empat resistor dihubungkan secara seri

Bateraidihubungkan secara parallel dengan lampu dan voltmeter. Rangkaian Listrik Mengukur Beda Potensial, Voltmeter Contoh Soal Perhitngan Kuat Arus Pada Rangkaian Resistor Seri Dengan Baterai. Empat buah resistor masing-masing dengan hambatan 4 Ω, 6 Ω, 8 Ω, dan 10 Ω disusun seri. Jadi hambatan pengganti resistor secara seri adalah DisiniKita telah menyelesaikan perancang dari sebuah Volt meter sederhana . Ampere meter juga mengikuti aturan umum , kecuali dihubungkan secara paralel "shunt" resistor digunakan untuk pembagi arus sebagai rangkaian kebalikan dengan hubungan seri pembagi tegangan resistor "pengali" yang digunakan pada perancangan Voltmeter . d Tugas 4 Dua induktor dihubungkan seri yang masing-masing nilainya L1 = 15 mH; L2 = 20 mH. Kedua induktor tersebut kemudian dihubungkan secara paralel dengan dua induktor yaitu L3 = 6 mH dan L4 = 14 mH yang dirangkai secara seri. Hitung induktansi total dari rangkaian induktor diagram atas ! e. Ketikaresistor dihubungkan secara paralel, lebih banyak arus mengalir dari sumber daripada yang mengalir untuk salah satu dari mereka secara individual, sehingga resistansi total lebih rendah. Setiap resistor secara paralel memiliki tegangan penuh yang sama dari sumber yang diterapkan padanya, tetapi membagi arus total di antara mereka. RangkaianResistor Seri Pada rangkaian seri, resistor dihubungkan secara berderet (seri) dan untuk menghitung resistansi total dari gambar di atas adalah dengan menjumlahkan semua resistor yang ada yakni R1, R2, dan Rn. R Total = R1 + R2 + Rn R Total = Resistansi total R1 = Resistor ke-1 R2 = Resistor ke-2 Rn = Resistor ke-n Contoh: mở mang tầm mắt tiếng anh là gì. Hai Shesar, jawaban soal ini adalah ∆R1= 0,2 ohm, ∆R2= 0,02 ohm, ∆R3= 0,002 ohm dan ∆R4= 0,02 ohm Diketahui R1=28,4±0,1Ω R2=4,25±0,01 Ω R3=56,605±0,001 Ω R4=90,75±0,01 Ω. Ditanya Ketelitian=...? Jawab Ketelitian merupakan kesesuaian diantara beberapa data pengukuran yang sama yang dilakukan secara berulang. Ketelitian dirumuskan dengan Ketelitian= dimana ∆R= ketidakpastian Sehingga Ketelitian 1= 2. ∆R1= 0,2 ohm Ketelitian 2 = 2. ∆R2= 0,02 ohm Ketelitian 3 = 2. ∆R3= 0,002 ohm Ketelitian 4 = 2. ∆R4= 0,02 ohm Jadi, ketelitan masing-masing hambatan adalah ∆R1= 0,2 ohm, ∆R2= 0,02 ohm, ∆R3= 0,002 ohm dan ∆R4= 0,02 ohm Rangkaian resistor seri merupakan susunan beberapa resistor yang terhubung secara berurutan. Dimana salah satu terminal atau kaki resistor yang satu akan tersambung dengan kaki resistor yang lainnya. Hubungan resistor seperti ini mirip dengan rangkaian gerbong kereta api. Dua atau lebih resistor dapat dirangkai secara bersama sama baik dalam konfigurasi rangkaian seri , paralel maupun campuran dari keduanya seri paralel, sehingga menghasilkan satu nilai resistensi baru. Nilai resistensi baru yang dihasilkan dari rangkaian beberapa resistor tersebut akan mempunyai besaran yang berbeda dari nilai resistensi masing masing resistor. Nilai resistensi atau hambatan baru ini bisa menjadi lebih besar atau sebaliknya malah lebih kecil. Tujuan membentuk resistor menjadi rangkaian seri atau paralel biasanya adalah untuk mendapatkan nilai hambatan baru atau untuk menurunkan tegangan sesuai yang diinginkan. Contohnya pada sirkuit pembagi tegangan, dimana dengan menyusun beberapa resistor secara seri akan menghasilkan penurunan tegangan pada titik tertentu. Ini akan kita bahas di akhir artikel. Jika anda tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang rangkaian resistor seri, silahkan meneruskan membaca artikel ini lebih jauh. Rumus rangkaian seri resistorTegangan