glukosa dimetabolisme menjadi piruvat melalui jalur... a. Glukoneogenesis b. Glikogen c. Glikolisis d. AnabolismeJawaban c. Glikolisis 7. Asam lemak sanggup dioksidasi menjadi asetil KoA oksidasi beta atau diesterefikasi dengan gliserol, yang terbentuk adalah... a. Triasilgliserol b. Triasilglikogen c. Triasilik d. GlikogenJawaban a. Triasilgliserol 8. Katabolisme karbohidrat mengalami beberapa tahap , diantaranya transfer electron yang terjadi didalam . . . a. Ribosom b. Sitoplasma c. Mitokondria d. Badan golgiJawaban c. Mitokondria 9. Reaksi-reaksi kimia didalam sel yang berkaitan dengan penyusunan, dan pembagian energy disebut . . . a. Anabolisme b. Metabolisme c. Fermentasi d. KatabolismeJawaban b. Metabolisme 10. Contoh enzim dan hasil kerjanya yang berperan dalam metabolisme sel ialah . . . a. Maltase, pembentukan maltose b. Kaltase, menguraikan peroksida air c. Profease, pembentukan protein d. Lipase, menguraikan lemakJawaban c. Profease, pembentukan protein 11. Segala proses kimia yang terjadi pada makhluk hidup, mulai dari bersel satu, hingga insan yang bersifat kompleks disebut . . . a. Anabolisme b. Katabolisme c. Metabolisme d. AbsorbsiJawaban c. Metabolisme 12. Pada pemecahan glikogen menjadi glukosa sanggup disebut . . . a. Anabolisme b. Katabolisme c. Metabolisme d. AbsorbsiJawaban b. Katabolisme 13. Yang termaksud tumpuan reaksi katbolisme adalah… a. Glikolisis, transpor electron respirasi, sintesis lemak. b. Glikolisis, daur krebs, transpor electron repirasi. c. Glikolisis, sintesis protein, sintesis lemak. d. Sintesis protein, sintesis lemak, siklus b. Glikolisis, daur krebs, transpor electron repirasi. 14. Fase pertama metabolisme lemak ialah … a. Beta Oksidasi b. Siklus Krebs c. Fosforilasi Oksidatif d. GlikolisisJawaban b. Deaminasi, Siklus Krebs, Fosforilasi Oksidatif 15. Proses merubah ADP menjadi ATP pada metabolisme protein ialah … a. Siklus Krebs b. Asetil Koenzim c. Fosforilasi Oksidatif d. Fosforilasi SubstratJawaban a. Beta Oksidasi 16. Berikut yang merupakan fase metabolisme protein berturut-turut ialah … a. Deaminasi, Siklus Krebs, Glikolisis b. Deaminasi, Siklus Krebs, Fosforilasi Oksidatif c. Siklus Krebs, Beta Oksidasi, Fosforilasi Oksidatif d. Siklus Krebs, Glikolisis, Beta OksidasiJawabanc. Fosforilasi Oksidatif 17. Pada proses respirasi aerob proses glikolisis ialah proses pengubahan senyawa … a. Glukosa menjadi ATP b. Glukosa menjadi asam piruvat c. Glukosa menjadi fruktosa 6-fosfat d. Glukosa menjadi fruktosa 1,6-difosfatJawaban b. Glukosa menjadi asam piruvat 18. Sel badan insan sanggup mensintesis lemak, caranya dengan mengambil … sebagai materi dasarnya berasal dari penguraian karbohidrat. a. Asetil Koenzim A b. Asam Piruvat c. Asam Oksaloaselat d. Asam FumaratJawaban a. Asetil Koenzim A19. Apabila glukosa atau heksosa habis maka didalam badan akan mengambil . . . sebagian materi pengganti substrat dalam katabolisme. a. Protein b. Lemak c. Mineral d. VitaminJawaban b. Lemak 20. Dalam pencernaan masakan , lemak dirombak menjadi asam lemak dan gliserol. Proses ini terjadi alasannya ialah . . . a. Cairan empedu pribadi memecah lemak menjadi asam lemak + gliserol b. Cairan empedu mengemulsikan lemak, kemudian lipase memecah emulsi lemak menjadi as amino lemak + gliserol c. Enzim lipase pribadi sanggup memecahh emulsi menjadi asam lemak + gliserol d. Enzim entrokinase sanggup pribadi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserolJawaban b. Cairan empedu mengemulsikan lemak, kemudian lipase memecah emulsi lemak menjadi as amino lemak + gliserol 21. Pyruvate hasil katabolisme asam amino atau dari glikolisis glukosa diubah menjadi asetil Co-a oleh…. a. System pyruvate dehidrogenase b. NADPH c. Enzim malate d. System matriks mitokondrialJawaban a. System pyruvate dehidrogenase 22. Enzim yang sanggup menghidrolisis lemak dalam usus yaitu… a. Amylase b. Streptokinase c. Lipase d. LactaseJawaban c. Lipase 23. Urutan yang benar dari proses metabolisme protein yaitu.. a. Dekarboksilasi, transaminasi, deaminasi b. Transaminasi, deaminasi, dekarboksilasi c. Dekarboksilasi, deaminasi, transaminasi d. Transaminasi, dekarboksilasi, deaminasiJawaban a. Dekarboksilasi, transaminasi, deaminasi 24. Fosfat pada fosfoenolpiruvat dipindahkan ke ADP oleh pirufat kinase untuk… a. Membentuk satu molekul ATP persatu molekul glukosa yang dioksidasi b. Membentuk dua molekul ATP persatu molekul glukosa yang dioksidasi c. Membentuk dua molekul ATP pertiga molekul glukosa yang dioksidasi d. Membentuk satu molekul ATP perdua molekul glukosa yang dioksidasi Jawabanb. Membentuk dua molekul ATP persatu molekul glukosa yang dioksidasi 25. Pada glikogenolisis menimbulkan terbentuknya glukosa di… a. Hati dan asam sitrat b. Otak dan asam sitrat c. Hati dan laktat d. Otak dan laktatJawaban c. Hati dan laktat 26. Lemak sanggup disintesis dari karbohidrat melalui asetyl Co-A dan gliserol yang berasal dari… a. Asam piruvat b. PGAL c. NADPH d. ATPJawaban b. PGAL
Mahasiswa/Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta19 Agustus 2022 0839Jawaban yang tepat adalah B. katalase, menguraikan peroksida air. Enzim adalah biokatalisator yang dapat mempercepat suatu reaksi biologis. Salah satu sifat enzim adalah bekerja secara spesifik, artinya suatu enzim hanya bisa bekerja dan mengadakan perubahan pada substrat tertentu saja. Contohnya adalah enzim maltase yang hanya dapat mengurai maltosa menjadi glukosa, enzim katalase yang hanya dapat mengurai hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen, enzim protease yang hanya dapat mengurai protein menjadi asam amino, dan enzim lipase yang hanya dapat mengurai lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.
enzim dan hasil kerjanya yang berperan dalam metabolisme sel yaitu