pada rangkaian seri resistorContoh soal 1Rangkaian pembagi teganganRumus pembagi teganganContoh soal resistor pembagi teganganAkhir kata Seperti telah dijelaskan di awal, beberapa resistor dikatakan terhubung secara seri apabila berada dalam satu baris dan saling sambung menyambung. Kita bisa membayangkan, sambungan resistor seri ini seperti sebuah rangkaian gerbong kereta api yang saling berkaitan sambung menyambung. Ketika rangkaian resistor seri kita hubungkan dengan sumber arus listrik, maka arus listrik akan mengalir pada setiap resistor di dalam rangkaian tersebut. Karena arus listrik tidak memiliki jalan atau jalur lain untuk mengalir selain melalui rangkaian resistor tersebut, maka besarnya aliran arus yang mengalir pada tiap resistor akan memiliki jumlah yang sama di semua titik. Perhatikan gambar rangkaian seri resistor berikut ini Pada rangkaian diatas, besar arus listrik yang mengalir pada tiap titik pada rangkaian adalah sama, yaitu sebesar 1mA, atau dapat dirumuskan sebagai berikut I_{R1} = I_{R2} = I_{R3 }= I_{AB}= 1mA Sementara nilai hambatan total dari resistor yang dirangkai secara seri adalah jumlah keseluruhan dari masing masing nilai hambatan resistor secara individu. Jadi, hambatan total pada rangkaian diatas adalah R_{total}= R_1 + R_2 + R_3 \\ R_{total}= 1K + 2k + 6K = 9K Dengan kata lain kita bisa mengganti ketiga resistor yang disusun secara seri diatas dengan menggunakan satu buah resistor dengan nilai hambatan sebesar 9 K. Resistor ini disebut sebagai resistor pengganti. Jadi kita dapat mengganti beberapa buah resistor yang terhubung secara seri dengan hanya menggunakan satu buah resistor pengganti atau resistor equivalent. Jika dua buah resistor dengan nilai hambatan yang sama dirangkai secara seri maka nilai total hambatannya adalah dua kali nilai hambatan satu resistor. Sehingga sama dengan 2R atau 3R untuk tiga transistor, dan seterusnya. Misalnya, dua buah resistor dengan nilai hambatan yang sama sebesar 50 Ohm dirangkai secara seri, maka hambatan total dari kedua resistor tersebut adalah 2 x 50 Ohm = 100 Ohm. Rumus hambatan total dari rangkaian resistor seri adalah sebagai berikut R_{Total} = R_1 + R_2 + R_3 + ... R_n Satu hal yang perlu dipahami adalah, pada konfigurasi rangkaian seri resistor, nilai hambatan total pasti lebih besar dari keseluruhan nilai hambatan resistor yang dirangkai. Tegangan pada rangkaian seri resistor Berbeda dengan arus listrik yang selalu sama di semua titik rangkaian resistor seri, tegangan memiliki aturan yang berbeda. Karena besarnya tegangan mengikuti kaidah hukum Ohm. Sehingga untuk menghitung besarnya tegangan yang ada pada tiap resistor harus menggunakan rumus Ohm, seperti ditunjukkan berikut ini Melihat contoh diatas gambar rangkaian resistor seri sebelumnya, kita bisa menghitung besar tegangan pada masing masing resistor menggunakan rumus Ohm diatas. V_{R1} = 1mA \times 1K=1V\\ V_{R1} = 1mA \times 2K=2V \\ V_{R1} = 1mA \times 6K=6V Karena itu kita bisa menyimpulkan bahwa, besar tegangan yang mengalir pada tiap resistor adalah sama dengan besar tegangan supplai yang diberikan pada rangkaian. Sehingga dapat dirumuskan V_{Total} = V_{R1} + V_{R2} + V_{R3} + ... V_{n} Contoh soal 1 Perhatikan gambar dibawah ini Hitung hambatan resistor pengganti, arus listrik dan tegangan pada tiap resistor serta besar daya pada setiap resistor ? Jawab Pertama kita hitung dulu resistor pengganti atau total hambatan yang ada pada rangkaian tersebut. Besar hambatan total dari rangkaian diatas adalah R1 + R2 + R3 = 10 + 20 + 30 = 60 Ohm. Jadi resistor pengganti untuk rangkaian diatas adalah bernilai 60 Ohm. Karena kita sudah mengetahui nilai hambatan total dari rangkaian resistor seri diatas, maka selanjutnya kita bisa menghitung besar arus listrik yang mengalir ke rangkaian. Kita bisa gunakan rumus Ohm untuk mencari nilai arus listrik yang mengalir pada rangkaian. I = \frac{V}{R} = \frac{12}{60}= 200mA Sementara total daya yang dihasilkan oleh rangkaian adalah V x I = 12 X 200mA = 2,4W. Dengan memperhatikan data hambatan tiap resistor dan supplai tegangan pada rangkaian diatas, kita dapat menghitung besar arus, tegangan dan daya P pada tiap resistor menggunakan rumus Ohm. berikut ini V = I\times R \\ P = V\times I Dan hasilnya bisa kita buat dalam bentuk tabel di bawah ini HambatanArus listrikTeganganDayaR1 = 10 Ohm200mA2V0,4WR2 = 20 Ohm200mA4V0,8WR3 = 30 Ohm200mA6V1,2WRT = 60 Ohm200mA12V2,4W Rangkaian pembagi tegangan Karena tiap resistor yang terhubung secara seri dapat menghasilkan besaran tegangan yang berbeda beda, maka konfigurasi rangkaian resistor seperti ini sering dimanfaatkan untuk membuat rangkaian pembagi tegangan. Sehingga kita bisa mendapatkan penurunan tegangan yang diinginkan dengan cara mengatur nilai hambatan resistor yang digunakan. Seperti yang kita lihat pada contoh diatas, dimana tegangan supplai 12V yang melintasi setiap resistor akan menghasilkan penurunan tegangan yang berbeda beda pada tiap resistor. Sementara arus listrik yang mengalir pada tiap resistor memiliki besar yang sama di semua titik sambungan. Jadi, nilai hambatan resistor yang lebih besar akan menghasilkan penurunan tegangan yang lebih besar. Sebaliknya nilai hambatan resistor yang lebih kecil akan menghasilkan penurunan tegangan yang lebih kecil juga. Sementara jumlah arus yang mengalir adalah sama di semua titik sambungan. Hal ini akan sesuai dengan hukum tegangan kirchoff yang menyatakan bahwa, tegangan supplai yang mengalir pada suatu rangkaian tertutup besarnya akan sama dengan jumlah semua penurunan tegangan di sekitar rangkaian. Rumus pembagi tegangan Dengan menerapkan aturan pembagi tegangan, kita bisa mendapatkan penurunan tegangan yang proporsional yang sesuai dengan kebutuhan. Kita bisa menentukan besar resistensi resistor untuk mendapatkan penurunan tegangan yang diinginkan melalui rangkaian resistor seri. Di bawah ini merupakan contoh sirkuit pembagi tegangan yang terdiri dari dua buah resistor. Bentuk sirkuit pembagi tegangan seperti ini sering ditemukan pada rangkaian pemberi bias basis transistor. Dua buah resistor R1 dan R2 dirangkai secara seri dan akan dilintasi oleh tegangan supplai Vin. Tegangan output diambil dari sambungan R1 dan R2 . Besar tegangan output ini dapat dihitung menggunakan rumus pembagi tegangan berikut ini V_{out}= V_{Vin} \left \frac{R_2}{R_1 + R_2} \right Sementara total tegangan supplai dihitung dengan rumus sebagai berikut Semakin banyak resistor yang kita rangkai dengan beragam nilai hambatan yang berbeda, maka akan menghasilkan lebih banyak penurunan tegangan yang beragam. Dimana besar penurunan tegangan pada masing masing resistor mengikuti aturan hukum Ohm R x I . Kita bisa saja mempunyai rangkaian pembagi tegangan yang terdiri dari beberapa resistor. Rumus pembagi tegangan diatas pun masih dapat kita gunakan untuk mengetahui besar tegangan pada titik tertentu di dalam rangkaian. Pada rangkaian diatas, kita bisa menghitung tegangan pada titik AB dengan menggunakan rumus pembagi tegangan berikut ini V_{AB} = V_{R3} = V_S\left \frac{R_3}{R_1 + R_2 + R_3 + R_4} \right \\ V_{AB}= 10\left \frac{30}{10 + 20 + 30 + 40}\right \\ V_{AB}=10\times\frac{30}{90} = 10\times = 3V Contoh soal resistor pembagi tegangan Perhatikan gambar rangkaian di bawah. Hitung Besar tegangan pada titik XY jika resistor RL tidak terhubung ?Besar tegangan pada titik XY jika resistor RL terhubung ? Jawab. 1. Besar tegangan pada titik XY tanpa resistor RL terhubung adalah R_{X-Y} = 20 \\ V_{out} = V_{in} \times \frac{R2}{R_1 + R_2} \\ V_{out}=12V \times \frac{20}{20 + 20}= 6V 2. Besar tegangan pada titik XY dengan resistor RL terhubung adalah R_{X-Y} = 10 \\ V_{out} = V_{in}\times \frac{R_2}{R_1 + R_2 }\\ V_{out} = 12V \times\frac{20}{20 + 10} = 4V Seperti yang kita lihat, saat resistor RL tidak terhubung dengan titik X Y, besar tegangan output adalah 6 V. Sementara ketika resistor RL dihubungkan dengan titik X Y maka besar tegangan pada titik output adalah 4 V. Perbedaan besar tegangan output terjadi karena resistor R2 dirangkai secara paralel dengan resistor RL, sehingga terjadi penurunan tegangan yang tidak sama ketika R2 berdiri sendiri tidak diparalel dengan RL. Akibat adanya resistor beban RL yang terhubung dengan titik XY menyebabkan perubahan tegangan output yang dihasilkan. Karena pada dasarnya tegangan output ditentukan oleh perbandingan hambatan R1 dan R2. Namun karena RL merupakan resistor beban, maka impedansi RL akan meningkat menjadi tidak terhingga sehingga mengakibatkan perbandingan tegangan output dan input menjadi tidak terpengaruh oleh penambahan beban. Semakin tinggi impedansi beban, maka akan semakin kecil efek pembebanan pada output. Efek pengurangan level sinyal atau tegangan ini disebut sebagai atenuasi. Karena itu kita harus cermat dalam membuat sirkuit pembagi tegangan. Sehingga bisa didapatkan pengurangan tegangan stabil yang diinginkan. Akhir kata Demikian penjelasan tentang rangkaian resistor seri dan rangkaian pembagi tegangan yang merupakan contoh penggunaan dari konfigurasi rangkaian seri ini. Hal yang harus diingat pada konfigurasi rangkaian seri pada resistor adalah, nilai hambatan total yang dihasilkan pasti akan lebih besar dari nilai individu setiap resistor yang dirangkai. Apa itu resistor? Resistor adalah komponen yang berfungsi mengurangi arus listrik yang mengalir atau disebut juga sebagai hambatan. Analogi dari sistem kerja resistor dan arus listrik adalah seperti aliran air pada pipa, semisal pipa memiliki hambatan yang besar maka air yang mengalir kecil sedangkan saat hambatan kecil air yang mengalir besar. Resistor sendiri adalah komponen elektronika yang sering kita jumpai dalam rangkaian, secara umum komponen resistor umumnya disusun menjadi rangkaian seri dan paralel. Lalu apa itu seri dan apa itu paralel? Rangkain seri adalah rangkaian yang komponenya tersusun secara berderet atau seperti barisan, sedangkan rangkaian paralel adalah adalah komponen yang tersusun secara berjajar. Anda ingin belajar mengenai rangkaian seri dan paralel? Yap tepat sekali jika Anda membaca artikel ini, karena artikel ini akan mengupas materi mengenai rangkaian seri, rangkaian paralel, dan contoh soal serta pembahasannya. Menghitung resistor rangkaian seri Kata seri memiliki sinonim berderet atau barisan, jadi resistor yang dirangkai seri adalah resistor yang disusun secara berderet. Pada rangkaian seri hanya mempunyai satu jalur yang dipakai untuk mengalirkan arus listrik, jadi apabila terjadi kerusakan pada salah satu jalur makan semua jalur berikutnya akan ikut terpengaruh. Resistor yang disusun seri mempunyai manfaat untuk memperbesar nilai hambatan pada suatu rangkaian. Rangkaian seri memiliki besar hambatan pengganti setara dengan jumlah nilai dari tiap hambatan yang digunakan pada sebuah rangkaian. Pada rangkaian seri tiap ujung-ujung resistornya mempunyai tegangan pengganti yang sama dengan jumlah tegangan pada semua rangkaian. Dan kuat arus pada rangkaian seri sama dengan kuat arus yang melewati masing-masing hambatan pada rangkaian. Sifat-sifat Rangkaian Seri Tiap komponen pada rangkaian aliran arus sama besarnya. Tegangan sumber sama dengan jumlah tegangan yang ada pada seluruh bagian komponen pada rangkaian. Tahanan total diperoleh dari jumlah semua tahanan pada tiap bagian rangkaian. Rumus Rangkaian Seri Untuk melakukan perhitungan pada rangkaian seri sangatlah mudah, karena tinggal melakukan penjumlahan nilai-nilai resistor saat digabungkan. Rumus resistor yang dirangkai secara seri bisa dihitung menggunakan rumus Rtotal = R1 + R2 + R3 + …….. + Rn Vsumber = V1 + V2 + V3 + …. + Vn ITotal = I1 = I2 = I3 = …. = In Rumus diatas adalah rumus yang biasa digunakan untuk menghitung resistor yang tersusun secara seri. Cara menghitung resistor yang disusun secara seri hanya dengan menjumlahkan nilai dari masing-masing resistor yang tersusun secara berderet. Cara Menghitung Resistor Paralel Cara Menghitung Resistor Paralel Rangkaian paralel adalah resistor yang tersusun secara sejajar, biasanya rangkaian paralel disusun secara bercabang. Rangkaian yang disusun secara paralel biasanya digunakan untuk mengurangi arus yang lewat. Komponen yang dibuat secara paralel akan bercabang, jika terjadi kerusakan di salah satu komponennya makan komponen lain akan tetap berjalan karena tidak terpengaruh oleh komponen lain yang rusak. Rangkaian yang disusun secara paralel memiliki tegangan yang sama pada setiap ujung resistornya, sedangkan kuat arusnya terbagi-bagi sesuai dengan nilai resistansi dari masing-masing hambatan. Sifat-sifat Rangkaian Paralel Komponen pada rangkaian memiliki aliran arus yang berbeda-beda, tergantung nilai resistor pada tiap cabangnya. Arus total sama dengan jumlah arus dari seluruh rangkaian. Tegangan pada tiap cabangnya sama dengan tegangan total atau tegangan sumber. Tahanan total diperoleh dari jumlah kebalikan dari semua resistor yang terdapat pada setiap cabang di rangkaian. Rumus Rangkaian Paralel Untuk melakukan perhitungan pada rangkaian paralel tinggal menggunakan rumus resistor yang dirangkai secara paralel sebagai berikut Vsumber = V1 = V2 = V3 = …. = Vn ITotal = I1 + I2 + I3 + …. + In Rumus diatas adalah rumus yang biasa digunakan untuk menghitung resistor yang tersusun secara paralel. Cara menghitung resistor yang disusun secara paralel adalah dengan memasukan nilai dari masing-masing resistor kedalam rumusnya. Menghitung hambatan rangkaian tentunya berbeda dari membaca nilai resistor. Untuk contoh soal akan dibahas pada sub bab berikut. Note Hal yang perlu diingat bahwa Nilai Hambatan Resistor Ohm akan bertambah jika menggunakan Rangkaian Seri Resistor sedangkan Nilai Hambatan Resistor Ohm akan berkurang jika menggunakan Rangkaian Paralel Resistor. Contoh Soal Perhitungan Resistor 1. Seorang teknisi akan membuat rangkaian yang membutuhkan nilai 4k, akan tetapi stok resistor di pasaran dengan nilai tersebut sedang kosong. Maka berapa nilai resistor pengganti 4k yang harus dipilih teknisi untuk membuatnya dalam bentuk rangkaian seri? Pembahasan Untuk memperoleh nilai 4k banyak cara yang bisa ditempuh, pertama adalah dengan menyusun empat buah resistor dengan nilai 1k seperti berikut. Rtotal = 4k R1 + R2 + R3 + R4 = 4k 1k + 1k + 1k + 1k = 4k Atau bisa juga dengan cara kedua yaitu menyusun dua buah reistor bernilai 2k. Jadi jika dua buah resistor disusun seri maka nilai resistor totalnya 2k + 2k = 4k 2. Terdapat dua buah resistor yang dirangkaian secara paralel dengan nilai masing-masing resistor adalah 220 dan 330, maka berapakah nilai dari hambatan totalnya? Pembahasan Diketahui R1 = 220 R2 = 330 Ditanya Rtotal….? Jawab Rtotal = = 132 3. Aldi mempunyai 4 buah resistor, dia berencana untuk merangkainya menjadi rangkaian seri. Masing-masing resistor milik Aldi adalah bernilai 1k, 47, 100, dan 560. Maka berapa total nilai resistor Aldi saat disusun secara seri? Pembahasan Diketahui R1 =1K = 1000 R2 = 47 R3 = 100 R4 = 560 Ditanya Rtotal….? Jawab Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4 Rtotal = 1000 + 47 + 100 + 560 = 1707 4. Suatu rangkaian mempunyai tiga buah resistor yang tersusun secara paralel, rangkaian tersebut dialiri arus sebesar 2A, maka tentukanlah besar tegangan pada tiap resistor jika masing-masing memiliki hambatan 2, 4 dan 6. Pembahasan Diketahui R1 = 2 R2 = 4 R3 = 6 Itotal = 2A Ditanya V….? Jawab Karena rangkaian ini tersusun secara paralel, maka nilai tegangan dari masing-masing resistor adalah sama, untuk menghitung tegangan menggunakan rumus V = I x Rtotal V = 2 x 1,09 = 2,18 V 5. Dua buah resistor masing-masing 10 dan 2 dirangkai secara seri kemudian dihubungkan secara paralel dengan dua buah resistor lainnya yang disusun seri. Kedua resistor tersebut masing-masing 8 dan 4. Tentukanlah nilai hambatan total atau hambatan pengganti pada rangkaian tersebut? Pembahasan Diketahui R1 = 10 R2 = 2 R3 = 8 R4 = 4A Ditanya Rtotal….? Jawab Menghitung rangkaian seri pertama, RS1 = R1 + R2 RS1 = 10 + 2 RS1 = 12 Menghitung rangkaian seri kedua RS2 = R3 + R4 RS2 = 8 + 4 RS2 = 12 Menghitung hambatan total R paralel Rtotal = = 6 Jadi, besar hambatan pengganti pada susunan itu adalah 6. 6. Dua buah resistor dirangkai seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Jika nilai masing-masing resistor tersebut adalah 10 dan 2, maka tentukanlah kuat arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut. Diketahui R1 = 10 R2 = 2 V = 12V Ditanya I….? Jawab RS1 = R1 + R2 RS1 = 10 + 2 RS1 = 12 Karena rangkaian ini terhubung dalam seri, maka nilai kuat arus yang mengalir pada seluruh rangkaian adalah sama. Untuk mencari nilai kuat arus bisa menggunakan rumus I = V/Rs I = 12/12 I = 1 A. Jadi arus yang mengalir pada rangkaian itu adalah 0,83 A. 7. Alisha mempunyai 2 buah resistor, dia berencana untuk merangkainya menjadi rangkaian seri. Masing-masing resistor milik Alisha adalah bernilai 2k dan 4k7 Maka berapa total nilai resistor Aldi saat disusun secara seri? Pembahasan Diketahui R1 = 2K = 2000 R2 = 4K7 = 4700 Ditanya Rtotal….? Jawab Rtotal = R1 + R2 Rtotal = 2000 + 4700 = 5700 8. Tiga buah resistor dengan besar hambatan masing-masing 8, 6, dan 4 dirangkai secara paralel. Tentukan besar resistansi total yang dihasilkan ketiga resistor tersebut. Diketahui R1 = 8 R2 = 6 R3 = 4 Ditanya Rtotal….? Jawab Jadi, besar hambatan pengganti pada susunan itu adalah 1,84 . Demikianlah cara mudah menghitung resistor baik untuk rangkaian seri maupun paralel. Kesimpulannya, terdapat 3 langkah dalam mencari total hambatan pada suatu rangkaian tentukan rumus sesuai rangkaian, hitung dan dapatkan hasilnya. Semoga bermanfaat. Empat resistor dihubungkan secara seri. Nilai masing-masing resistor berturut-turut adalah 28,4 ± 0,1 ; 4,25 ± 0,01 ; 56,605 ± 0,001 ; dan 90,75 ± 0,01 . Tentukan hambatan total berikut = R1 + R2 + R3 + R4 = 28,4 + 4,25 + 56,605 + 90,75 = 180,005Rtot = 180,0 Jadi hambatan totalnya adalah R ± R = 180,0 ± 0,1 -Semoga BermanfaatJangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! 😁

empat resistor dihubungkan secara seri